lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Perancis membuka perjalanan di Grup I Piala Dunia 2026 dengan kemenangan panas atas Senegal. Bertanding di Meadowlands Stadium, East Rutherford, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB, Les Bleus menang 3-1 setelah sempat dibuat buntu sepanjang babak pertama.
Laga ini bukan sekadar cerita Perancis menang. Ini cerita tentang tim besar yang nyaris mati gaya selama 45 menit, lalu berubah ganas setelah jeda. Senegal sempat membuat Perancis terlihat biasa saja. Tapi begitu babak kedua berjalan, Kylian Mbappe dan kawan-kawan menyalakan mesin penghancur.
Perancis menang lewat dua gol Kylian Mbappe dan satu gol Bradley Barcola. Senegal hanya mampu membalas melalui Ibrahim Mbaye pada masa injury time.
Babak Pertama: Perancis Mandek, Senegal Lebih Berbahaya
Secara nama besar, Perancis jelas lebih mentereng. Ada Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, Aurelien Tchouameni, Adrien Rabiot, William Saliba, Dayot Upamecano, hingga Mike Maignan.
Namun, nama besar itu tidak langsung membuat Perancis nyaman. Pada babak pertama, Perancis justru tampil tumpul. Data pertandingan menunjukkan Perancis hanya mencatat 0,02 expected goals atau xG, satu tembakan, dan tidak satu pun tembakan tepat sasaran.
Sebaliknya, Senegal tampil lebih hidup. Tim Afrika itu mencatat 0,44 xG, lima tembakan, satu tembakan tepat sasaran, dan dua peluang besar. Dengan kata lain, Senegal lebih dekat mencetak gol pada babak pertama.
Perancis memang unggul penguasaan bola 56 persen berbanding 44 persen. Tetapi dominasi itu tidak menghasilkan ancaman nyata. Bola lebih sering berputar, bukan menusuk. Ibarat punya pisau tajam, tapi masih sibuk mencari talenan.
Babak pertama pun berakhir 0-0. Skor itu cukup adil untuk Perancis, tetapi terasa rugi bagi Senegal yang sebenarnya punya peluang lebih matang.
Babak Kedua: Mbappe Buka Kunci, Perancis Meledak
Setelah turun minum, wajah pertandingan berubah drastis. Perancis yang semula lambat tiba-tiba bermain lebih vertikal, lebih cepat, dan lebih berani masuk ke kotak penalti Senegal.
Perubahan itu terlihat jelas dari data babak kedua. Perancis mencatat 1,87 xG, 10 tembakan, delapan tembakan tepat sasaran, dan empat peluang besar. Senegal justru turun drastis dengan hanya 0,06 xG dan satu tembakan.
Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-66. Kylian Mbappe membawa Perancis unggul 1-0 setelah menerima umpan Michael Olise. Gol itu menjadi titik balik besar. Senegal yang sebelumnya disiplin mulai goyah.
Perancis kemudian memasukkan Bradley Barcola pada menit ke-80. Keputusan itu langsung terasa. Dua menit kemudian, Barcola mencetak gol kedua Perancis setelah memanfaatkan umpan Adrien Rabiot.
Skor berubah menjadi 2-0. Perancis makin percaya diri, sedangkan Senegal mulai kehilangan pijakan.
Drama Injury Time, Senegal Sempat Hidup Menyala, Dipadamkan Mbappe
Senegal sempat membuka harapan pada menit 90+5. Ibrahim Mbaye mencetak gol dan memperkecil kedudukan menjadi 2-1. Gol itu membuat pertandingan seperti akan menghadirkan drama akhir.
Namun, harapan Senegal hanya hidup sebentar. Satu menit kemudian, Mbappe kembali menghukum Senegal. Gol keduanya pada menit 90+6 membuat skor berubah menjadi 3-1 untuk Perancis.
Gol itu menutup laga dengan cara kejam. Senegal baru saja menyalakan api, Mbappe langsung datang membawa ember es.
Kemenangan ini membuat Perancis langsung memimpin Grup I dengan tiga poin dan selisih gol plus dua. Senegal sementara harus berada di dasar klasemen setelah kalah pada laga pembuka.
Pertandingan ini juga disaksikan 80.545 penonton dari kapasitas stadion 82.566. Laga dipimpin wasit A. Faghani dari Iran.
Bagi Perancis, kemenangan ini penting. Namun, babak pertama tetap menjadi alarm. Mereka menang besar karena ledakan babak kedua, bukan karena tampil sempurna sejak awal.
Bagi Senegal, kekalahan ini menyakitkan. Mereka punya babak pertama yang bagus, tetapi gagal memukul saat Perancis masih tumpul. Dalam laga sebesar Piala Dunia, gagal memanfaatkan momentum bisa berakhir mahal.
Perancis membuktikan satu hal: tim besar bisa buntu, bisa lambat panas, bahkan bisa terlihat biasa saja. Tapi ketika Mbappe sudah menemukan ruang, pertandingan bisa berubah hanya dalam hitungan menit. (AS)

