Indonesia Tak Punya Pilihan, Kecuali Pancasila!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Menyambut momentum Hari Kesaktian Pancasila, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M., menegaskan bahwa Pancasila merupakan ideologi yang tak tergantikan bagi bangsa Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa sejarah bangsa telah membuktikan, setiap upaya mengganti ideologi selain Pancasila selalu berakhir dengan kegagalan.

“Peristiwa G30S/PKI menjadi pengingat nyata. Hanya dalam waktu satu hari, upaya mengganti dasar negara dengan ideologi lain bisa dipatahkan, meski harus dibayar dengan nyawa tujuh pahlawan revolusi. Itu bukti, Pancasila tidak bisa diganti,” ujar Ade Hendar dalam wawancara, Selasa (30/9/2025).

Pancasila Ideologi Terbuka

Lebih jauh, Ade Hendar menjelaskan bahwa dalam ilmu politik, ideologi secara garis besar dibagi menjadi dua jenis: ideologi tertutup dan ideologi terbuka.

Ideologi tertutup adalah sistem nilai yang dipaksakan oleh penguasa tanpa ruang bagi partisipasi masyarakat. Sebaliknya, ideologi terbuka adalah ideologi yang nilai-nilainya digali dari kehidupan dan kebiasaan masyarakat itu sendiri.

“Pancasila jelas merupakan ideologi terbuka. Nilainya lahir dari pengalaman hidup bangsa Indonesia, bukan hasil impor atau paksaan dari luar. Karena itu, Pancasila sangat cocok untuk bangsa yang majemuk seperti Indonesia,” tegasnya.

Triprakara: Akar Historis Pancasila

Menurut Ade Hendar, Pancasila bersumber dari tiga pengalaman bangsa yang mendasar, yakni pengalaman beragama, pengalaman berbudaya, dan pengalaman bernegara. Tiga hal ini dikenal dengan istilah triprakara.

  • Pengalaman beragama: Sejak lama bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat religius yang menjunjung tinggi keyakinan kepada Tuhan dan nilai moral.

“Sejak dahulu bangsa kita sudah mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa. Itu bukan hal baru, bukan pula hasil kesepakatan politik setelah merdeka, melainkan sudah melekat dalam kehidupan masyarakat,” kata Ade Hendar.

Pernyataan tersebut selaras dengan pandangan Prof. Dr. Notonagoro, pakar Pancasila dari Universitas Gadjah Mada. Ia menegaskan bahwa “pengakuan kepada Tuhan Yang Maha Esa tidak muncul kemudian, melainkan sudah terkandung dalam kehidupan masyarakat sebelum berdirinya negara.”

  • Pengalaman berbudaya: Bangsa Indonesia sejak dulu memiliki norma budaya yang menata kehidupan bersama.

“Kita mengenal pranata pernikahan sebagai syarat hidup rukun, kita menolak judi dan mabuk karena merusak tatanan sosial. Nilai gotong royong juga sudah hidup berabad-abad dari Sabang sampai Merauke,” jelasnya.

  • Pengalaman bernegara: Sejarah panjang kerajaan-kerajaan di Nusantara membuktikan bahwa masyarakat sudah mengenal sistem politik, kepemimpinan, dan pemerintahan yang berlandaskan musyawarah.

“Nilai-nilai inilah yang kemudian dirumuskan menjadi Pancasila. Jadi, Pancasila bukan doktrin asing. Ia wajah asli bangsa Indonesia,” tambah Ade Hendar.

Tidak Bisa Digantikan

Ade Hendar menegaskan, kesaktian Pancasila bukan sekadar jargon, melainkan kenyataan sejarah. Sejak proklamasi hingga kini, Pancasila sudah teruji menghadapi berbagai tantangan ideologi asing.

