Hepatitis Sering Datang Diam-Diam, Kapan Kita Harus Tes?

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Hari Hepatitis Sedunia yang diperingati Selasa, 28 Juli 2026, membawa pesan yang seharusnya tidak berhenti sebagai seruan seremonial: seseorang dapat terlihat sehat, bekerja seperti biasa, dan tidak merasakan keluhan apa pun, tetapi menyimpan virus yang perlahan melukai hatinya. Hepatitis memang kerap datang tanpa mengetuk pintu.

Pertanyaan pentingnya kemudian bukan hanya bagaimana mengenali gejala hepatitis, melainkan kapan kita harus menjalani tes. Menunggu mata menguning atau perut membesar jelas bukan pilihan bijak. Pada fase itu, kerusakan hati mungkin sudah berjalan jauh.

Kementerian Kesehatan pada Juni 2026 memperkirakan cakupan skrining hepatitis di Indonesia baru sekitar 10 persen. Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menargetkan 90 persen kasus hepatitis terdeteksi dan 80 persen penderitanya memperoleh pengobatan. Kesenjangan tersebut menjelaskan mengapa banyak kasus baru diketahui setelah berkembang menjadi sirosis atau kanker hati. Kementerian Kesehatan

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar, prevalensi hepatitis B di Indonesia memang turun dari 7,1 persen pada 2013 menjadi 2,4 persen pada 2023. Penurunan itu menggembirakan, tetapi bukan alasan untuk lengah. Dalam pedoman WHO, wilayah dengan prevalensi antigen permukaan hepatitis B atau HBsAg di atas 2 persen dianjurkan menyediakan dan menawarkan pemeriksaan kepada seluruh orang dewasa. Kementerian Kesehatan, WHO

Mengapa Hepatitis Bisa Lama Tidak Diketahui?

Hepatitis merupakan peradangan hati. Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi virus, konsumsi alkohol, obat tertentu, gangguan metabolik, hingga penyakit autoimun. Namun, dalam pembicaraan mengenai penyakit menular, perhatian terbesar tertuju pada hepatitis virus tipe A, B, C, D, dan E.

Hepatitis A dan E umumnya menular melalui makanan atau air yang tercemar. Keduanya lebih sering menimbulkan penyakit akut. Sementara itu, hepatitis B, C, dan D dapat berkaitan dengan infeksi kronis yang berlangsung bertahun-tahun.

Hepatitis B dapat menular melalui darah dan cairan tubuh, hubungan seksual, penggunaan alat suntik bersama, peralatan tato atau tindik yang tidak steril, serta dari ibu kepada bayi ketika melahirkan. Hepatitis C terutama menular melalui paparan darah yang telah terkontaminasi.

Masalahnya, sebagian besar orang yang baru terinfeksi hepatitis B tidak mengalami gejala. Hepatitis C bahkan dapat bertahan tanpa keluhan selama puluhan tahun, sampai kerusakan hati memunculkan gejala yang lebih berat. WHO mencatat hanya sekitar 27 persen orang yang hidup dengan hepatitis B di dunia mengetahui status infeksinya pada 2024.

Jika gejala muncul, bentuknya dapat berupa kelelahan berat, kehilangan selera makan, mual, muntah, nyeri perut kanan atas, urine berwarna gelap, tinja pucat, nyeri sendi, serta perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi kuning.

Namun, gejala tersebut tidak dapat memastikan jenis hepatitis. Mata kuning bukan “kartu identitas” satu virus tertentu. Pemeriksaan laboratorium tetap dibutuhkan karena hepatitis B secara klinis tidak dapat dibedakan secara pasti dari hepatitis yang disebabkan virus lain.

Tes fungsi hati seperti alanine aminotransferase dan aspartate aminotransferase—lazim disingkat ALT dan AST—juga tidak sama dengan tes virus hepatitis. Pemeriksaan itu dapat menunjukkan adanya cedera atau gangguan pada hati, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan seseorang terinfeksi hepatitis B atau C.

Untuk skrining hepatitis B, salah satu pemeriksaan awal yang digunakan adalah HBsAg. Dalam pemeriksaan yang lebih lengkap, tenaga medis dapat menambahkan anti-HBs dan anti-HBc untuk melihat apakah seseorang sedang terinfeksi, pernah terinfeksi, telah memiliki kekebalan akibat vaksinasi, atau masih rentan.

Sementara itu, pemeriksaan hepatitis C biasanya dimulai dengan tes antibodi anti-HCV. Hasil reaktif menunjukkan seseorang pernah terpapar virus, tetapi belum otomatis berarti virus masih aktif. Karena itu, hasil tersebut perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan HCV RNA. WHO menjelaskan bahwa sekitar 30 persen orang yang terinfeksi dapat membersihkan virus secara spontan, tetapi antibodinya tetap terdeteksi.

Jadi, Kapan Kita Harus Menjalani Tes?

Orang dewasa di Indonesia patut mempertimbangkan pemeriksaan hepatitis B setidaknya sekali, terutama jika belum pernah mengetahui status HBsAg atau tidak memiliki catatan imunisasi yang jelas. Pertimbangannya bukan semata-mata karena merasa pernah melakukan sesuatu yang berisiko. Banyak orang tidak mengetahui dari mana atau kapan penularan berlangsung.

Tes hepatitis menjadi lebih mendesak bagi beberapa kelompok berikut.

Pertama, ibu hamil. WHO merekomendasikan seluruh ibu hamil menjalani pemeriksaan HBsAg sedini mungkin dalam masa kehamilan. Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti calon ibu, melainkan membuka kesempatan mencegah penularan kepada bayi.

