8. Pemkab Membidik 1.000 Sarjana Mengikuti Program Magang
Pemkab Tasikmalaya menyosialisasikan Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi pada 6 Juli 2026. Pemerintah daerah menargetkan 500 hingga 1.000 sarjana asal Kabupaten Tasikmalaya dapat memanfaatkan program Kementerian Ketenagakerjaan tersebut.
Peserta direncanakan mengikuti pemagangan selama enam bulan, memperoleh honor, dan dilindungi BPJS Ketenagakerjaan. Target 1.000 peserta belum berarti jumlah tersebut telah diterima. Nilai positifnya terletak pada ikhtiar mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman kerja—jembatan yang sering hilang di antara wisuda dan lowongan pertama.
9. Pemkab dan Bank Indonesia Memperkuat Inflasi serta Digitalisasi
Pemkab Tasikmalaya bersama Bank Indonesia menggelar pertemuan tingkat tinggi TPID dan TP2DD pada 14 Juli 2026. Pembahasannya mencakup ketahanan pangan menghadapi kemarau, operasi pasar, kelancaran distribusi, kerja sama antardaerah, hingga percepatan transaksi elektronik pemerintah.
Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya telah berada dalam kategori digital. Tahap selanjutnya ialah memperluas pembayaran pajak dan retribusi secara elektronik di kawasan wisata serta layanan publik. Kolaborasi ini tampak subtil dibandingkan pembangunan fisik, tetapi tata kelola modern memang sering bekerja tanpa bunyi palu: ia membangun ketertiban melalui data, sistem, dan transaksi yang lebih mudah ditelusuri. Sumber: RRI.
Sembilan berita Kabupaten Tasikmalaya tersebut memperlihatkan bahwa sentimen positif lahir dari beragam ruang. Ada yang bertumpu pada statistik pembangunan, hadir dalam bentuk rumah dan jalan, tumbuh melalui kreativitas ASN, atau dipersembahkan oleh pelajar, perajin, pelaku UMKM, serta lulusan perguruan tinggi.
Kabar baik tentu tidak menghapus kemiskinan, sekolah rusak, krisis air, maupun persoalan tata kelola yang masih menjadi pekerjaan rumah. Namun, capaian positif menunjukkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya memiliki modal untuk beranjak: sumber daya manusia, kreativitas lokal, kegigihan warga, dan ruang kolaborasi yang mulai terbuka. (AS)
