lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Empat bulan setelah masa kepengurusan seharusnya berakhir, kesabaran sebagian kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya tampaknya mencapai batasnya. Pada Jumat (24/7/2026) malam, mereka mendatangi Sekretariat HMI Cabang Tasikmalaya dalam aksi kader HMI Tasikmalaya sebagai bentuk protes terhadap belum bergulirnya pergantian kepengurusan yang dinilai menghambat regenerasi organisasi.
Bagi para kader, persoalannya bukan sekadar pergantian nama pengurus. Mereka menilai mandeknya proses tersebut telah berdampak pada kaderisasi dan roda organisasi yang semestinya terus berjalan sesuai mekanisme konstitusi HMI.
Lalu, apa sebenarnya yang membuat aksi ini terjadi setelah berbagai upaya internal sebelumnya diklaim telah ditempuh?
Kader Mengaku Sudah Menempuh Jalur Internal
Ketua Umum HMI Komisariat IAIT, Asep Solahudin Sobari, menegaskan aksi tersebut merupakan inisiatif murni kader Keluarga Besar Komisariat Universitas Islam Tasikmalaya. Ia membantah adanya pihak luar yang menggerakkan aksi tersebut.
Menurutnya, sebelum turun ke sekretariat cabang, kader telah berulang kali mencoba menyelesaikan persoalan melalui diskusi dan komunikasi internal dengan pengurus cabang.
Namun, upaya tersebut diklaim tidak menghasilkan respons yang memadai sehingga para kader memilih menyampaikan aspirasi secara terbuka.
“Kami sudah mencoba membangun komunikasi secara internal. Aksi ini lahir dari kegelisahan kader sendiri, bukan karena ada pihak yang menunggangi,” ujar Asep.
Kepengurusan Dinilai Melewati Masa Jabatan
Dalam keterangannya, para kader menyebut masa kepengurusan HMI Cabang Tasikmalaya semestinya telah berakhir pada Maret 2026.
Mereka menilai belum bergulirnya proses pergantian kepengurusan membuat regenerasi organisasi berjalan di tempat.
Secara organisatoris, HMI Cabang Tasikmalaya disebut telah melaksanakan Pleno II. Namun, tahapan menuju Konferensi Cabang (Konfercab) belum dapat dilanjutkan karena Pleno II Korps HMI Wati (KOHATI) Cabang Tasikmalaya belum terlaksana.
Kondisi inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan utama munculnya tuntutan agar Konfercab segera digelar sehingga proses regenerasi organisasi dapat kembali berjalan.
Muncul Dugaan Penundaan Berkaitan dengan Agenda Nasional
Di tengah belum bergulirnya Konfercab, kader juga menyampaikan dugaan bahwa tertundanya proses tersebut berkaitan dengan keinginan mempertahankan periodisasi kepengurusan menjelang pelaksanaan Kongres HMI dan Musyawarah Nasional KOHATI di tingkat Pengurus Besar (PB) HMI.
Namun demikian, dugaan tersebut merupakan pandangan yang disampaikan oleh pihak kader dalam aksi mereka dan hingga kini belum memperoleh tanggapan resmi dari pengurus HMI Cabang Tasikmalaya.
Karena itu, alasan pasti belum terlaksananya Konfercab masih menunggu penjelasan dari pihak pengurus cabang.
Pengurus Cabang Belum Memberikan Tanggapan
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua HMI Cabang Tasikmalaya Nazmi Nurazkia belum memberikan konfirmasi atas tuntutan maupun pernyataan yang disampaikan para kader.
Apabila terdapat penjelasan atau tanggapan dari pengurus cabang setelah berita ini dipublikasikan, redaksi akan memperbarui informasi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan. (HS)


