Susi Langsung Bidik Isu Sensitif
Langkah awal setelah Susi Jadi Komisaris Bank Jabar langsung mengarah pada persoalan sensitif dalam sektor keuangan, yakni praktik pembiayaan dengan bunga tinggi yang berkembang di tengah masyarakat. Susi Pudjiastuti menilai Bank BJB perlu mengambil peran lebih aktif dalam menyediakan alternatif pembiayaan yang lebih adil dan terjangkau bagi warga Jawa Barat.
Dalam pandangannya, jika Bank Jabar (BJB) mampu masuk dan mengambil sebagian peran dalam ekosistem pembiayaan tersebut, maka beban masyarakat dapat ditekan secara signifikan. Gagasan ini memperkuat arah bahwa Susi Jadi Komisaris Bank Jabar membawa pendekatan baru yang tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga dampak sosial terhadap masyarakat.
Namun, Susi juga mengakui bahwa langkah tersebut tidak mudah. Diperlukan dukungan regulasi, kebijakan pemerintah daerah, serta kesiapan sistem perbankan agar Bank BJB dapat menjalankan peran tersebut secara optimal. Ia menekankan pentingnya pendekatan bertahap agar stabilitas sektor keuangan tetap terjaga.
Peran Dedi Mulyadi sebagai pemegang saham pengendali kembali menjadi sorotan dalam mendorong arah kebijakan ini. Dukungan pemerintah daerah diyakini dapat memperkuat posisi Bank Jabar dalam memperluas akses kredit masyarakat serta menghadirkan solusi pembiayaan yang lebih sehat dibanding praktik pinjaman berbunga tinggi.
Jika gagasan tersebut terealisasi, dampaknya berpotensi besar terhadap perekonomian daerah. Akses pembiayaan yang lebih terjangkau dapat meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong pertumbuhan usaha kecil, serta memperkuat stabilitas ekonomi lokal. Sebaliknya, tanpa dukungan kebijakan yang memadai, ide tersebut berisiko hanya menjadi wacana.
Di sisi lain, Susi mengakui bahwa dirinya belum memiliki pengalaman langsung dalam dunia perbankan. Meski demikian, ia optimistis latar belakangnya sebagai pengusaha dapat memberikan perspektif baru dalam pengambilan keputusan strategis. Ia bahkan mengaku tertantang menjalani peran barunya setelah Susi Jadi Komisaris Bank Jabar, yang menurutnya menjadi kesempatan untuk berkontribusi lebih luas bagi masyarakat.
Dengan dinamika tersebut, publik kini menaruh perhatian besar pada langkah konkret berikutnya dari Bank BJB. Sejak Susi Jadi Komisaris Bank Jabar, arah pembahasan tidak lagi sekadar soal kinerja bank, tetapi juga menyentuh langsung isu pembiayaan masyarakat, bunga pinjaman, serta kebutuhan akan sistem keuangan yang lebih inklusif di Jawa Barat. (AS)
