3. Mexico City Dibayangi Protes dan Proyek Menjelang Laga Pembuka
Di balik gegap gempita laga pembuka Piala Dunia 2026, Mexico City sedang menghadapi situasi yang tidak sepenuhnya mulus. Reuters melaporkan, delapan hari sebelum menjadi tuan rumah pertandingan pembuka, ibu kota Meksiko itu diganggu aksi protes besar dan pekerjaan konstruksi yang belum sepenuhnya rampung.
Kelompok guru dari serikat CNTE dan pensiunan hakim turun ke jalan. Mereka memblokade ruas penting seperti Insurgentes dan Paseo de la Reforma untuk menuntut reformasi pensiun, kenaikan gaji, dan pembayaran pesangon. Kondisi ini membuat mobilitas warga terganggu, sementara kota tersebut juga masih menyelesaikan sejumlah pekerjaan infrastruktur menjelang kedatangan fans dunia.
Situasi ini menjadi salah satu catatan paling serius dalam persiapan jelang Piala Dunia 2026. Mexico City bukan kota biasa dalam sejarah sepak bola. Stadionnya pernah menjadi saksi momen-momen besar Piala Dunia, dan kini kembali mendapat kehormatan membuka turnamen. Namun, kehormatan besar selalu datang dengan pekerjaan rumah besar pula. Dalam bahasa warung kopi: jadi tuan rumah dunia itu keren, tapi jangan sampai tamunya datang saat ruang tamu masih dicat.
4. Isu Hak Asasi Manusia di Amerika Serikat Mengemuka
Kabar panas berikutnya datang dari Amerika Serikat. Sejumlah organisasi hak asasi manusia memperingatkan adanya “climate of fear” atau iklim ketakutan di sekitar penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia 2026 di AS. Reuters melaporkan, kekhawatiran itu berkaitan dengan kebijakan imigrasi, penegakan perbatasan, visa, dan keamanan bagi fans, jurnalis, pekerja, serta komunitas terdampak.
Sport & Rights Alliance menilai FIFA belum cukup menjawab risiko-risiko HAM yang muncul. Mereka menyoroti suasana politik dan kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang dianggap bisa membuat sebagian orang merasa tidak aman untuk datang, bekerja, atau meliput pertandingan.
Namun, pihak Gedung Putih membantah kekhawatiran tersebut. Pemerintah AS menyatakan turnamen akan berlangsung aman dan spektakuler. Di tingkat lokal, aparat di Los Angeles juga disebut menyatakan tidak akan melakukan penegakan imigrasi sipil di venue Piala Dunia. Isu ini membuat jelang Piala Dunia 2026 tidak hanya berbicara soal taktik, skuad, dan bintang lapangan, tetapi juga soal rasa aman di luar stadion.
Halaman selanjutnya: Meksiko Dibayangi Disktriminasi dan Aturan Baru Sepakbola

