Jejak Mahasiswa Unsil: Tanamkan Benih Literasi Digital Sejak Dini

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pagi itu, halaman SDN Empat Sukamanah masih basah sisa hujan semalam. Langit belum benar-benar cerah, tetapi tawa anak-anak kelas enam sudah memenuhi ruang kelas paling ujung. Dari luar terdengar sayup suara mereka saling berceloteh tentang hal yang dekat dengan keseharian mereka: game, YouTube, dan media sosial. Di tengah riuh itu, sekelompok mahasiswa Universitas Siliwangi datang. Mereka adalah mahasiswa pendidikan sejarah, membawa sesuatu yang jauh lebih penting dari sekadar slide presentasi. Mereka membawa semangat untuk menanamkan benih literasi digital sejak dini.

Kelas Kecil, Dunia Besar

Begitu kegiatan dimulai, suasana kelas berubah menjadi ruang cerita. Pemateri membuka sesi dengan pertanyaan sederhana, “Pernah nggak percaya sama kabar di internet yang ternyata bohong?”
Pertanyaan itu membuat beberapa siswa langsung saling melirik, lalu mengangkat tangan sambil tersenyum malu. Dari sinilah percakapan mengalir: tentang pesan berantai yang menakut-nakuti, video editan, sampai komentar-komentar yang kadang menyakitkan meski hanya lewat layar.

Mahasiswa Unsil sengaja menggunakan contoh yang dekat dengan bahasa anak-anak, agar mereka tidak merasa sedang “dinasihati”, melainkan diajak memahami sisi lain dari layar ponsel yang setiap hari mereka sentuh. Di tengah penjelasan, mereka memperkenalkan konsep 4B Internet Sehat, diantaranya: Bertanya, Berpikir, dan Bersikap, yang direspons siswa dengan antusias.
“Ohh.. Jadi kalau ada kabar aneh, kita harus tanya dulu ke orang tua!” celetuk seorang siswa, membuat yang lain mengangguk-angguk seperti sekumpulan ahli kecil.

Tak hanya materi, sesi permainan juga membuat suasana lebih hidup. Salah satunya ketika siswa diminta menebak mana informasi yang benar dan mana yang hanya jebakan clickbait. Suasana langsung pecah ketika beberapa kelompok diberi “judul palsu” yang terdengar meyakinkan. Tawa mereka meledak ketika tahu bahwa yang mereka pilih ternyata informasi menyesatkan, sebuah pengalaman kecil yang membuat mereka belajar tanpa merasa digurui.

Interaksi hangat itu menjadi cermin bahwa literasi digital bukan hanya tentang memahami teknologi, tetapi membangun cara berpikir yang sehat di ruang maya. Di sinilah para mahasiswa menemukan tantangan sekaligus harapan, bahwa anak-anak sebenarnya sangat siap belajar, asalkan caranya tepat.

Benih yang Mulai Tumbuh

Usai sesi tanya jawab, seorang siswa mengangkat tangan dengan penuh percaya diri. Ia bercerita bahwa ia pernah memposting sesuatu yang akhirnya membuat temannya tersinggung. “Sekarang saya tahu kalau ngetik itu harus mikir dulu,” katanya polos. Kelas pun terdiam sejenak, lalu tepuk tangan pecah spontan.

Momen kecil itu seperti menjelaskan tujuan besar kegiatan ini, yakni membuat anak memahami bahwa media sosial bukan hanya tempat berbagi, tetapi ruang yang perlu dijaga bersama.

Di bagian lain, peserta lain mengaku ia sering percaya pada potongan video pendek tanpa tahu konteksnya. Ketika diberi contoh bagaimana informasi dapat dipotong, diarahkan, bahkan digunakan untuk menipu, wajahnya berubah seolah baru menyadari sesuatu yang selama ini luput dari perhatian.

