lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Pena Apollo 11 mungkin terlihat seperti alat tulis biasa. Panjangnya hanya sekitar 14 sentimeter. Namun, benda kecil inilah yang membantu Buzz Aldrin dan Neil Armstrong meninggalkan permukaan Bulan ketika sebuah sakelar penting di dalam modul pendaratan mengalami kerusakan.
Lebih dari setengah abad setelah peristiwa menegangkan itu, pena tersebut akan dilelang Sotheby’s pada Rabu, 15 Juli 2026. Nilainya diperkirakan mencapai US$800 ribu hingga US$1,2 juta. Lelang langsung dijadwalkan dimulai pukul 14.00 GMT atau sekitar pukul 21.00 WIB.
Sakelar Patah di Permukaan Bulan
Masalah bermula setelah Armstrong dan Aldrin kembali memasuki Lunar Module Eagle usai berjalan di permukaan Bulan pada Juli 1969. Di tengah ruang kabin yang sempit, tas penopang kehidupan yang dikenakan Aldrin diduga mengenai panel kendali.
Salah satu tombol pemutus arus atau circuit breaker pada sistem Engine Arm ditemukan patah. Komponen tersebut sangat penting karena digunakan dalam proses mengaktifkan mesin pendorong tahap naik.
Mesin itulah yang akan membawa Armstrong dan Aldrin meninggalkan Bulan untuk bertemu kembali dengan Michael Collins di modul komando Columbia.
Arsip percakapan Apollo 11 Lunar Surface Journal milik NASA mencatat saat Aldrin melaporkan kerusakan itu kepada pusat kendali di Houston.
Aldrin mengatakan bagian ujung sakelar tampak patah. Ia memperkirakan tombol tersebut masih dapat didorong masuk, tetapi khawatir tidak bisa ditarik kembali.
Situasi itu menghadirkan risiko yang sulit dibayangkan. Armstrong dan Aldrin telah berhasil melakukan pendaratan bersejarah. Namun, mereka masih harus memastikan Eagle dapat lepas landas dari Bulan.
NASA kemudian mencatat bahwa tombol sakelar tersebut berhasil ditekan menggunakan pena berujung serat. Penggunaan pena dipilih karena ujungnya tidak menghantarkan listrik sehingga memperkecil risiko korsleting atau munculnya percikan.
Pena Apollo 11 itu akhirnya membantu mengaktifkan sakelar yang dibutuhkan untuk keberangkatan. Eagle berhasil meninggalkan permukaan Bulan dan kedua astronaut kembali dengan selamat ke Bumi.
Dilelang Bersama Sakelar yang Patah
Dalam katalog resminya, Sotheby’s menawarkan pena tersebut sebagai satu paket bersama bagian sakelar Engine Arm yang patah.
Pena itu merupakan Duro “Rocket” berwarna hitam dengan badan aluminium dan ujung serat. Pada tutupnya masih terdapat potongan perekat Velcro yang biasa digunakan untuk menahan benda agar tidak melayang di lingkungan tanpa gravitasi.
Sotheby’s menyatakan kedua benda tersebut diterbangkan dan digunakan langsung di permukaan Bulan. Asal-usulnya diperkuat dengan surat keterangan yang ditandatangani Buzz Aldrin. Barang tersebut berasal dari koleksi pribadi pilot Lunar Module Apollo 11 itu dan kini ditawarkan oleh Buzz Aldrin Family Trust.
Berdasarkan katalog resmi Sotheby’s, penawaran sementara telah mencapai US$500 ribu menjelang dimulainya lelang langsung. Nilai akhirnya masih dapat berubah ketika proses lelang berlangsung.
Benda yang dilelang ini bukan sekadar memorabilia perjalanan antariksa. Pena Apollo 11 menjadi saksi bahwa dalam situasi paling genting, keselamatan manusia terkadang bergantung pada keberanian mengambil keputusan dan memanfaatkan benda sederhana.
Armstrong dan Aldrin memang pergi ke Bulan dengan teknologi terbaik pada zamannya. Namun, ketika sebuah komponen kecil patah dan perjalanan pulang mereka dipertaruhkan, sebuah pena felt-tip menjadi jalan keluar.
Ikuti Lintas Priangan di Google News dan Channel WhatsApp untuk mendapatkan kabar unik, aktual, dan menarik lainnya. (NS/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
