KNPI Kota Tasikmalaya Desak Pemkot Serius Antisipasi Banjir Berulang

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Setelah banjir tinggi pada Sabtu (01/11/2025) kembali merendam sejumlah ruas jalan utama, kritikan terhadap pemerintah daerah mulai bermunculan. Salah satunya datang dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tasikmalaya yang menyampaikan sikap resmi melalui rilis tertulis. Organisasi kepemudaan tersebut menilai banjir bukan sekadar persoalan tahunan, tetapi indikator yang menegaskan, ada masalah serius pada tata kelola infrastruktur dan sistem drainase di kota ini.

Dalam pernyataannya, KNPI menyoroti bahwa hujan deras yang turun siang hingga sore hari mengakibatkan sejumlah lokasi vital tergenang cukup parah. Sejumlah titik yang mengalami genangan tinggi antara lain Jalan Tentara Pelajar, Jalan Sutisna Senjaya, Jalan KH. Zainal Mustofa, Jalan Unsil, Sukawarni, Bundaran Mangkubumi, serta beberapa akses utama lain yang biasa menjadi jalur pergerakan warga.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materil dan nonmateril dirasakan masyarakat, terutama karena banjir selalu datang tiba-tiba dan kerap mengganggu aktivitas harian. KNPI menilai keadaan ini sebagai bentuk kegagalan manajemen risiko bencana yang harusnya menjadi prioritas pemerintah kota.

Baca berita terkait:
Banyak Motor Mogok Terendam Banjir di Sukawarni Tasikmalaya

Kritik KNPI: Infrastruktur Buruk dan Sampah Menumpuk

Dalam rilis tersebut, KNPI mengurai tiga faktor utama yang dinilai menjadi penyebab banjir berulang di Kota Tasikmalaya.

Pertama, infrastruktur penanganan air dinilai tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sistem drainase yang ada dianggap sudah tidak mampu menampung debit air besar, apalagi saat hujan turun intens dalam waktu singkat. Saluran air yang dangkal, mampet, atau tidak terhubung dengan baik ke jalur pembuangan menjadi masalah yang dibiarkan terjadi dari tahun ke tahun.

Kedua, derasnya pembangunan baru yang berdiri di kawasan aliran sungai dan area resapan memperparah penyempitan irigasi. KNPI menilai banyak bangunan yang berdiri tanpa kajian dampak lingkungan yang memadai, sehingga air kehilangan ruang mengalir dan akhirnya meluap ke jalan-jalan kota.

Ketiga, persoalan sampah yang tidak tertangani dengan baik. Tumpukan sampah yang terseret air hujan kemudian menghalangi aliran drainase, mempercepat terjadinya luapan. KNPI menyebut bahwa ketika hujan turun deras, sampah menjadi salah satu penyebab utama air tak mengalir lancar.

Dalam rilisnya, KNPI juga mengkritik respons pemerintah yang dinilai terlalu meremehkan persoalan banjir. Organisasi itu menyinggung pernyataan-pernyataan klasik pejabat daerah yang kerap mengatakan “genangan akan surut dalam beberapa jam” sebagai sikap abai terhadap masalah yang semakin serius. Menurut mereka, pandangan seperti itu menunjukkan pembiaran terhadap persoalan yang terus berulang setiap musim penghujan.

Baca berita terkait:
Kota Tasikmalaya Mulai Dikepung Banjir, Warga Mulai Was-Was!

“Jangan sampai ada lagi alasan bahwa ini hanya genangan biasa. Jika terus dibiarkan, warga yang menanggung kerugiannya,” demikian pernyataan Dhany Tardiwan Noor, saat dihubungi Lintas Priangan melalui saluran telepon, Sabtu malam (01/11/2025).

Desakan untuk Pemerintah Kota: Ambil Tindakan Nyata

KNPI Kota Tasikmalaya mendesak pemerintah untuk melakukan langkah konkret dan terencana, bukan sekadar menunggu banjir surut lalu melupakan masalahnya. Mereka meminta Dinas PUTR, Dinas Lingkungan Hidup, serta instansi terkait lainnya untuk menindaklanjuti fenomena banjir ini dengan serius melalui upaya jangka pendek maupun jangka panjang.

Upaya preventif seperti perbaikan dan normalisasi saluran air, peninggian titik-titik yang rawan, penataan pembangunan baru, hingga pengawasan ketat terhadap sampah harus segera dilakukan sebelum banjir semakin meluas. KNPI mengingatkan bahwa banjir di Kota Tasikmalaya sudah menjadi “langganan tahunan” dan kelalaian pemerintah hanya akan memperburuk kondisi di masa mendatang.

“Ada potensi ancaman besar kalau kita tidak sigap. Baru awal musim hujan saja sudah begini,” tambah Dhany.

Rilis KNPI Kota Tasikmalaya juga mengajak pemerintah kota untuk lebih terbuka terhadap masukan masyarakat, terutama dari elemen pemuda yang setiap hari menyaksikan langsung dampak banjir di lapangan. Mereka menegaskan bahwa penanganan banjir bukan sekadar urusan teknis, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kualitas hidup warga Tasikmalaya.

Hingga malam hari, genangan di sebagian titik memang mulai surut, namun harapan dan kekecewaan warga, termasuk dari KNPI, masih terus bergema. Mereka berharap pemerintah tidak lagi menunggu banjir besar berikutnya untuk mulai bertindak. (GPS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Lowongan Kerja Tasikmalaya: Empat Posisi Tutup Pendaftaran 14 September

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Empat posisi lowongan kerja Tasikmalaya yang tercantum...

Benda Diduga Bom Tasikmalaya: Polisi Periksa Dua Pria, Asal-usul Masih Didalami

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polisi masih mendalami asal-usul benda diduga bom...

Sayembara Jaipong Ciamis Masuki Hari Terakhir, 300 Penari Priangan Timur Tampil

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sayembara Jaipong Ciamis bertajuk Ceta Ngajomantara memasuki...

Turbo Disebut Opsional, Ratusan Driver Maxim Tasikmalaya Tetap Minta Dihapus

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ratusan pengemudi ojek online (ojol) Maxim...

KPK Geledah Rumah Guru SMA di Tasikmalaya, Diduga Jadi Pengepul Maba Unsoed

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di...

JAWA BARAT

Festival Tari Tradisional Jawa Barat Dijadwalkan Berlangsung 9 Jam Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Festival Tari Tradisional Jawa Barat dijadwalkan...

Jambore Relawan Kebencanaan 2026 Dijadwalkan Dibuka di Cimenyan Pagi Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jambore Relawan Kebencanaan 2026 dijadwalkan dibuka di...

KPK Geledah Rumah Anggota Polri, Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Suap Bupati Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan...

GIIAS Education Day di Bandung Masuki Hari Kedua, Pelajar Diajak Kenali Industri Otomotif

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. GIIAS Education Day memasuki hari kedua di...

PPAN Jawa Barat 2026 Dijadwalkan Umumkan Peserta Lolos Tahap Provinsi Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT.  Peserta PPAN Jawa Barat 2026 dijadwalkan...

1,96 Ton Beras Bantuan Pangan Cirebon Malah Menumpuk di Rumah Warga, Bantuan buat Siapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Beras bantuan pangan yang seharusnya berada...

Drama Sunda Palagan Bubat Tampil Lima Sesi di Bandung Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Drama Sunda Palagan Bubat dijadwalkan tampil dalam lima...

Sukabumi Expo 2026 Mulai 10 September, Job Fair Jadi Salah Satu Agenda

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sukabumi Expo 2026 dijadwalkan mulai berlangsung di Kabupaten...

Olahraga

Popular Categories