Ketua KNPI: Wali Kota Tasikmalaya Perlu Ruang untuk Langkah Besar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketua KNPI Kota Tasikmalaya, Dhany Tardiwan Noor, menilai polemik parkir yang belakangan mencuat hingga menyeret keterlibatan langsung Wali Kota Tasikmalaya sebagai situasi yang tidak ideal dalam tata kelola pemerintahan. Menurut Dhany, parkir adalah urusan teknis yang seharusnya bisa diselesaikan tuntas di level dinas, bahkan unit terkecil di dalamnya.

“Perlu diingat, urusan parkir itu bukan ditangani oleh dinas secara keseluruhan, tapi oleh unit kecil bernama UPTD. Ini unit teknis di dalam Dishub. Jadi, seharusnya tidak sampai membuat wali kota turun tangan langsung,” kata Dhany saat menghubungi redaksi, Minggu (14/12/2025).

Dhany menilai, ketika wali kota harus ikut menjelaskan persoalan parkir kepada publik, ini berarti ada persoalan mendasar dalam manajemen kebijakan dan komunikasi di level teknis. Bukan berarti haram, melainkan karena urusan yang seharusnya selesai di bawah justru naik ke puncak pemerintahan.

Dhany menegaskan, parkir bukan persoalan baru, apalagi insidentil. Ia sudah menjadi bagian dari kehidupan kota sejak lama dan diterapkan hampir di semua daerah. Karena itu, menurutnya, sulit diterima jika urusan yang sangat umum ini justru memunculkan polemik berkepanjangan.

“Parkir itu bukan hal dadakan. Bukan kejadian luar biasa. Sudah ada sejak lama dan dikelola di mana-mana. Artinya, mestinya bisa ditangani dengan tenang, tanpa drama, tanpa kegaduhan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari ekosistem Pemerintah Kota Tasikmalaya, Dhany berharap kejadian serupa tidak terulang. Ia menekankan pentingnya peran kepala SKPD dalam memastikan setiap kebijakan berjalan utuh, dari hulu hingga hilir.

“Harapan saya, ini jadi yang terakhir. Kepala dinas harus bisa bekerja tuntas. Mulai dari konsep, pelaksanaan, sampai penanganan berbagai dampak yang muncul. Semua itu penting demi terciptanya kondusivitas,” katanya.

Menurut Dhany, kota tidak akan pernah melaju cepat jika wali kota terus-menerus disibukkan oleh urusan teknis yang seharusnya bisa diselesaikan di level dinas. Dalam pandangannya, wali kota perlu diberi ruang yang cukup untuk memikirkan dan menjalankan langkah-langkah besar pembangunan.

“Kota ini tidak akan melaju pesat kalau wali kotanya tidak diberi ruang untuk membuat kebijakan besar. Kalau urusan parkir saja harus turun tangan, itu sinyal yang kurang sehat,” ujar Dhany.

Dalam pernyataannya, Dhany juga menyinggung soal pilihan kebijakan Dishub yang kembali mengandalkan sistem karcis. Ia mengaku heran, mengingat Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya disebut telah memiliki aplikasi parkir digital buatan internal pemerintah daerah sendiri.

“Yang juga membuat saya heran, kenapa Dishub bersikukuh kembali ke karcis, padahal Kominfo sudah punya aplikasi parkir digital. Tidak semua daerah punya PNS yang mampu membuat aplikasi sendiri,” katanya.

Dhany mengakui belum melihat langsung aplikasi tersebut dan hanya membaca informasinya dari Lintas Priangan. Namun baginya, substansi persoalannya bukan pada sudah atau belum diterapkannya aplikasi itu, melainkan pada semangat kolaborasi antardinas.

“Ketika ada inovasi lahir dari internal Pemkot Tasikmalaya, seharusnya saling mendukung. Bukan malah jalan sendiri-sendiri. Bahkan peran BKPSDM seharusnya terlibat di sini. Bukankah seharusnya lembaga ini tahu potensi dan kompetensi setiap ASN di Kota Tasikmalaya? Alih-alih mendorong, sepertinya tahu saja tidak. Lalu buat apa ada sistem merit?” ujarnya.

