lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Piala Dunia 2026 tinggal satu pekan lagi. Dari hitungan hari ini, Kamis 4 Juni 2026, menuju laga pembuka pada Kamis 11 Juni 2026 di Mexico City Stadium, pesta sepak bola terbesar dunia itu tinggal 7 hari lagi. FIFA mencatat turnamen edisi ini akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, dengan 48 tim, 104 pertandingan, dan tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Namun, kabar terbaru jelang Piala Dunia 2026 tidak hanya datang dari lapangan. Sepekan sebelum kick-off, sejumlah isu panas menyeruak: aturan penonton diperketat, seremoni pembukaan dibuat megah di tiga negara, Mexico City dibayangi protes dan proyek infrastruktur, sampai isu hak asasi manusia di Amerika Serikat. Sepak bola memang belum dimulai, tetapi dramanya sudah pemanasan duluan. Bola belum bergulir, tensi sudah naik.
1. FIFA Larang Botol Minum Reusable Masuk Stadion
Salah satu isu panas jelang Piala Dunia 2026 datang dari kebijakan baru FIFA soal keamanan stadion. Penonton tidak lagi diperbolehkan membawa botol minum reusable ke venue pertandingan. Reuters melaporkan, aturan itu masuk dalam pembaruan Stadium Code of Conduct FIFA dan berlaku untuk seluruh venue Piala Dunia 2026.
Kebijakan ini langsung menyita perhatian karena sejumlah kota tuan rumah diperkirakan menghadapi suhu panas saat turnamen berlangsung. Awalnya, botol kosong dan transparan masih masuk kategori boleh dibawa. Namun, FIFA kemudian melarang botol reusable bersama beberapa jenis wadah lain seperti gelas, kaleng, dan toples, dengan alasan mengurangi risiko benda dilempar ke lapangan atau tribun.
Di sisi lain, FIFA menyatakan sedang bekerja sama dengan kota tuan rumah dan otoritas lokal untuk menyiapkan langkah mitigasi panas. Di antaranya titik hidrasi, area misting, kipas, dan tenda pendingin di sekitar stadion. Artinya, keselamatan menjadi alasan utama, tetapi kenyamanan penonton tetap menjadi ujian besar jelang Piala Dunia 2026.
2. Pembukaan Dibuat Megah di Tiga Negara
Kabar kedua datang dari seremoni pembukaan Piala Dunia 2026. Tidak seperti edisi-edisi sebelumnya, pembukaan kali ini tidak hanya bertumpu pada satu panggung. AP melaporkan, Piala Dunia 2026 akan menampilkan tiga seremoni pembukaan bertabur bintang di tiga negara tuan rumah: Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
Seremoni pertama akan digelar di Mexico City pada 11 Juni 2026, beriringan dengan laga pembuka. Dua seremoni lain disiapkan di Toronto dan Los Angeles pada 12 Juni 2026. Konsep ini menegaskan wajah baru Piala Dunia 2026 sebagai turnamen lintas negara, lintas budaya, dan lintas panggung hiburan global.
Bagi FIFA, format tiga seremoni ini menjadi cara untuk menampilkan persatuan tiga negara tuan rumah. Bagi penonton, ini menjadi magnet tambahan. Jelang Piala Dunia 2026, sepak bola tidak hanya dijual sebagai pertandingan 90 menit, tetapi juga sebagai festival global yang memadukan olahraga, musik, budaya, dan gengsi kota-kota besar.
Halaman selanjutnya: Isu HAM di Negeri Paman SAM
























