Rawat Kemerdekaan dengan Dialog, Jaga Kondusivitas Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.comBERITA TASIKMALAYA. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M., mengajak seluruh elemen masyarakat merawat kemerdekaan dengan membuka ruang dialog dan menjaga kondusivitas daerah, Sabtu (22/8/2026).

Seruan itu disampaikan menyikapi dinamika sosial di sejumlah daerah selama bulan kemerdekaan. Salah satunya terjadi di Pati, ketika dialog yang tidak mencapai titik temu berkembang menjadi ketegangan. Peristiwa tersebut dinilai perlu menjadi pelajaran tanpa harus membangun kecemasan di tengah masyarakat.

Dialog Jadi Benteng Pertama

Ade mengatakan, kemerdekaan memberikan hak kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Pada saat yang sama, pemerintah memiliki kewajiban mendengar dan memberikan respons yang jelas terhadap aspirasi tersebut.

“Bulan kemerdekaan mengingatkan kita bahwa kebebasan berbicara dan kesediaan mendengar merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. Masyarakat berhak menyampaikan aspirasi, sementara pemerintah wajib menyediakan ruang yang terbuka dan responsif,” kata Ade saat dihubungi Lintas Priangan.

Menurut dia, kondusivitas tidak boleh diartikan sebagai keadaan ketika masyarakat berhenti menyampaikan kritik. Kota yang kondusif justru memberikan tempat bagi perbedaan pendapat untuk diselesaikan secara terbuka.

“Kondusivitas bukan keadaan ketika kota sepi dari kritik. Kondusivitas tumbuh ketika kritik memiliki saluran, pemerintah bersedia mendengarkan, dan perbedaan diselesaikan sebelum berubah menjadi ketegangan,” ujarnya.

Ade menegaskan, langkah pencegahan tidak boleh dilakukan dengan mencurigai masyarakat maupun membatasi kebebasan berpendapat. Pencegahan harus dimulai dengan memperkuat komunikasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan berbagai kelompok masyarakat.

“Kita tidak sedang membangun rasa takut atau mencurigai masyarakat. Yang harus dibangun adalah kesiapan bersama: pemerintah jangan menutup telinga, masyarakat jangan kehilangan kendali, dan seluruh elemen jangan memberikan ruang kepada provokasi,” katanya.

Pemuda dan Tokoh Masyarakat Perkuat Ruang Komunikasi

Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Dhani Tardiwan Noor, mengatakan pemuda harus tetap kritis dalam mengawal kebijakan pemerintah. Namun, kritik perlu disampaikan berdasarkan fakta dan diarahkan untuk menghasilkan perbaikan.

“Pemuda tidak boleh kehilangan keberanian untuk bersikap kritis. Tetapi kritik harus disertai data, tanggung jawab, dan tawaran solusi. Pemerintah juga tidak boleh defensif ketika menerima kritik dari masyarakat,” kata Dhani.

Menurut dia, media sosial tidak boleh menjadi satu-satunya ruang bagi anak muda menyampaikan kegelisahan. Pemuda juga harus berani masuk ke ruang dialog dan mempertanggungjawabkan gagasannya.

Ketua FKUB Kota Tasikmalaya, H. Abun Sulaeman, S.Ag., menilai perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Tokoh agama memiliki tanggung jawab menjaga agar perbedaan tidak berkembang menjadi permusuhan.

“Agama tidak mengajarkan kita diam ketika melihat persoalan. Agama mengajarkan bagaimana menyampaikan kebenaran dengan bijaksana. Kedamaian bukan lahir karena tidak ada perbedaan, tetapi karena setiap perbedaan diselesaikan dengan kepala dingin,” ujarnya.

Ketua FPK Kota Tasikmalaya, Syahrial Koto, mengingatkan bahwa keberagaman etnis merupakan kekuatan sosial yang harus dirawat. Informasi maupun persoalan dari luar daerah tidak boleh diterima secara mentah hingga memengaruhi hubungan antarkelompok di Kota Tasikmalaya.

