4. PSM Kuat di Kandang, Persib Belum Selalu Dominan
PSM Makassar tidak bisa dipandang sebagai lawan biasa, terutama ketika bermain di kandang. Juku Eja punya gengsi besar di depan publik sendiri. Mereka juga memiliki karakter permainan yang bisa menyulitkan tim mana pun.
Kakang Rudianto bahkan menyebut PSM sebagai tim bagus yang kuat dalam bertahan dan menyerang. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Persib memahami betul bahaya lawan yang akan mereka hadapi.
“Ya, Makassar tim yang bagus. Mereka sangat kuat, baik bertahan maupun menyerang. Jadi kami bakal lebih kerja keras lagi karena ini akan menentukan kita menjadi juara di tahun ini,” tutur Kakang.
Di sisi lain, Persib memang datang dengan ambisi besar. Namun, Maung Bandung tetap harus menjaga kewaspadaan. Dalam beberapa laga terakhir, Persib mampu meraih hasil positif, tetapi kemenangan tipis kerap menunjukkan bahwa permainan mereka belum selalu berjalan dominan.
Kondisi ini membuat laga PSM Makassar vs Persib makin menarik. Persib harus tampil lebih tajam, lebih sabar, dan lebih rapi. Mereka tidak boleh memberi ruang mudah kepada PSM, terutama saat tuan rumah mulai memanfaatkan dukungan publik Parepare.
5. Poin Sama dengan Borneo FC, Ruang Salah Makin Sempit
Ujian kelima menjadi yang paling menentukan. Persib dan Borneo FC Samarinda sama-sama mengoleksi 75 poin di puncak klasemen. Karena musim sudah masuk pekan ke-33, ruang kesalahan hampir habis.
Situasi itu membuat pertandingan PSM vs Persib terasa seperti partai final. Satu hasil buruk bisa mengubah peta persaingan. Satu gol bisa menentukan arah takhta. Satu kelengahan bisa membuat Maung Bandung kehilangan kendali atas nasibnya sendiri.
Kakang Rudianto menegaskan bahwa tekanan tersebut tidak menjadi beban bagi pemain Persib. Menurutnya, poin yang sama dengan pesaing justru membuat dua laga terakhir terasa semakin seru.
“Cukup seru karena poinnya sama. Jadi, kami bakal lebih kerja keras di dua laga nanti,” ujar Kakang.
Ia juga menegaskan bahwa pemain Persib siap tampil habis-habisan. Setelah melewati perjalanan panjang selama satu musim, Maung Bandung ingin menutup kompetisi dengan hasil terbaik.
“Enggak jadi beban buat kami. Kami bakal lebih berpikir untuk tampil habis-habisan di dua pertandingan, karena setahun sudah kami lewatin. Jadi, dua pertandingan itu cukup seru buat kami,” tambahnya.
Kini, PSM Makassar vs Persib menjadi ujian besar dari banyak arah. Maung Bandung datang tanpa Bojan Hodak, kehilangan empat pemain penting, membawa rekor Parepare yang kurang ramah, menghadapi PSM yang kuat di kandang, dan tetap harus menjaga jarak dalam pacuan gelar.
Parepare akan menjadi panggung pembuktian. Persib bisa pulang dengan luka, atau justru membawa pulang bukti bahwa Maung Bandung masih cukup buas untuk menjaga jalan menuju juara. (AS/AS)



