Disharmoni Pemkot Tasikmalaya: H. Amir Mahpud Harus Tanggung Jawab

Bisik-Bisik di Eselon II

Mukhlis juga menyoroti berkembangnya percakapan di lingkungan pejabat eselon II. Meski tidak ada pernyataan resmi, ia mengaku banyak menerima informasi mengenai ketidaksinkronan komunikasi di internal.

โ€œDi birokrasi, kalau pimpinan tidak satu frekuensi, bawahannya pasti membaca situasi. Mereka jadi menunggu arah. Itu tidak sehat untuk organisasi,โ€ jelasnya.

Menurutnya, kondisi seperti ini berpotensi membuat kebijakan berjalan lambat atau tidak maksimal karena masing-masing pihak cenderung berhati-hati.

โ€œDisharmoni di ranah politik itu tidak dilihat sebagai masalah hubungan personal. Itu soal dampaknya terhadap jalannya pemerintahan,โ€ tegas Mukhlis.

Isu Pembisik dan Jalur Non-Struktural

Di tengah dinamika tersebut, muncul pula perbincangan mengenai figur non-struktural yang disebut memiliki pengaruh besar terhadap wali kota. Nama โ€œtrio egiโ€, mau tak mau, turut memperkeruh urusan komunikasi di tubuh Pemkot Tasikmalaya.

Mukhlis mengingatkan, pemerintahan harus berjalan melalui jalur formal.

โ€œKalau publik mulai berbicara tentang pembisik atau jalur non-struktural, itu artinya ada ketidakjelasan komunikasi resmi. Pemerintahan tidak boleh bergantung pada bisik-bisik,โ€ katanya.

Ia menekankan, persepsi seperti ini harus segera diluruskan agar tidak berkembang menjadi ketidakpercayaan.

Spanduk Balai Kota, Simbol Kegelisahan

Fenomena spanduk di kawasan Balai Kota Tasikmalaya juga tak luput dari perhatian SWAKKA.

โ€œSpanduk itu simbol. Biasanya muncul ketika orang merasa suaranya tidak tersalurkan lewat mekanisme formal,โ€ ujar Mukhlis.

Menurutnya, simbol-simbol seperti itu memperlihatkan bahwa dinamika di puncak kepemimpinan mulai dirasakan hingga ke ruang publik.

โ€œKalau komunikasi internal kuat, biasanya keresahan tidak sampai menjelmas di ruang publik seperti itu,โ€ tambahnya.

Halaman selanjutnya: H. Amir Mahpud Harus Tanggung Jawab


H. Amir Mahpud Harus Tanggung Jawab

Di tengah situasi ini, Mukhlis menyebut nama Amir Mahpud sebagai figur yang dinilai perlu ikut bertanggung jawab.

โ€œKita tahu beliau punya peran besar dalam proses politik yang melahirkan pasangan kepemimpinan ini. Jadi wajar kalau sekarang kita berharap tanggung jawab beliau, untuk ikut membantu meredam situasi,โ€ katanya.

Mukhlis menegaskan, tanggung jawab yang dimaksud bukan dalam arti menyalahkan.

โ€œIni bukan soal siapa penyebab. Ini soal siapa yang bisa menyatukan. Dalam konteks politik Tasikmalaya, Pak Amir Mahpud bukan sekadar senior, dia figur senior yang paling didengar,โ€ ujarnya.

Sebagai Ketua Gerindra Jawa Barat sekaligus tokoh politik berpengaruh di Tasikmalaya, Amir Mahpud dinilai memiliki posisi strategis untuk menjembatani komunikasi di level tertinggi.

Ahmad Mukhlis juga mengungkapkan bahwa isu pengaruh โ€œtrio egiโ€ serta dugaan tarik-menarik kepentingan dalam promosi dan mutasi jabatan sebenarnya bukan cerita baru. Menurut berbagai sumber, informasi tersebut sudah lama sampai ke telinga H. Amir Mahpud. Namun hingga kini, tokoh senior tersebut memilih tidak ikut campur karena merasa bukan bagian dari struktur pemerintahan formal.

โ€œKami memahami posisi beliau. Tapi ketika krisis komunikasi terjadi di level wali kota, wakil wali kota dan sekda, siapa lagi yang punya kapasitas sekuat beliau?” ujarnya.


Mukhlis menegaskan, SWAKKA tidak bermaksud memperkeruh suasana. Justru sebaliknya, ia berharap dinamika ini menjadi momentum konsolidasi.

โ€œDisharmoni Pemkot Tasikmalaya ini harus segera diselesaikan. Bukan dengan saling menyalahkan, tapi dengan duduk bersama,โ€ katanya.

Ia menilai, wali kota yang masih muda membutuhkan stabilitas komunikasi. Wakil wali kota yang ekspresif perlu ruang dialog yang sehat. Sekretaris daerah yang tidak lahir dari rahim politik Viman-Diky juga wajar kalau canggung-canggung, ia membutuhkan arahan yang jelas dan tegas.

โ€œKalau komunikasi diperbaiki, semua bisa kembali selaras. Tapi kalau dibiarkan, dampaknya akan semakin merembet kemana-mana,โ€ tutupnya.

Dan untuk saat ini, menurut Mukhlis, kalau mau cepat, H. Amir Mahpud harus segera turun tangan. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Perempuan-Perempuan LASWI di Balik Bandung Lautan Api

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Malam 23 Maret 1946, Bandung tidak sedang...

Bandung Lautan Api: Saat Kota Dibakar demi Republik

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Malam itu, Bandung tidak sedang kalah. Kota...

Ketika Bahasa Sunda Menolak Negara Boneka

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada Mei 1947, Belanda mencoba...

PRIANGAN TIMUR

Mulai Hari Ini RSIA Sayang Bunda Tasikmalaya Layani BPJS, Bagaimana Alur Rujukannya?

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย RSIA Sayang Bunda Tasikmalaya mulai melayani peserta BPJS...

Konser Besar di Cilembang, Lalu Lintas hingga Sampah Diuji

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย Konser musik berskala besar akan berlangsung di kawasan...

Galunggung untuk Pemula: Pilih 510 atau 620 Anak Tangga?

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Akhir pekan pada Minggu, 2 Agustus 2026,...

38 Tahun Tirta Galuh Ciamis, Menjaga Air Tetap Mengalir

lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS. Perumda Air Minum Tirta Galuh Ciamis memasuki...

Hilang Sejak Sore, Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Bendungan Panawangan Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Harapan keluarga untuk menemukan Eman (81)...

JAWA BARAT

Satu Tahun Buaya Muara Teror Situ Habibie Sukabumi, Warga Desak Penanganan Segera

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Teror kawanan buaya muara di Situ...

Farhan Geram Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung, Ancam Bawa Kasus ke Ranah Pidana

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan geram...

Agustus Jadi Puncak Kemarau, Daerah Mana di Jabar Paling Rawan?

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR. Memasuki Sabtu, 1 Agustus 2026, Jawa Barat...

Sekolah Rakyat Cirebon Resmi Beroperasi, 540 Anak dari Empat Daerah Mulai Tempati Asrama

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Program Sekolah Rakyat Cirebon resmi memasuki...

127.206 Mahasiswa PTS Nonaktif, Alarm Serius Jabar-Banten

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR. Sebanyak 127.206 mahasiswa PTS nonaktif masih...

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabar Hari Ini, Mana Saja?

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR. Hujan lebat dan angin kencang di Jabar...

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com,ย BERITAย KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Olahraga

Popular Categories