“Kota Tasikmalaya adalah rumah bersama. Perbedaan latar belakang tidak boleh membuat kita mudah terpecah. Setiap informasi harus dipahami secara jernih dan setiap persoalan harus dikembalikan kepada kepentingan bersama,” kata Syahrial.

Sementara itu, Ketua FKDM Kota Tasikmalaya, Kompol (Purn.) H. Didik Rohim Hadi, S.H., M.Si., mengatakan kewaspadaan dini tidak berarti mencurigai masyarakat. Kewaspadaan justru dimulai dengan mengenali keluhan dan mempercepat klarifikasi terhadap informasi yang berpotensi menimbulkan gesekan.

“Masalah kecil yang segera dikomunikasikan tidak akan mudah berkembang menjadi kerawanan. Karena itu, informasi harus diperiksa sebelum disebarkan dan keluhan masyarakat harus ditangani sebelum menumpuk menjadi kekecewaan,” kata Didik.

Ade Hendar menutup seruan tersebut dengan mengingatkan bahwa merawat kemerdekaan tidak cukup dilakukan melalui upacara dan pengibaran bendera. Semangat kemerdekaan juga perlu diwujudkan dengan menjaga hak masyarakat untuk didengar serta tanggung jawab bersama merawat Kota Tasikmalaya tetap aman dan kondusif. (NS/AS)

Festival Lekker 2026

Festival Lekker 2026 Masuki Hari Terakhir di Kota Banjar

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Festival Lekker 2026 memasuki hari terakhir penyelenggaraan di Gelora Banjar Patroman, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Sabtu, 22 Agustus 2026. Agenda yang menjadi bagian...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Festival Lekker 2026 Masuki Hari Terakhir di Kota Banjar

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Festival Lekker 2026 memasuki hari terakhir penyelenggaraan di...

Pilkades Ciamis 2026 Pakai Sistem Digital di 40 Desa, Tahapan Mulai September

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pilkades Ciamis 2026 akan menggunakan sistem pemungutan...

Rumah Ambruk di Ciamis, Penghuni Terpaksa Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Rumah milik Hendarso, warga Lingkungan Rancapetir...

Atap Rumah Warga Rancah Ambruk, FPI dan HILMI Ciamis Bergerak

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.— Atap rumah milik Hj. Ukat Katim,...

FPI Kembali Gerebek Gudang Miras di Ciamis, Botol Dihancurkan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Front Persaudaraan Islam (FPI) kembali melakukan...

JAWA BARAT

Gempa M5,8 Guncang Sumur Banten, Disusul M3,8: Warga agar Waspada

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,8...

Bandung Great Sale Mulai 21 Agustus, Lebih dari 700 Pelaku Usaha Terlibat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandung Great Sale 2026 dijadwalkan mulai Jumat,...

Warga Perbatasan Kuningan-Cirebon Siaga Kebakaran Bentuk MPA

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Masyarakat di kawasan perbatasan Kabupaten Kuningan...

Pemuda Kabupaten Bogor Punya Usaha? Kesempatan Emas Program Inkubasi, Kuota Terbatas

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kabar baik bagi pemuda Kabupaten Bogor...

12 Daerah Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis Jabar hingga 20 Agustus

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menempatkan 12...

Rahasia Wawangi Situ Gede Pentas di Taman Budaya Jabar Sore Ini

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pementasan Rahasia Wawangi Situ Gede dari Kota Tasikmalaya...

Hari Jadi Jawa Barat ke-81, DPRD Gelar Paripurna Malam Ini di Gedung Sate

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hari Jadi Jawa Barat ke-81 diperingati Rabu,...

Citilink Bandung Balikpapan Dijadwalkan Mulai Terbang 18 Agustus dari Husein

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penerbangan langsung Citilink Bandung Balikpapan dijadwalkan mulai...

Olahraga

Popular Categories