Tol Getaci Gagal Lelang 2 Kali, Proyek Raksasa Ini Sepi Peminat

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Proyek ambisius Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) kembali tersandung. Isu Tol Getaci gagal lelang bukan sekadar kabar biasa, kejadian ini sudah berlangsung dua kali. Fakta tersebut memunculkan pertanyaan besar: mengapa proyek strategis nasional justru sepi dari investor tol Indonesia?

Proyek Tol Getaci yang dikenal sebagai tol terpanjang Indonesia kini menghadapi tantangan serius. Setelah dua kali proses lelang dilakukan, hasilnya tetap sama: lelang tol gagal menarik minat investor.

Pada lelang pertama, pemerintah sebenarnya telah menetapkan pemenang. Namun, konsorsium tersebut gagal memenuhi kewajiban pembiayaan atau financial close, sehingga proyek tidak dapat dilanjutkan.

Kondisi semakin rumit ketika lelang kedua justru tidak menghasilkan satu pun investor. Situasi ini memperkuat anggapan bahwa Tol Getaci gagal lelang bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut kelayakan proyek secara menyeluruh.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Infrastruktur Strategis (PUKIS), M. M. Gibran Sesunan, menilai proyek ini kurang menarik dari sisi bisnis. Ia menegaskan perlunya perubahan strategi agar proyek tidak terus mengalami kegagalan berulang.

Sejumlah faktor menjadi penyebab utama penyebab Tol Getaci gagal menarik minat investor. Pertama, nilai investasi yang sangat besar membuat proyek ini berisiko tinggi. Investor harus menyiapkan dana besar dengan masa pengembalian yang panjang.

Kedua, proyeksi lalu lintas yang tidak merata pada ruas Gedebage Tasikmalaya Cilacap. Segmen Tasikmalaya–Cilacap diprediksi memiliki volume kendaraan rendah sehingga memengaruhi potensi pendapatan tol.

Ketiga, kondisi investasi infrastruktur Indonesia yang sedang lesu membuat investor lebih berhati-hati. Proyek infrastruktur dinilai membutuhkan modal besar dengan risiko tinggi.

Keempat, adanya persepsi bahwa proyek strategis nasional tol tidak lagi menjadi prioritas utama dalam kebijakan anggaran, sehingga memengaruhi minat pasar.

Kegagalan ini berdampak langsung terhadap keberlanjutan proyek. Tanpa investor, pembentukan BUJT jalan tol tidak dapat dilakukan. Padahal, BUJT memiliki peran penting dalam pembangunan, pengoperasian, hingga penyediaan pembiayaan awal proyek.

Jika kondisi ini terus berlanjut, risiko proyek Tol Getaci mangkrak semakin besar meskipun statusnya masih sebagai proyek strategis nasional.

PUKIS mengusulkan sejumlah langkah strategis agar proyek ini kembali menarik bagi investor tol Indonesia. Pemerintah dapat memberikan dukungan konstruksi agar beban investasi lebih ringan dan lebih realistis secara bisnis.

Selain itu, keterlibatan lembaga investasi negara seperti INA atau Danantara dinilai penting untuk memperkuat struktur pendanaan proyek.

Langkah lain yang dianggap paling rasional adalah membagi proyek menjadi dua bagian, yaitu Gedebage–Tasikmalaya dan Tasikmalaya–Cilacap. Skema ini dinilai dapat menurunkan beban investasi sekaligus meningkatkan daya tarik proyek di mata investor.

Fenomena Tol Getaci gagal lelang menjadi peringatan serius dalam pengelolaan proyek strategis nasional tol. Tanpa perubahan pendekatan, proyek ini berpotensi terus berada dalam siklus kegagalan tanpa kepastian.

Fokus pada ruas dengan potensi tinggi menjadi langkah paling realistis untuk mengembalikan kepercayaan pasar. Jika tidak, proyek ini bisa menjadi contoh bagaimana ambisi besar dalam investasi infrastruktur Indonesia tidak selalu berujung pada realisasi.

PRIANGAN TIMUR

Izin SPBU Tasikmalaya Dibahas DPRD, Audiensi Ungkap Temuan 20 SPBU Belum Miliki SIPA

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA – Izin SPBU Tasikmalaya menjadi sorotan...

Sambutan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya Akui Sempat Ingin Mundur

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sambutan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat...

Berhenti Saat Sambutan, Bupati Herdiat Tegur Bawahannya Gara-Gara Ini

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Momen tak biasa terjadi saat Bupati...

BPKPD Banjar Akui Dana Khusus Rp5,38 Miliar Dipakai Tidak Sesuai Peruntukan

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah atau...

Sebanyak 98 Titik dan 27.825 Warga Terdampak Krisis Air Bersih Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Krisis air bersih mulai meluas di...

JAWA BARAT

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabar Hari Ini, Mana Saja?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hujan lebat dan angin kencang di Jabar...

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Tiga Bulan Warga Bogor Jadi Sandera di Somalia, Siapa Bertanggung Jawab?

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Komisi I DPR RI pada Rabu (29/7/2026)...

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

32 Angkot Listrik Bandara Husein Masih Tunggu Lampu Hijau

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sebanyak 32 angkot listrik Bandara Husein disiapkan...

Job Fair Bandung Barat: Ada Lowongan Kerja Dalam dan Luar Negeri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG.  Job Fair Bandung Barat digelar di Aula...

Sekolah Nasional Terintegrasi, Apa Bedanya dari Sekolah Biasa?

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah...

Olahraga

Popular Categories