lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Hasil Austria vs Jordan pada laga pertama Grup J Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Austria. Pertandingan berlangsung di Stadion Levi’s, Santa Clara, Rabu (17/6/2026) pukul 11.00 WIB.
Austria memang menang. Tapi kemenangan ini tidak datang dengan jalan yang benar-benar nyaman. Jordan sempat membuat laga panas setelah menyamakan kedudukan pada awal babak kedua. Austria juga sempat dibuat deg-degan ketika gol Marko Arnautovic dianulir VAR karena handball.
Laga ini menjadi bukti bahwa selisih ranking FIFA tidak selalu membuat pertandingan berjalan mudah. Austria yang berada di ranking 24 FIFA harus bekerja keras menghadapi Jordan yang berada di ranking 63 FIFA.
Di atas kertas Austria unggul. Di lapangan, Jordan memberi perlawanan. Sayangnya, pada momen-momen penting, Austria lebih matang dan lebih tajam.
Austria Unggul Dulu, Jordan Bikin Panik
Austria membuka keunggulan pada menit ke-21 melalui gol Romano Schmid. Gol tersebut membuat Austria menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Namun Jordan tidak langsung tenggelam. Pada menit ke-50, Ali Olwan mencetak gol penyama kedudukan setelah menerima umpan Noor Al Rawabdeh. Skor berubah menjadi 1-1 dan laga kembali terbuka.
Gol itu membuat Austria harus memulai lagi dari awal. Tekanan yang semula ada di tangan Austria mulai terganggu. Jordan tampil lebih percaya diri dan beberapa kali mampu memberi ancaman.
Situasi makin menarik ketika Marko Arnautovic, yang masuk pada awal babak kedua, sempat mencetak gol pada menit ke-67. Namun gol tersebut dibatalkan setelah pemeriksaan VAR karena handball.
Momen itu menjadi titik panas pertandingan. Austria sempat terlihat kesal, sementara Jordan mendapat napas tambahan. Tapi sepak bola level Piala Dunia sering kejam pada tim yang terlalu lama bertahan di harapan.
Pada menit ke-76, Austria kembali unggul setelah Yazan Al Arab mencetak gol bunuh diri. Gol itu mengubah skor menjadi 2-1 dan membuat tekanan kembali berada di kubu Jordan.
Austria kemudian mengunci kemenangan pada menit 90+12 melalui penalti Marko Arnautovic. Skor akhir 3-1 untuk Austria.
Tembakan Sama, Tapi Peluang Austria Lebih Berbahaya
Data pertandingan menunjukkan cerita menarik. Total tembakan kedua tim sama-sama 11. Artinya, Jordan bukan sekadar datang, bertahan, lalu pulang. Mereka benar-benar memberi perlawanan.
Namun masalahnya ada pada kualitas peluang. Austria mencatat xG 1,66, sedangkan Jordan hanya 0,53. Austria juga memiliki tiga kesempatan besar, sementara Jordan tidak mencatat satu pun peluang besar.
Penguasaan bola juga menjadi milik Austria dengan 63 persen, sedangkan Jordan 37 persen. Austria lebih sering mengendalikan tempo, lebih banyak membawa bola, dan lebih sering masuk ke area berbahaya.
Sentuhan di kotak penalti lawan juga menunjukkan Austria lebih agresif. Austria mencatat 28 sentuhan di kotak penalti Jordan, sedangkan Jordan mencatat 21 sentuhan di kotak penalti Austria.
Dari data itu terlihat jelas: Jordan bisa melawan, tetapi Austria lebih tahu cara menyakiti lawan. Ibaratnya, Jordan banyak mengetuk pintu, Austria yang lebih sering masuk ruang tamu.
Arnautovic Jadi Tokoh Drama
Nama Marko Arnautovic menjadi salah satu tokoh utama dalam laga ini. Ia masuk pada awal babak kedua menggantikan Sasa Kalajdzic.
Arnautovic sempat merasakan pahit setelah golnya dianulir VAR pada menit ke-67 karena handball. Namun ia akhirnya tetap meninggalkan jejak besar lewat penalti pada masa tambahan waktu.
Penalti Arnautovic membuat Austria menutup laga dengan skor 3-1. Gol itu bukan hanya mengamankan kemenangan, tetapi juga menutup drama yang sejak babak kedua membuat laga terasa tegang.
Bagi Austria, kemenangan ini sangat penting. Mereka langsung mengumpulkan tiga poin dan menempel Argentina di papan atas Grup J.
Argentina berada di puncak klasemen sementara setelah menang 3-0 atas Aljazair. Austria berada di posisi kedua dengan tiga poin dan selisih gol 3-1. Jordan menempati posisi ketiga, sedangkan Aljazair berada di dasar klasemen.
Jordan Kalah, Tapi Tidak Memalukan
Meski kalah 1-3, Jordan tidak tampil buruk. Mereka mampu menyamakan kedudukan, mencatat jumlah tembakan yang sama dengan Austria, dan membuat pertandingan tetap hidup sampai babak kedua.
Namun pada akhirnya, pengalaman dan kualitas detail menjadi pembeda. Austria lebih tajam dalam memanfaatkan momen. Jordan justru terpukul oleh gol bunuh diri yang datang saat pertandingan masih bisa mereka kejar.
Kekalahan ini menjadi pelajaran mahal bagi Jordan. Pada level Piala Dunia, satu kesalahan kecil bisa mengubah arah pertandingan. Apalagi melawan tim seperti Austria yang punya pemain berpengalaman dan lebih tenang saat laga masuk fase genting.
Bagi Austria, hasil ini menjadi start yang manis, meski tidak sepenuhnya mulus. Mereka menang 3-1, mendapat tiga poin, dan menunjukkan bahwa mereka punya mental untuk keluar dari tekanan.
Namun Austria juga mendapat catatan penting. Jika menghadapi lawan yang lebih tajam dari Jordan, memberi ruang dan membiarkan lawan mencatat 11 tembakan bisa menjadi masalah besar.
Untuk sekarang, Austria boleh tersenyum. Menang tetap menang. Tapi kalau pendukungnya ikut deg-degan sampai menit 90+12, itu bukan kemenangan santai. Itu kemenangan yang bikin kopi dingin sebelum sempat diminum. (AS)

