Sudah Mulai Tenang, 2 Kampus Malah Diserang, Apa Target Aparat?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tanggal 1 September kemarin menjadi momentum yang krusial. Setelah gelombang unjuk rasa kecil sebelumnya sempat memanas dan memicu kekhawatiran, berbagai elemen masyarakat bersepakat untuk tidak membiarkan hal serupa terulang. Wali kota, bupati, ulama, pemuda, organisasi mahasiswa, hingga komunitas ojek online dan seniman, semua bergerak. Semuanya rela melupakan kehangatan akhir pekan bersama keluarga, demi satu tujuan: memastikan aspirasi tetap tersampaikan tanpa anarkis, tanpa merugikan rakyat banyak.

Hasilnya nyata. Setidaknya di Tasikmalaya dan Ciamis misalnya, semua unsur bergandengan tangan mendeklarasikan pentingnya kondusifitas. Buahnya pun manis, ketika tiba di tanggal 1, jumlah massa memang lebih banyak, tapi jalannya lebih tertib. Penyusup pun berhasil diamankan aparat. Demokrasi tetap hidup, tetapi tidak menelan korban dan kerusakan. Ini adalah bukti bahwa kebersamaan bisa menjadi obat untuk ketegangan.

Namun justru di titik ketika situasi mulai mereda, kabar mengejutkan datang dari Bandung. Aparat masuk ke dua kampus, Unisba dan Unpas, menembakkan gas air mata hingga posko medis ikut terkena dampaknya. Jeritan minta tolong menggema dari lingkungan yang seharusnya aman bagi mahasiswa. Serangan ini terasa janggal, sebab di saat daerah lain sudah berhasil menjaga ketertiban, mengapa justru kampus, tempat ilmu dan dialog, tiba-tiba diperlakukan seperti medan bentrokan?

Kita tentu paham, aparat punya tugas menjaga keamanan. Tapi menyerang kampus malam-malam bukanlah jalan keluar. Pertanyaan besar pun muncul: apa sebenarnya target mereka? Jika tujuan menjaga ketertiban, mengapa dilakukan dengan cara yang justru memperlebar luka? Jika untuk membungkam suara mahasiswa, bukankah itu hanya akan menambah kebencian dan perlawanan?

Sejarah sudah berulang kali mencatat, kampus sering kali jadi korban ketika aparat kehilangan kendali. Pada 2020, Unisba juga pernah ditembaki gas air mata saat demonstrasi menolak Omnibus Law. Bahkan satpam kampus ikut jadi korban. Saat itu pihak rektorat sampai melaporkan insiden ke Kapolda. Kini, pola yang sama terulang lagi. Seakan-akan pesan yang ingin disampaikan sederhana: ada agenda terselubung yang sedang diperjuangkan.

Padahal, kampus adalah ruang lahirnya ide. Tempat diskusi, perbedaan pendapat, bahkan kritik, tumbuh dengan sehat. Jika ruang itu dirusak dengan gas air mata, apa yang tersisa dari demokrasi kita? Bagaimana mahasiswa bisa percaya bahwa negara benar-benar melindungi mereka?

Inilah yang seharusnya menjadi renungan kita bersama. Masyarakat sudah menunjukkan bahwa mereka bisa menjaga ketertiban tanpa harus membungkam aspirasi. Maka ketika aparat justru memilih jalur kekerasan di saat ketenangan sudah mulai tercapai, wajar bila publik bertanya-tanya: apa sebenarnya yang mereka cari?

Kampus bukanlah sasaran, melainkan cahaya. Dan jika cahaya itu terus ditembakkan gas air mata, maka gelaplah jalan demokrasi kita.

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Wamenkes Dorong Program CKG Ciamis, Deteksi Dini Penyakit Berat

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kunjungan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia...

Hari Perdamaian Internasional, Gong Perdamaian Ciamis Jadi Pengingat dari Tatar Galuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peringatan Hari Perdamaian Internasional pada Senin, 21...

Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, 3 Keluarga Terdampak dan Butuh Bantuan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebuah Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, tepatnya...

Kebakaran Rumah di Panjalu, Pemilik Alami Luka Bakar 75 Persen

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran Rumah di Panjalu menghanguskan sebuah...

Haornas ke-43 di Ciamis, Warga Diajak Tidak ‘Mager’

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Olahraga tidak harus selalu identik dengan...

JAWA BARAT

Sumur Bor Majalengka Layani 3.599 Warga di Empat Desa Saat Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Empat sumur bor Majalengka kini melayani...

Kebakaran Lahan Purwakarta, Api di Sindangpanon Dipadamkan Polisi dan Warga

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kebakaran lahan Purwakarta terjadi di kawasan Kampung...

KRL Bogor Tambah Empat Perjalanan Mulai 21 September, Kembali 392 Perjalanan per Hari

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. KRL Bogor kembali melayani 392 perjalanan per...

Gara-gara Pilkades, Ruang Bupati Bekasi Digembok Massa

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Suasana menjelang pelaksanaan Pilkades Kabupaten Bekasi...

PPPK Kementerian PU Tanam Ganja, Alasannya Bikin Geleng Kepala

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sulit mendapatkan ganja membuat seorang pegawai...

Danny Setiawan Berpulang, Dedi Mulyadi Kenang Jejaknya di Jabar

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Kabar duka datang dari Jawa...

Tambang Karawang Ditutup setelah Tiga Peringatan, Empat Syarat Harus Dipenuhi

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup operasional tambang Karawang...

Kebakaran Pabrik Losarang Padam Setelah Penanganan Berjam-jam, Penyebab Belum Dipastikan

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Kebakaran pabrik Losarang melanda Gedung 3 PT Food...

Olahraga

Popular Categories