Bandung Lautan Api: Saat Kota Dibakar demi Republik

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Malam itu, Bandung tidak sedang kalah. Kota itu justru sedang mengambil keputusan paling berani dalam sejarahnya: menghancurkan tubuhnya sendiri agar tidak dapat dikuasai musuh.

Pada malam 23 Maret hingga dini hari 24 Maret 1946, api menjalar di Bandung bagian selatan. Rumah-rumah ditinggalkan. Bangunan dibakar. Penduduk bergerak meninggalkan kota, sementara langit yang biasanya teduh berubah merah oleh kobaran yang bertahan berjam-jam. Pemerintah Kota Bandung mencatat proses pengosongan dan pembakaran itu berlangsung sekitar tujuh jam.

Bandung Lautan Api bukan kisah tentang orang-orang yang menyerah kepada keadaan. Ini adalah cerita tentang warga yang memahami bahwa rumah dapat dibangun kembali, tetapi kemerdekaan yang dirampas mungkin harus ditebus oleh beberapa generasi.

- Advertisement -
jejak heroik jabar - banner kesbangpol

Baca juga: Menelisik Hibah Kesbangpol Kota Bandung untuk Kejari: dari Ruang Tamu hingga Isi Garasi

Ultimatum yang Tak Membuat Bandung Bertekuk Lutut

Kemerdekaan Indonesia saat itu belum genap berusia satu tahun. Proklamasi memang telah dikumandangkan pada 17 Agustus 1945, tetapi Belanda belum rela kehilangan tanah jajahannya. Bersama kedatangan pasukan Sekutu, Netherlands Indies Civil Administration atau NICA berusaha menancapkan kembali kekuasaan kolonial di Indonesia.

Bandung menjadi salah satu kota yang diperebutkan. Letaknya strategis, memiliki fasilitas militer, jalur transportasi, perkantoran, serta bangunan-bangunan yang dapat digunakan sebagai pusat pertahanan.

Tekanan terhadap pejuang dan pemerintahan Republik terus meningkat. Pasukan Indonesia akhirnya menerima ultimatum agar meninggalkan Bandung. Apabila kota dikosongkan begitu saja, berbagai fasilitas penting dapat segera digunakan Sekutu dan NICA sebagai markas untuk memperkuat kedudukan mereka.

Pilihan yang tersedia sama-sama getir.

Bertahan berarti menghadapi kekuatan militer yang lebih lengkap. Meninggalkan Bandung berarti menyerahkan kota kepada pihak yang hendak menghidupkan kembali penjajahan.

Para pemimpin perjuangan, tentara, laskar, dan unsur masyarakat kemudian mengambil jalan ketiga: Bandung ditinggalkan, tetapi tidak diwariskan dalam keadaan utuh kepada musuh.

Keputusan membumihanguskan Bandung dibahas melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan. A.H. Nasution, yang ketika itu memegang peran penting dalam komando militer di Jawa Barat, menjadi salah satu tokoh sentral dalam keputusan pengosongan dan strategi bumi hangus tersebut.

Api pun dinyalakan.

Bukan karena rakyat membenci kotanya. Justru karena mereka terlalu mencintai Bandung untuk menyerahkannya kepada penjajah.

jejak heroik jabar - banner kemenhaj

Baca juga: Indikasi Korupsi Kesbangpol Jabar Bagian 1: Makan Minum Tak Dikerjakan tapi Dibayar

Rumah Boleh Terbakar, Republik Tidak Boleh Padam

Sulit membayangkan beratnya keputusan itu.

Rumah bukan hanya dinding dan atap. Di dalamnya tersimpan kehidupan: tempat anak-anak dilahirkan, keluarga berkumpul, orang tua menua, dan harapan disusun sedikit demi sedikit.

Namun, pada malam itu, sebagian warga Bandung harus meninggalkan semua yang mereka kenal. Api membesar di belakang langkah mereka. Asap menutupi kota. Bandung bagian selatan menjelma pemandangan yang kemudian dikenang sebagai lautan api.

Arsip Nasional Republik Indonesia menyimpan foto yang memperlihatkan asap tebal membubung dari rumah-rumah yang dibakar dan ditinggalkan rakyat serta pejuang di Bandung Selatan. Rekaman visual itu menjadi bukti bahwa Bandung Lautan Api bukan metafora yang dibesar-besarkan. Kota itu benar-benar dibakar dalam pergulatan mempertahankan Republik.

Secara militer, pembumihangusan dimaksudkan agar bangunan dan fasilitas strategis tidak dimanfaatkan Sekutu serta NICA. Namun, maknanya melampaui perhitungan perang.

Bandung Lautan Api merupakan pernyataan politik yang ditulis dengan nyala api: bangsa Indonesia mungkin dapat dipaksa meninggalkan sebuah kota, tetapi tidak dapat dipaksa menyerahkan kemerdekaannya.

jejak heroik jabar - banner kominfo

Baca juga: Indikasi Korupsi Kesbangpol Sumedang: Lembaga Paling Pancasilais, Kok Kontraknya Begini?

