lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peristiwa pelajar SMA tewas yang diduga melibatkan sekelompok pengendara motor terjadi di kawasan Sengkol, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Kejadian tersebut berujung tewasnya seorang pelajar SMA setelah sepeda motor yang ditumpanginya menabrak tembok.
Korban diketahui berinisial S, seorang siswa kelas 3 SMA. Ia mengalami benturan keras di bagian kepala hingga akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan medis di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.
Sementara rekannya yang berinisial H, yang juga merupakan siswa kelas 3 SMA, masih menjalani perawatan intensif akibat mengalami patah tulang pada bagian kaki.
Informasi yang dihimpun dari dua laporan media lokal menyebutkan, peristiwa tersebut bermula ketika sejumlah pengendara motor diduga memamerkan senjata tajam di kawasan Kawalu.
Situasi kemudian memicu pengejaran oleh warga. Dalam kondisi tersebut, sepeda motor yang ditumpangi korban melaju hingga akhirnya menabrak tembok.
Polisi Temukan Sebilah Golok di Lokasi Kejadian
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi menemukan sebilah senjata tajam jenis golok yang diduga dibawa oleh korban.
Golok tersebut kemudian diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan. Selain itu, sepeda motor korban yang mengalami kerusakan juga dibawa ke Mapolres Tasikmalaya Kota.
Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi lengkap kejadian, termasuk siapa saja yang terlibat dan bagaimana awal mula terjadinya pengejaran.
Dengan demikian, dugaan bahwa peristiwa pelajar SMA tewas tersebut berkaitan dengan aksi geng motor masih perlu dibuktikan melalui hasil penyelidikan kepolisian.
Korban S Meninggal, Rekannya Dirawat Intensif
Setelah kejadian, korban S langsung dilarikan ke RSUD dr. Soekardjo. Benturan keras di bagian kepala membuat kondisi korban kritis.
Pantauan kepolisian di rumah sakit berlangsung hingga Sabtu dini hari. Jajaran Polres Tasikmalaya Kota tampak melakukan pengamanan sekaligus pemeriksaan awal terhadap saksi dan korban yang masih selamat.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Rangga Fardhela, didampingi Kanit Identifikasi, turun langsung untuk memimpin pemeriksaan di rumah sakit.
Polisi juga meminta keterangan awal dari H yang selamat dari kecelakaan tersebut. Saat itu, H masih mendapatkan perawatan di ruang IGD akibat luka dan patah tulang pada kaki.
Sementara S akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami cedera serius di bagian kepala.
Polisi Masih Dalami Motif dan Rangkaian Kejadian
Kematian S kini menjadi bagian dari penyelidikan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Polisi tidak hanya memeriksa kondisi korban dan barang bukti, tetapi juga menelusuri rangkaian kejadian sebelum sepeda motor menabrak tembok.
Keterangan dari korban selamat, saksi di sekitar lokasi, serta barang bukti yang diamankan akan menjadi bagian penting dalam mengungkap peristiwa tersebut.
Polisi juga masih perlu memastikan apakah benar terjadi aksi konvoi atau pengejaran yang melibatkan kelompok bermotor, serta apa yang menjadi pemicu hingga akhirnya terjadi kecelakaan.
Kasus pelajar SMA tewas di Kawalu Tasikmalaya ini pun masih dalam penanganan kepolisian. Masyarakat diminta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil penyelidikan resmi disampaikan. (HS)