Bagi para mahasiswa Unsil, semua reaksi itu menjadi pengingat bahwa pengabdian bukan melulu tentang menyampaikan materi, tetapi tentang mendampingi proses anak-anak memahami dunia digital yang jauh lebih luas dari halaman sekolah mereka. Di sela kegiatan, beberapa mahasiswa bahkan mengaku bahwa mereka ikut belajar. Ya, mereka belajar menyederhanakan konsep, belajar sabar menjelaskan ulang, dan belajar bagaimana anak memandang dunia maya sebagai bagian dari hidupnya, bukan sekadar hiburan.

Seiring kegiatan ditutup, para siswa masih terlihat sibuk bercerita satu sama lain tentang apa yang mereka pelajari hari itu. Ada yang mengulang-ulang “4B”, ada yang menebak-nebak mana kabar yang termasuk hoaks, ada yang bertanya apakah kegiatan seperti ini bisa digelar lagi. Sementara para mahasiswa merapikan perlengkapan sembari bertukar pandang. Lelah, tetapi jelas puas.

Di sudut kelas, suasana hangat itu menyisakan jejak sederhana, bahwa literasi digital bukan sesuatu yang harus menunggu dewasa untuk dipahami. Ia justru perlu ditanam sejak kecil, ketika rasa ingin tahu anak masih jernih, dan ketika arah mereka berinteraksi di dunia maya masih mudah dibimbing.

Apa yang dilakukan para mahasiswa Unsil hari itu mungkin terlihat seperti kegiatan pengabdian biasa. Namun bagi anak-anak di SDN Empat Sukamanah, ia menjadi langkah awal untuk mengenal dunia digital dengan lebih bijaksana. Benih kecil itu kini tertanam, dan siapa tahu, kelak di masa depan, merekalah generasi yang mampu membuat ruang digital lebih aman, sehat, dan saling menghargai.

Sebab dari sebuah kelas kecil di Tasikmalaya, bukan mustahil dunia maya yang lebih baik akan tercipta. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Lowongan Kerja Tasikmalaya: Empat Posisi Tutup Pendaftaran 14 September

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Empat posisi lowongan kerja Tasikmalaya yang tercantum...

Benda Diduga Bom Tasikmalaya: Polisi Periksa Dua Pria, Asal-usul Masih Didalami

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polisi masih mendalami asal-usul benda diduga bom...

Sayembara Jaipong Ciamis Masuki Hari Terakhir, 300 Penari Priangan Timur Tampil

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sayembara Jaipong Ciamis bertajuk Ceta Ngajomantara memasuki...

Turbo Disebut Opsional, Ratusan Driver Maxim Tasikmalaya Tetap Minta Dihapus

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ratusan pengemudi ojek online (ojol) Maxim...

KPK Geledah Rumah Guru SMA di Tasikmalaya, Diduga Jadi Pengepul Maba Unsoed

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di...

JAWA BARAT

Festival Tari Tradisional Jawa Barat Dijadwalkan Berlangsung 9 Jam Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Festival Tari Tradisional Jawa Barat dijadwalkan...

Jambore Relawan Kebencanaan 2026 Dijadwalkan Dibuka di Cimenyan Pagi Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jambore Relawan Kebencanaan 2026 dijadwalkan dibuka di...

KPK Geledah Rumah Anggota Polri, Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Suap Bupati Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan...

GIIAS Education Day di Bandung Masuki Hari Kedua, Pelajar Diajak Kenali Industri Otomotif

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. GIIAS Education Day memasuki hari kedua di...

PPAN Jawa Barat 2026 Dijadwalkan Umumkan Peserta Lolos Tahap Provinsi Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT.  Peserta PPAN Jawa Barat 2026 dijadwalkan...

1,96 Ton Beras Bantuan Pangan Cirebon Malah Menumpuk di Rumah Warga, Bantuan buat Siapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Beras bantuan pangan yang seharusnya berada...

Drama Sunda Palagan Bubat Tampil Lima Sesi di Bandung Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Drama Sunda Palagan Bubat dijadwalkan tampil dalam lima...

Sukabumi Expo 2026 Mulai 10 September, Job Fair Jadi Salah Satu Agenda

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sukabumi Expo 2026 dijadwalkan mulai berlangsung di Kabupaten...

Olahraga

Popular Categories