lintaspriangan.com BERITA TASIKMALAYA. DPD PKS Kota Tasikmalaya tancap gas. Momentum halalbihalal disulap menjadi ajang konsolidasi total, bukan sekadar silaturahmi dan ajang pemanasan dengan target dua kali lipat.
Kegiatan berlangsung di Ibadurahman Hall Center, Lewidahu, Minggu (19/4/2026)
Ketua DPD PKS Kota Tasikmalaya, Agus Sugiarto, menegaskan momentum tersebut bersifat strategis. Halalbihalal tahun ini beririsan dengan peringatan Milad ke-24 PKS.
“Kami menyinergikannya sebagai ruang konsolidasi sekaligus refleksi perjuangan,” ujarnya.
Gedung dipenuhi peserta. Sejumlah tokoh kunci hadir unsur Majelis Syuro, anggota DPRD Jawa Barat, hingga anggota DPRD Kota Tasikmalaya merapatkan barisan. Lintas struktur berkumpul, mengirim sinyal soliditas PKS yang kian menguat.
Agus menegaskan, kekompakan antara struktur dan legislator menjadi kekuatan utama. DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kota harus bergerak dalam satu napas.
“Sinergitas ini yang menguatkan khidmat dan pelayanan kami kepada masyarakat,” katanya.
PKS tidak ingin mengukur kekuatan semata dari perolehan suara. Agus menegaskan, capaian elektoral harus sepadan dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Semakin besar kekuatan politik PKS, harus semakin besar pula dampaknya bagi warga,” tandasnya.
Pemilu masih tiga tahun lagi. Namun PKS mulai bergerak lebih awal dengan bertumpu pada militansi struktur.
“Ini yang harus dijaga. Kita bangun ekosistem partai yang kuat agar hubungan dengan konstituen tidak pernah terputus,” jelas Agus.
Target yang dipasang tidak main-main. DPD PKS Kota Tasikmalaya membidik lonjakan elektoral signifikan pada Pemilu 2029, dengan target minimal dua kali lipat dari raihan 2024.
Baca Juga : Dukung Putri Ciamis Ayesha Ke Grand Final Bintang Nada 2026
Agus menyebut, target tersebut bukan sekadar ambisi politik, melainkan hasil perhitungan berbasis kekuatan struktur, kinerja kader, serta kedekatan dengan konstituen yang terus dijaga.
“Ini target realistis, bukan sekadar angka. Kita punya modal struktur yang solid, kerja-kerja pelayanan yang berjalan, dan komunikasi yang terus terbangun dengan masyarakat,” paparnya.
Menurut dia, peningkatan elektoral harus berjalan seiring dengan penguatan peran partai di tengah masyarakat. Karena itu, konsolidasi internal dan pelayanan publik menjadi dua fokus utama yang akan terus didorong dalam beberapa tahun ke depan.
“Kerja politik tidak boleh berhenti di pemilu. Justru di antara pemilu inilah kita buktikan kehadiran partai,” ujarnya (DH)