Lebih jauh, Dhany mendorong keberanian Pemkot Tasikmalaya untuk mulai mengadopsi teknologi dalam pengelolaan parkir. Salah satu yang ia nilai sangat layak dicoba adalah pemanfaatan sistem berbasis CCTV.

“Parkir berbasis CCTV itu sangat masuk akal. Pengawasan jadi ketat. Semua pihak bisa tahu berapa dana yang masuk dari parkir. Transparansi lebih terjaga karena datanya bisa diakses secara luas oleh publik,” kata Dhany.

Ia membandingkan sistem tersebut dengan model karcis konvensional yang menurutnya masih menyimpan banyak celah kebocoran. Selain rawan manipulasi, sistem karcis juga tidak efisien karena membutuhkan biaya cetak yang terus berulang.

“Dengan karcis, risikonya banyak. Kebocoran masih mungkin terjadi. Belum lagi biaya cetak yang harus dikeluarkan terus-menerus. Itu jelas tidak efisien,” ujarnya.

Adapun soal nasib juru parkir, Dhany menilai tidak ada alasan untuk merasa khawatir. Menurutnya, perubahan sistem tidak harus mengorbankan tenaga kerja di lapangan.

“Biarkan juru parkir tetap bekerja. Mereka bisa tetap mendapat insentif seperti sekarang. Yang berubah hanya pola pembayarannya yang berbasis digital. Apa susahnya?” kata Dhany.

Ia menegaskan, persoalan parkir seharusnya menjadi ruang pembelajaran bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola, komunikasi, dan keberanian berinovasi. Jika urusan sederhana dapat diselesaikan dengan baik, kepercayaan publik pun akan tumbuh.

“Parkir ini sebetulnya soal sederhana. Tapi dari situ kita bisa melihat apakah ada kemauan serius atau sekadar basa-basi. Kalau yang sederhana saja masih berisik, yang rumit bisa jadi lebih gaduh,” pungkasnya. (DH)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Lowongan Kerja Tasikmalaya: Empat Posisi Tutup Pendaftaran 14 September

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Empat posisi lowongan kerja Tasikmalaya yang tercantum...

Benda Diduga Bom Tasikmalaya: Polisi Periksa Dua Pria, Asal-usul Masih Didalami

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polisi masih mendalami asal-usul benda diduga bom...

Sayembara Jaipong Ciamis Masuki Hari Terakhir, 300 Penari Priangan Timur Tampil

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sayembara Jaipong Ciamis bertajuk Ceta Ngajomantara memasuki...

Turbo Disebut Opsional, Ratusan Driver Maxim Tasikmalaya Tetap Minta Dihapus

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ratusan pengemudi ojek online (ojol) Maxim...

KPK Geledah Rumah Guru SMA di Tasikmalaya, Diduga Jadi Pengepul Maba Unsoed

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di...

JAWA BARAT

Festival Tari Tradisional Jawa Barat Dijadwalkan Berlangsung 9 Jam Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Festival Tari Tradisional Jawa Barat dijadwalkan...

Jambore Relawan Kebencanaan 2026 Dijadwalkan Dibuka di Cimenyan Pagi Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jambore Relawan Kebencanaan 2026 dijadwalkan dibuka di...

KPK Geledah Rumah Anggota Polri, Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Suap Bupati Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan...

GIIAS Education Day di Bandung Masuki Hari Kedua, Pelajar Diajak Kenali Industri Otomotif

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. GIIAS Education Day memasuki hari kedua di...

PPAN Jawa Barat 2026 Dijadwalkan Umumkan Peserta Lolos Tahap Provinsi Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT.  Peserta PPAN Jawa Barat 2026 dijadwalkan...

1,96 Ton Beras Bantuan Pangan Cirebon Malah Menumpuk di Rumah Warga, Bantuan buat Siapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Beras bantuan pangan yang seharusnya berada...

Drama Sunda Palagan Bubat Tampil Lima Sesi di Bandung Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Drama Sunda Palagan Bubat dijadwalkan tampil dalam lima...

Sukabumi Expo 2026 Mulai 10 September, Job Fair Jadi Salah Satu Agenda

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sukabumi Expo 2026 dijadwalkan mulai berlangsung di Kabupaten...

Olahraga

Popular Categories