Hasil Swiss vs Bosnia 4-1: Kutukan Imbang Pecah Usai Kartu Merah

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Hasil Swiss vs Bosnia berakhir telak 4-1 untuk kemenangan Swiss pada laga kedua Grup B Piala Dunia 2026 di Stadion SoFi, Inglewood, California, Jumat, 19 Juni 2026 pukul 02.00 WIB.

Namun, skor akhir tidak sepenuhnya menggambarkan betapa alotnya laga ini. Swiss sempat buntu selama 74 menit. Bosnia-Herzegovina nyaris menyeret pertandingan ke pola lama mereka: imbang, rapat, dan menyebalkan bagi lawan.

Kutukan imbang Bosnia nyaris benar-benar terjadi. Hingga pertengahan babak kedua, Swiss yang unggul ranking FIFA, unggul kualitas, dan lebih dominan dalam penguasaan bola belum juga mampu membongkar pertahanan Bosnia.

Laga baru pecah setelah Johan Manzambi mencetak gol pembuka pada menit ke-74. Setelah itu, kartu merah Tarik Muharemovic pada menit ke-80 menjadi titik patah. Bosnia runtuh, Swiss meledak, dan injury time berubah menjadi panggung gol.

Swiss Buntu Lama, Bosnia Hampir Selamat

Sejak awal laga, Swiss tampil lebih dominan. Mereka memegang kendali permainan, mengalirkan bola lebih rapi, dan lebih sering menekan wilayah pertahanan Bosnia.

Namun, Bosnia tidak datang untuk bermain terbuka. Tim peringkat 64 FIFA itu memilih menjaga blok pertahanan, menutup ruang, dan memaksa Swiss bekerja keras mencari celah.

Babak pertama pun berakhir tanpa gol. Skor 0-0 saat turun minum menjadi gambaran bahwa Bosnia berhasil membawa laga ke wilayah yang mereka sukai: lambat, rapat, dan penuh kesabaran.

Situasi ini membuat hasil Swiss vs Bosnia sempat terasa seperti lanjutan dari tren imbang Bosnia dalam beberapa laga terakhir. Apalagi sebelum pertandingan ini, Bosnia dikenal sering menyelesaikan laga dengan hasil seri di waktu normal.

Swiss baru benar-benar membuka kunci pada menit ke-74. Johan Manzambi menyambar bola rebound di dalam kotak penalti dan menembakkannya ke sisi kanan gawang. Gol itu mengubah skor menjadi 1-0 dan sekaligus merusak rencana besar Bosnia untuk bertahan lebih lama.

Gol Manzambi menjadi titik awal perubahan laga. Bosnia yang sebelumnya tampak cukup disiplin mulai kehilangan keseimbangan. Tekanan Swiss makin deras, sementara Bosnia mulai terlihat goyah.

Kartu Merah Mengubah Arah

Petaka besar Bosnia datang pada menit ke-80. Tarik Muharemovic diganjar kartu merah setelah melakukan reaksi yang dinilai tidak perlu oleh wasit.

Momen ini menjadi titik balik paling penting dalam laga. Setelah bermain dengan 10 orang, Bosnia kehilangan struktur pertahanan. Ruang mulai terbuka, Swiss makin leluasa menyerang, dan pertandingan berubah cepat.

Empat menit setelah kartu merah itu, Swiss menggandakan keunggulan. Pada menit ke-84, Breel Embolo mengirim operan sederhana kepada Ruben Vargas di dalam kotak penalti. Vargas menyelesaikannya dengan tenang ke sudut kanan bawah gawang. Swiss unggul 2-0.

Bosnia semakin sulit keluar dari tekanan. Swiss tidak hanya unggul jumlah pemain, tetapi juga unggul momentum. Serangan mereka lebih tajam, lebih cepat, dan lebih percaya diri.

Menit ke-90, Swiss kembali mencetak gol. Ruben Vargas kali ini menjadi pemberi assist untuk Johan Manzambi. Manzambi menunjukkan determinasi kuat untuk merebut bola sebelum melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang. Swiss menjauh 3-0.

Bosnia sempat memperkecil kedudukan pada menit 90+3 melalui Ermin Mahmic. Ia mendapatkan bola di batas kotak penalti, lalu melepaskan tembakan sentuhan pertama yang masuk melalui kolong mistar gawang. Skor berubah menjadi 3-1.

Namun, harapan kecil Bosnia tidak bertahan lama. Pada masa injury time, Amar Memic melakukan pelanggaran yang membuat Swiss mendapat penalti. Granit Xhaka maju sebagai eksekutor dan menuntaskan tugasnya dengan sempurna pada menit 90+7. Swiss menutup laga dengan kemenangan 4-1.