Rakyat Bandung tidak memiliki persenjataan sebanding. Mereka tidak menguasai kendaraan tempur, pesawat, maupun perlengkapan perang modern. Namun, mereka mempunyai sesuatu yang tidak dapat dihitung oleh kekuatan kolonial: kesediaan kehilangan hampir segalanya demi mempertahankan Republik.

Itulah sebabnya Bandung Lautan Api terus hidup dalam ingatan bangsa.

Bukan karena besarnya kebakaran, melainkan karena besarnya pengorbanan.

Delapan dekade kemudian, Bandung telah tumbuh kembali. Rumah-rumah berdiri, jalanan dipadati kendaraan, dan cahaya kota menyala setiap malam. Akan tetapi, di bawah kemegahan itu tersimpan utang sejarah kepada generasi yang dahulu berjalan meninggalkan Bandung dengan kobaran api di belakang mereka.

Mereka mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak selalu dipertahankan dengan memiliki sesuatu.

Terkadang, kemerdekaan justru dipertahankan dengan keberanian melepaskan segala sesuatu.

Bandung pernah menjadi abu agar Indonesia tetap bernama Republik.


“Jangan biarkan kisah para pejuang ini terkubur untuk kedua kalinya—bukan oleh tanah, melainkan oleh lupa. Bagikan kepada anak-anak, keluarga, sahabat, dan generasi muda, agar mereka mengerti bahwa Merah Putih tidak berkibar sekadar karena angin, tetapi karena darah, air mata, dan nyawa yang dikorbankan. Sekali Anda membagikan kisah ini, Anda ikut menjaga api perjuangan tetap menyala dari generasi ke generasi.”

lintaspriangan.com

Baca juga: 9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

Abiba Guard
Produk Digital

Abiba Guard

Abiba Guard adalah plugin keamanan WordPress yang menggabungkan pembatasan percobaan login, kendali mode darurat Cloudflare, perlindungan konten premium,…

Rp198.999Beli Sekarang
Abiba Booster
Produk Digital

Abiba Booster

Abiba Booster adalah plugin optimasi WordPress yang membantu mengelola cache halaman, mengonversi gambar JPG dan PNG ke WebP,…

Rp199.000Beli Sekarang
WAStore
Produk Digital

WAStore

WASTore – Bikin Toko Online Profesional, Terima Pesanan Langsung via WhatsApp! Punya produk tapi belum punya toko online…

Rp240.000Beli Sekarang

PRIANGAN TIMUR

Bawa Nama Internasional, Job Fair Tasikmalaya Justru Dikeluhkan Molor, Wali Kota Disorot

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Job Fair Tasikmalaya 2026 membawa embel-embel...

Urusan Sampah Warga Urug Sampai ke KDM, Di Mana Peran Camat dan Wali Kota Tasikmalaya?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Persoalan sampah yang dikeluhkan warga Kelurahan...

Hujan Hambat Pembukaan Jalan 2,6 Km Penghubung Dua Desa di Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pekerjaan pembukaan jalan penghubung Desa Bangunjaya...

Kerusakan Jalan di Kadongdong Garut Perlu Penanganan, Pengguna Jalur Banjarwangi–Singajaya Diminta Waspada

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Kerusakan badan jalan di Kampung Batas,...

5.873 Orang Daftar Job Fair Tasikmalaya, Berapa yang Berhasil Mendapat Pekerjaan?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebanyak 5.873 pencari kerja tercatat mendaftar...

JAWA BARAT

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Tanggul Sungai Cikalintu Jebol, BPBD Soroti Belum Adanya Saluran Pengalihan Air di Hulu

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Tanggul Sungai Cikalintu di Kelurahan Cipaganti,...

Pohon Tumbang di Bandung Timpa Kendaraan di Jalan Mohammad Toha

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. BANDUNG – Pohon tumbang di Bandung...

Penghargaan Digital Sumedang Jadi Momentum Uji Keamanan e-Voting Pilkades di 92 Desa

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Kabupaten Sumedang menerima penghargaan transformasi digital...

Monyet Liar Masuk Permukiman Desa Bunder Purwakarta, Warga Khawatirkan Keselamatan Anak

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kawanan monyet liar dilaporkan masuk ke...

Central Medical Unit Ujungberung Ditargetkan Beroperasi pada 2028, Ini Fasilitas yang Direncanakan

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung bersama Kementerian Kesehatan...

KITA SEHAT, Kemitraan Indonesia–Australia untuk Perkuat Sistem Kesehatan Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong Program...

Futsal Porprov Jabar: Kota Bandung Hajar Kabupaten Tasikmalaya 7–3

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Kota Bandung mengalahkan Kabupaten Tasikmalaya dengan...

Olahraga

Kategori Populer