lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Keberadaan Batu Fosfor Tugu Koperasi menggegerkan warga Kota Tasikmalaya. Material yang diduga telah tersimpan selama hampir 40 tahun di kolam belakang kawasan Tugu Koperasi itu hingga kini belum dapat dievakuasi dan masih menunggu kajian dari tim ahli serta instansi terkait.
Batu fosfor tersebut berada di dalam kolam berukuran sekitar 2×3 meter dengan kedalaman kurang lebih tiga meter. Selama puluhan tahun, material itu disebut harus selalu terendam air agar tidak menimbulkan reaksi yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
Informasi mengenai keberadaan material tersebut diungkapkan oleh Aan Suherman (65), penjaga kawasan Tugu Koperasi yang mengaku mengetahui keberadaannya sejak era 1980-an.
“Katanya itu material fosfor impor dari Jerman. Tujuannya ke PT Dahana, tetapi dititipkan di belakang Tugu Koperasi. Sampai sekarang tidak ada yang tahu nasibnya,” ujar Aan Suherman, Jumat (17/7/2026).
Namun demikian, informasi mengenai asal-usul material tersebut masih berdasarkan keterangan narasumber dan belum mendapatkan konfirmasi maupun verifikasi resmi dari pihak terkait.
Batu Fosfor Tugu Koperasi Diduga Tersimpan Sejak Tahun 1980-an
Menurut Aan, material tersebut telah berada di lokasi sejak puluhan tahun silam dan menjadi salah satu benda yang selama ini luput dari perhatian publik.
Ia mengaku selalu memastikan kolam tempat penyimpanan material tersebut tidak mengalami kekeringan. Pasalnya, batu fosfor disebut harus tetap berada dalam kondisi terendam air untuk menjaga kestabilannya.
“Sudah hampir 40 tahun di dalam kolam itu. Kalau tidak kerendam air, bahaya besar,” katanya.
Aan menjelaskan, apabila material tersebut dibiarkan dalam kondisi kering, akan muncul asap putih yang menjadi indikasi adanya reaksi kimia pada material tersebut.
“Kalau tidak ada air, asap putih pekat akan keluar dari kolam itu. Itu tanda mau terbakar,” ujarnya.
Meski demikian, hingga kini belum terdapat hasil kajian ilmiah maupun pernyataan resmi dari instansi yang berwenang mengenai kandungan material tersebut dan tingkat bahayanya.
BPBD Kota Tasikmalaya Belum Bisa Lakukan Evakuasi
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, menyatakan pihaknya belum dapat melakukan penanganan sebelum adanya pemberitahuan resmi dari pemilik maupun Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, proses identifikasi hingga evakuasi material tersebut tidak dapat dilakukan secara sembarangan dan memerlukan keterlibatan pihak yang memiliki kompetensi di bidang bahan berbahaya.
“Kami menunggu pemberitahuan resmi dari pemilik dan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Setelah itu akan kami kaji bersama PT Dahana dan instansi terkait. Penanganannya harus sesuai standar demi keamanan,” kata Budi Martanova.
Ia menambahkan, apabila material tersebut merupakan batu fosfor olahan, proses pengambilannya harus dilakukan oleh tenaga ahli dengan prosedur keselamatan yang ketat.
“Kalau memang itu batu fosfor olahan, pengambilannya tidak bisa sembarangan. Harus oleh ahli karena berpotensi bereaksi apabila terkena bahan yang mudah terbakar,” tegasnya.
Batu Fosfor Tugu Koperasi Tunggu Kajian Ahli
Keberadaan Batu Fosfor Tugu Koperasi kini menjadi perhatian tersendiri mengingat lokasinya berada di salah satu kawasan bersejarah Kota Tasikmalaya yang saat ini tengah dipersiapkan untuk revitalisasi.
Selain memerlukan penelitian mengenai kandungan material dan tingkat bahayanya, pemerintah juga perlu memastikan riwayat keberadaan benda tersebut yang disebut telah tersimpan selama hampir empat dekade.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat hasil kajian resmi yang memastikan asal-usul maupun kandungan material tersebut. Publik pun masih menunggu hasil penelitian dari pihak terkait untuk mengetahui fakta sebenarnya di balik batu fosfor yang selama ini tersimpan di kolam belakang Tugu Koperasi Kota Tasikmalaya.(KRS/AHOL)