“Kita pernah digempur komunisme, liberalisme, hingga fundamentalisme. Semua ideologi itu datang silih berganti, tapi bangsa ini tetap kokoh dengan Pancasila. Karena itulah saya katakan, Indonesia tidak punya pilihan lain,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga Pancasila adalah tugas bersama, bukan hanya pemerintah. Seluruh elemen bangsa harus ikut mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum Refleksi

Menyambut Hari Kesaktian Pancasila, Ade Hendar mengajak masyarakat menjadikan momen ini sebagai bahan perenungan.

“Jangan hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi momentum refleksi, bagaimana kita meneguhkan kembali komitmen pada ideologi bangsa. Jangan sampai sejarah kelam 1965 terulang,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa Pancasila adalah perekat bangsa yang majemuk. Dengan Pancasila, Indonesia bisa terus hidup rukun dalam kebhinekaan.

“Kesaktian Pancasila nyata, karena terbukti menyelamatkan bangsa dari ancaman perpecahan. Mari kita rawat bersama, kita jaga, kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Sebagai penutup, Kepala Kesbangpol Kota Tasikmalaya itu menegaskan kembali komitmennya: “Indonesia tidak punya pilihan lain, kecuali Pancasila. Hanya dengan Pancasila, bangsa ini bisa hidup bersama dalam keadilan, persatuan, dan kebhinekaan.” (AA)

JEJAK HEROIK JABAR

Dingo Belanda Tumbang di Tangan Pejuang Karangresik

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Roda-roda kendaraan lapis baja itu berhenti...

Pengakuan Belanda: Jalur Ciamis–Cirebon adalah Jalur Kematian

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Belanda datang dengan pasukan terlatih, kendaraan...

Perlawanan Pelajar Ciamis Bikin Belanda Kewalahan

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada 1947, sejumlah pelajar Ciamis berangkat bukan...

Ade Hendar: Tasikmalaya Bukan Tempat Mengungsi, tapi Pusat Kendali

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota...

Di Tengah Kecamuk Perang, Payung Geulis Tetap Dilukis

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada 28 Juni 1948, beberapa perajin di...

PRIANGAN TIMUR

Kebakaran Ruko di Banjarsari Ciamis, Toko Elektronik Hangus dan Kerugian Capai Rp1,5 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran melanda sebuah ruko yang digunakan...

Kebakaran Kandang Ayam di Panawangan Ciamis, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran melanda sebuah kandang ayam milik...

32 Pramuka Garut Dijadwalkan Dilepas Menuju Jambore Nasional 2026

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 32 Pramuka Garut dijadwalkan menjalani pelepasan resmi...

Lowongan Kerja Tasikmalaya untuk BIM Designer dan Cost Estimator Tutup 10 Agustus

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Lowongan kerja Tasikmalaya untuk posisi BIM Designer serta...

Neng Ozil Raih Perak Asian BMX Championship 2026 di Malaysia

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Atlet BMX belia asal Kabupaten Ciamis, Adeeva...

JAWA BARAT

Larangan Knalpot Brong di Jabar, Sejauh Mana Penertibannya?

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Penertiban knalpot brong di Jabar...

Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen, Siapa Menikmati?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ekonomi Jabar tumbuh 5,73 persen pada triwulan...

Batu Karas Surf Festival: Berselancar di Atas Gelombang 2,9 Meter Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Batu Karas Surf Festival memasuki hari kedua...

Kali Cileungsi Tercemar, Dampaknya Mengalir hingga Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Kali Cileungsi tercemar. Hasil pengujian laboratorium menemukan sejumlah...

Terungkap! Vendor Proyek SixNine Padel Tebang 10 Pohon Demi Videotron

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG – Fakta baru terungkap dalam kasus...

Jelang Reaktivasi Bandara Husein, KDM Siapkan Wajah Baru Cihampelas Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Kawasan Cihampelas, salah satu ikon wisata...

Terungkap! Dugaan Pencabulan Murid Sukabumi oleh Oknum Guru Ngaji.

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI – Kasus Pencabulan Murid Sukabumi yang...

Diduga Salah Paham, Santri Karawang Dituduh Begal hingga Derita Luka Bakar

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Seorang santri berusia 17 tahun di...

Olahraga

Popular Categories