lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Bus Coyo terbakar di Jalur Pantura Cirebon, tepatnya di kawasan Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Kamis siang, 28 Mei 2026. Kebakaran itu membuat arus lalu lintas sempat tersendat karena badan bus dilalap api di tepi jalan utama.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa bus terbakar di Cirebon tersebut. Penumpang dan kru berhasil turun sebelum api membesar. Namun, kondisi bus rusak parah setelah kobaran api cepat menjalar ke bagian kendaraan.
Asap Muncul dari Area AC, Sopir Langsung Menepi
Peristiwa kebakaran Bus Coyo itu terjadi saat kendaraan melaju di jalur Pantura. Sejumlah laporan menyebut bus tersebut merupakan bus antarkota jurusan SemarangโCirebon. Namun, laporan lain menulis bus bergerak dari arah Tegal menuju Cirebon. Karena itu, titik paling aman dari peristiwa ini adalah lokasinya: Pantura Rawaurip, Pangenan, Kabupaten Cirebon.
Sopir bus, Yudi, menyadari ada tanda bahaya ketika asap mulai muncul dari bagian dalam kendaraan. Asap itu disebut terlihat dari area AC atau bagian atas kabin bus. Melihat kondisi tersebut, Yudi segera menepikan kendaraan ke bahu jalan. Keputusan cepat itu membuat penumpang bisa turun sebelum api membesar.
Dalam sejumlah keterangan, jumlah penumpang disebut sekitar tiga orang. Mereka langsung turun bersama kru setelah bus berhenti. Kru juga sempat mencabut aki kendaraan untuk mencegah aliran listrik memperparah kebakaran. Namun, api telanjur membesar dan membuat upaya awal pemadaman tidak mudah dilakukan.
Video amatir warga yang beredar memperlihatkan asap hitam pekat membubung dari badan bus. Api kemudian terlihat membakar bagian kendaraan dengan cepat. Situasi itu membuat pengguna jalan melambat dan warga sekitar ikut panik.
Meski begitu, keputusan sopir menepi lebih dulu menjadi faktor penting. Dalam peristiwa seperti ini, hitungan detik bisa menentukan banyak hal. Kalau telat sedikit saja, ceritanya mungkin bukan lagi soal bus hangus, tetapi soal keselamatan manusia.
Arus Pantura Sempat Tersendat, Polisi dan Damkar Turun
Insiden Bus Coyo Pantura Cirebon itu juga berdampak pada lalu lintas. Jalur Pantura merupakan salah satu akses utama kendaraan dari dan menuju Cirebon. Saat api membesar, petugas harus mengamankan lokasi agar kendaraan lain tidak terlalu dekat dengan sumber api.
Kapolsek Pangenan AKP Abdul Majid menyebut pihaknya menerima laporan warga terkait kebakaran bus di wilayah Rawaurip. Polisi kemudian berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan unit lalu lintas untuk menangani api sekaligus mengatur arus kendaraan.
Petugas pemadam kebakaran dari Kecamatan Pangenan datang ke lokasi untuk memadamkan api. Setelah api berhasil dikendalikan, kondisi jalan berangsur aman. Arus lalu lintas yang sempat tersendat juga mulai kembali normal.
Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada gangguan kelistrikan. Beberapa laporan menyebut korsleting AC bus sebagai pemicu munculnya asap dan api. Namun, penyebab pasti tetap perlu menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari petugas.
Akibat kebakaran tersebut, Bus Coyo mengalami kerusakan berat. Hampir seluruh bagian kendaraan hangus. Meski kerugian materi cukup besar, keselamatan penumpang menjadi kabar paling melegakan dari kejadian ini.
Peristiwa bus terbakar Rawaurip ini menjadi pengingat bagi operator angkutan umum untuk rutin memeriksa sistem kelistrikan, AC, dan ruang mesin. Pemeriksaan kecil sebelum berangkat bisa mencegah masalah besar di jalan.
Bagi penumpang, kejadian ini juga memberi pelajaran penting. Saat melihat asap, mencium bau gosong, atau mendengar instruksi darurat dari kru, jangan menunda untuk turun. Tas bisa dibeli lagi. Nyawa tidak tersedia di loket mana pun. (AS)
Baca Berita Daerah Jawa Barat lainnya di Google News





