Kemenangan ini membuat Swiss memuncaki Grup B dengan empat poin dari dua pertandingan. Swiss mencatat produktivitas gol 5:2. Sementara Bosnia-Herzegovina tertahan dengan satu poin dari dua laga, dengan catatan gol 2:5.

Secara statistik, dominasi Swiss juga terlihat jelas. Swiss menguasai bola 62 persen berbanding 38 persen. Expected goals Swiss mencapai 1,20, jauh di atas Bosnia yang hanya 0,24. Swiss juga mencatat 33 sentuhan di kotak penalti lawan, sedangkan Bosnia hanya delapan.

Dalam statistik utama lain, Swiss unggul 13 berbanding lima total tembakan, tujuh berbanding tiga tembakan ke arah gawang, serta tiga berbanding nol kesempatan besar. Data itu menunjukkan kemenangan Swiss bukan sekadar hasil dari kartu merah, tetapi juga buah dari tekanan yang terus dipelihara sepanjang laga.

Meski begitu, cerita utama laga ini tetap ada pada kesabaran Swiss dan runtuhnya Bosnia setelah kartu merah. Selama 74 menit, Bosnia hampir berhasil membawa Swiss masuk ke jebakan imbang. Namun, satu gol pembuka, satu kartu merah, dan rentetan gol di akhir laga membuat kutukan imbang itu akhirnya pecah.

Hasil Swiss vs Bosnia 4-1 menjadi bukti bahwa laga yang lama buntu bisa berubah menjadi pesta gol hanya dalam hitungan menit. Sepak bola memang begitu: 70 menit seperti rapat tanpa keputusan, lalu 20 menit terakhir mendadak semua tanda tangan keluar sekaligus. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Dingo Belanda Tumbang di Tangan Pejuang Karangresik

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Roda-roda kendaraan lapis baja itu berhenti...

Pengakuan Belanda: Jalur Ciamis–Cirebon adalah Jalur Kematian

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Belanda datang dengan pasukan terlatih, kendaraan...

Perlawanan Pelajar Ciamis Bikin Belanda Kewalahan

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada 1947, sejumlah pelajar Ciamis berangkat bukan...

Ade Hendar: Tasikmalaya Bukan Tempat Mengungsi, tapi Pusat Kendali

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota...

Di Tengah Kecamuk Perang, Payung Geulis Tetap Dilukis

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada 28 Juni 1948, beberapa perajin di...

PRIANGAN TIMUR

Gudang di Hegarsari Kota Banjar Terbakar, Damkar Bergerak Cepat Lakukan Pemadaman

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Sebuah gudang di lingkungan Hegarsari, Kecamatan...

Kebakaran Ruko di Banjarsari Ciamis, Toko Elektronik Hangus dan Kerugian Capai Rp1,5 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran melanda sebuah ruko yang digunakan...

Kebakaran Kandang Ayam di Panawangan Ciamis, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran melanda sebuah kandang ayam milik...

32 Pramuka Garut Dijadwalkan Dilepas Menuju Jambore Nasional 2026

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 32 Pramuka Garut dijadwalkan menjalani pelepasan resmi...

Lowongan Kerja Tasikmalaya untuk BIM Designer dan Cost Estimator Tutup 10 Agustus

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Lowongan kerja Tasikmalaya untuk posisi BIM Designer serta...

JAWA BARAT

Larangan Knalpot Brong di Jabar, Sejauh Mana Penertibannya?

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Penertiban knalpot brong di Jabar...

Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen, Siapa Menikmati?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ekonomi Jabar tumbuh 5,73 persen pada triwulan...

Batu Karas Surf Festival: Berselancar di Atas Gelombang 2,9 Meter Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Batu Karas Surf Festival memasuki hari kedua...

Kali Cileungsi Tercemar, Dampaknya Mengalir hingga Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Kali Cileungsi tercemar. Hasil pengujian laboratorium menemukan sejumlah...

Terungkap! Vendor Proyek SixNine Padel Tebang 10 Pohon Demi Videotron

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG – Fakta baru terungkap dalam kasus...

Jelang Reaktivasi Bandara Husein, KDM Siapkan Wajah Baru Cihampelas Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Kawasan Cihampelas, salah satu ikon wisata...

Terungkap! Dugaan Pencabulan Murid Sukabumi oleh Oknum Guru Ngaji.

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI – Kasus Pencabulan Murid Sukabumi yang...

Diduga Salah Paham, Santri Karawang Dituduh Begal hingga Derita Luka Bakar

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Seorang santri berusia 17 tahun di...

Olahraga

Popular Categories