Sepeda, Keresek Hitam, Foto Beredar, hingga Korban Ditemukan
Fakta keempat, korban meninggalkan sepeda di sekitar lokasi. Pada sepeda tersebut, menurut informasi warga, masih tergantung keresek hitam. Isinya disebut berupa satu roti Oka bungkus kuning, satu Beng-Beng, dan satu botol air mineral Aqua. Detail ini sejalan dengan keterangan bahwa korban sempat membeli makanan sebelum peristiwa di Jembatan Cirahong.
Fakta kelima, korban ditemukan di aliran Sungai Citanduy. Berdasarkan informasi resmi yang masuk, korban ditemukan sekitar radius delapan kilometer dari titik awal diduga terjatuh. Korban pertama kali ditemukan oleh relawan TAGANA bernama Cepi saat tim SAR gabungan menyisir wilayah hilir menggunakan perahu karet.
Saat ditemukan, korban berada di antara tumpukan sampah dan ranting di tepian Sungai Citanduy. Posisi korban disebut tengkurap dan sebagian tubuh tertutup endapan sampah. Tim SAR gabungan kemudian melakukan evakuasi secara hati-hati karena lokasi cukup sulit dijangkau.
Fakta keenam, di media sosial beredar foto pria yang diduga korban sebelum peristiwa. Dalam foto tersebut, pria itu tampak berada di kawasan Jembatan Cirahong dan membawa keresek hitam. Namun, informasi dari media sosial tetap harus diposisikan sebagai data pendukung, bukan rujukan utama.

Fakta ketujuh, banyak warga mengenal identitas korban setelah KTP ditemukan di lokasi. Sejumlah warga menyebut korban merupakan warga Kota Tasikmalaya dan dikenal di lingkungannya. Namun, latar belakang peristiwa tetap tidak boleh disimpulkan sembarangan.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian korban Cirahong resmi dihentikan. Petugas selanjutnya melakukan penanganan dan proses identifikasi lebih lanjut. Di tengah derasnya arus informasi, privasi keluarga korban tetap perlu dijaga. Data pribadi, foto KTP, maupun wajah korban sebaiknya tidak disebarluaskan secara berlebihan. (AI-N-DH/AS)
Baca Berita Peristiwa Cirahong lainnya di Google





