Kementerian Kesehatan mencatat 89,6 persen ibu hamil telah menjalani skrining hepatitis B pada 2024. Lebih dari 93 persen bayi yang lahir dari ibu dengan HBsAg reaktif juga telah menerima intervensi pencegahan. Bayi yang terinfeksi saat lahir memiliki risiko sangat tinggi mengalami hepatitis B kronis.

Kedua, orang yang tinggal serumah atau memiliki pasangan yang terinfeksi hepatitis B. Pemeriksaan dibutuhkan untuk mengetahui status infeksi sekaligus menentukan kebutuhan vaksinasi bagi orang yang belum kebal.

Ketiga, tenaga medis dan tenaga kesehatan, terutama mereka yang berisiko tertusuk jarum atau bersentuhan dengan darah. Kelompok lain meliputi orang yang pernah berbagi jarum suntik, menjalani tato atau tindik dengan alat yang sterilitasnya tidak pasti, menerima prosedur medis yang tidak aman, serta pernah menerima transfusi darah ketika sistem penyaringan darah belum sebaik sekarang.

Keempat, orang yang hidup dengan HIV, tuberkulosis, atau penyakit hati; menjalani hemodialisis; pernah berada di lembaga pemasyarakatan; atau berasal dari keluarga dan wilayah dengan riwayat hepatitis yang tinggi.

Kelima, siapa pun yang mengalami paparan darah atau cairan tubuh yang dicurigai tercemar. Pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda sampai gejala muncul. Waktu tes dan kemungkinan pemeriksaan ulang perlu ditentukan tenaga medis karena terdapat masa jendela, yakni rentang ketika infeksi sudah terjadi tetapi penandanya belum tentu terdeteksi.

Keenam, orang dengan hasil pemeriksaan fungsi hati yang tidak normal, kelelahan berkepanjangan tanpa sebab jelas, urine gelap, mata menguning, pembengkakan perut, atau nyeri menetap di bagian kanan atas perut. Keluhan tersebut memang tidak selalu disebabkan hepatitis, tetapi cukup menjadi alasan untuk segera mencari pemeriksaan.

Tes hepatitis tidak harus diulang setiap tahun oleh semua orang. Kebutuhan pemeriksaan ulang bergantung pada hasil awal, status vaksinasi, paparan baru, kondisi kesehatan, dan tingkat risiko masing-masing. Pemeriksaan rutin fungsi hati juga tidak dapat menggantikan tes khusus hepatitis B atau C.

Kabar baiknya, hepatitis B dapat dicegah dengan vaksin. Bila telah menjadi kronis, pengobatan antivirus dapat memperlambat perkembangan sirosis, menurunkan risiko kanker hati, dan memperbaiki harapan hidup. Hepatitis C belum memiliki vaksin, tetapi obat antivirus kerja langsung dapat menyembuhkan lebih dari 95 persen orang yang terinfeksi.

Dengan demikian, hasil reaktif bukan akhir perjalanan. Justru, mengetahui lebih dini memberikan kesempatan untuk melindungi hati sebelum kerusakannya menjadi sukar dipulihkan. Dalam perkara hepatitis, keberanian menjalani tes jauh lebih berharga daripada ketenangan palsu karena merasa tidak memiliki gejala. (AS)

magang nasional Tasikmalaya

247 Peserta Magang Nasional Tasikmalaya Mulai Program, 1.060 Orang Melamar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebanyak 247 peserta magang nasional Tasikmalaya memasuki pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch 2 setelah kuota mereka ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan. Pembukaan secara simbolis...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Lowongan Driver Ambulans Tasikmalaya Ditutup 22 September 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pendaftaran lowongan driver ambulans Tasikmalaya di RSU...

247 Peserta Magang Nasional Tasikmalaya Mulai Program, 1.060 Orang Melamar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebanyak 247 peserta magang nasional Tasikmalaya memasuki...

Wamenkes Dorong Program CKG Ciamis, Deteksi Dini Penyakit Berat

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kunjungan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia...

Hari Perdamaian Internasional, Gong Perdamaian Ciamis Jadi Pengingat dari Tatar Galuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peringatan Hari Perdamaian Internasional pada Senin, 21...

Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, 3 Keluarga Terdampak dan Butuh Bantuan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebuah Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, tepatnya...

JAWA BARAT

Sumur Bor Majalengka Layani 3.599 Warga di Empat Desa Saat Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Empat sumur bor Majalengka kini melayani...

Kebakaran Lahan Purwakarta, Api di Sindangpanon Dipadamkan Polisi dan Warga

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kebakaran lahan Purwakarta terjadi di kawasan Kampung...

KRL Bogor Tambah Empat Perjalanan Mulai 21 September, Kembali 392 Perjalanan per Hari

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. KRL Bogor kembali melayani 392 perjalanan per...

Gara-gara Pilkades, Ruang Bupati Bekasi Digembok Massa

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Suasana menjelang pelaksanaan Pilkades Kabupaten Bekasi...

PPPK Kementerian PU Tanam Ganja, Alasannya Bikin Geleng Kepala

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sulit mendapatkan ganja membuat seorang pegawai...

Danny Setiawan Berpulang, Dedi Mulyadi Kenang Jejaknya di Jabar

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Kabar duka datang dari Jawa...

Tambang Karawang Ditutup setelah Tiga Peringatan, Empat Syarat Harus Dipenuhi

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup operasional tambang Karawang...

Kebakaran Pabrik Losarang Padam Setelah Penanganan Berjam-jam, Penyebab Belum Dipastikan

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Kebakaran pabrik Losarang melanda Gedung 3 PT Food...

Olahraga

Popular Categories