Pergerakan Tanah Rusak Puluhan Rumah, Pemkab Ciamis Fokus Mitigasi Warga

Pergerakan tanah di Ciamis merusak puluhan rumah dan paksa warga mengungsi. Pemerintah lakukan mitigasi cepat.

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS – Pergerakan tanah kembali melanda Kabupaten Ciamis. Dua kecamatan terdampak, puluhan rumah rusak, dan lebih dari seratus warga mengungsi. Tekanan hujan yang tak kunjung reda membuat situasi memburuk dan memaksa pemerintah daerah bergerak cepat menutup risiko keselamatan warga.


Dampak Langsung dan Respons Awal

Hujan deras yang turun hampir tanpa jeda sejak awal pekan membuat struktur tanah di Kecamatan Rajadesa dan Kecamatan Panumbangan semakin labil. Retakan dan amblesan mulai muncul di sejumlah permukiman. Pergerakan tanah ini merusak puluhan rumah dan memutus beberapa akses jalan desa.

Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa, menjadi salah satu titik kerusakan paling nyata. Sebanyak 16 rumah milik 20 kepala keluarga mengalami retak berat pada dinding dan lantai. Beberapa bangunan bahkan roboh setelah pergeseran tanah terus terjadi hingga Jumat pagi. Warga mengevakuasi barang yang memungkinkan diselamatkan, sementara BPBD Ciamis menurunkan tim untuk membantu pemindahan penghuni ke lokasi aman.

Kondisi lebih luas terlihat di Desa Payung Ageng, Kecamatan Panumbangan. Puluhan rumah rusak, 68 keluarga terpaksa keluar dari rumah masing-masing, dan sejumlah jalan desa tidak bisa dilalui karena retakan memanjang. Situasi darurat ini memperlihatkan betapa rentannya wilayah perbukitan di Ciamis terhadap pergerakan tanah saat intensitas hujan meningkat.

Baca juga: Fraksi PKB Kota Tasikmalaya Ternyata Sengaja Bolos di Paripurna

Yuyun Yuningsih, salah satu warga terdampak, mengatakan pergeseran tanah datang tiba-tiba dua hari sebelumnya. Ia menyebut kejadian kali ini lebih parah dibanding peristiwa serupa pada 2016. Retakan baru bahkan masih terdengar. Yuyun memilih mengungsi sementara ke rumah keluarga demi keselamatan.


Pemerintah Tingkatkan Mitigasi Pergerakan Tanah

Peninjauan cepat dilakukan Polres Ciamis bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Bantuan logistik, layanan kesehatan, serta kebutuhan dasar lainnya langsung disalurkan ke dua kecamatan. Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, menyatakan penanganan warga terdampak menjadi prioritas utama mengingat risiko lanjutan dari kondisi tanah yang belum stabil.

pergerakan tanah

Tim BPBD Ciamis menggandeng peneliti dari pusat geologi nasional untuk mengukur potensi amblesan lanjutan. Penilaian awal menunjukkan struktur tanah di kedua kecamatan masih berpotensi bergerak ketika hujan lebat turun. Warga diminta tetap berada di lokasi evakuasi dan tidak kembali ke rumah sebelum hasil kajian teknis keluar.

Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi penting, mengingat pergerakan tanah bukan hanya kerusakan fisik bangunan, tetapi juga ancaman keselamatan yang meningkat saat curah hujan ekstrem berlangsung. Kesiapsiagaan warga menjadi bagian dari mitigasi jangka panjang, terutama di wilayah rawan longsor dan pergeseran tanah seperti Rajadesa dan Panumbangan.


Risiko Musiman dan Tantangan Penanggulangan

Fenomena ini bukan kejadian tunggal. Catatan BPBD menunjukkan bahwa sebagian wilayah Ciamis berada pada zona rawan dengan kontur tanah lempung yang mudah jenuh air. Pada musim hujan, tekanan air tanah meningkat, menyebabkan gesekan antarlapisan tanah melemah. Proses tersebut sering memicu retakan yang berkembang menjadi pergerakan tanah berskala besar.

Dua keamatan terdampak kini menjadi contoh nyata bagaimana tekanan musim hujan berinteraksi dengan kondisi geologi setempat. Selain kerugian material, aktivitas sosial warga terganggu. Jalan yang terputus membuat distribusi bantuan harus diatur ulang. Sekolah dan fasilitas umum di sekitar titik retakan ditutup sementara.

Pemerintah daerah juga mempertimbangkan opsi relokasi terbatas jika hasil kajian menunjukkan risiko jangka panjang bagi permukiman warga. Langkah ini belum final, tetapi mencerminkan betapa seriusnya dampak struktur tanah yang terus bergerak.

Penanganan pergerakan tanah di Ciamis masih berlangsung. Pemerintah daerah meminta warga memprioritaskan keselamatan sambil menunggu hasil kajian geologi untuk menentukan langkah mitigasi jangka panjang.

Pergerakan tanah di Ciamis memaksa puluhan keluarga mengungsi. Pemerintah mempercepat mitigasi agar risiko lanjutan bisa ditekan. (MD)


[td_block_2 limit="7" offset="1" category_id=""]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Mahasiswa Universitas Galuh Ciamis Dikabarkan Hilang, Keluarga Minta Bantuan Warga

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Seorang mahasiswa Universitas Galuh Ciamis...

SAPMA PP Soroti Dewas RSUD dr. Soekardjo: Kalau Bukan Ahlinya, Lebih Baik Menolak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polemik Dewas RSUD dr. Soekardjo Kota...

Anggaran Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran, Adakah Penjelasannya?

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Polemik anggaran Milangkala ke-14 Kabupaten...

Polisi Tangkap Dua Tersangka Pencurian Toko Bangunan Ciamis, Satu Orang Masih Diburu

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Polisi menangkap dua tersangka dalam kasus...

Pemkab Ciamis Gelar Salat Istisqa 8 Oktober, Warga Diajak Berdoa Hadapi Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Salat istisqa Ciamis dijadwalkan digelar di...

JAWA BARAT

Kadis DLH Kabupaten Bekasi Disorot Usai Video Dugaan Pengusiran Wartawan Beredar

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)...

Kemenimipas Ungkap Temuan dalam kasus Lapas Cibinong, Bagaimana status Indra Kenz?

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mengungkap...

Geger Video Rutan Depok Pesta Disko, 2 Petugas Diperiksa: Bagaimana Barang Terlarang Bisa Masuk?

lintaspriangan.com, BERITA DEPOK. Video sejumlah orang berjoget dengan suasana...

Dua Event Jawa Barat Digelar 4 Oktober, Jazz di Bandung dan Trail Run di Garut

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Dua event Jawa Barat berlangsung...

Jembatan Paledang-Pasir Jaya Capai 95 Persen, Ditargetkan Diresmikan Pertengahan Oktober

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Pembangunan Jembatan Paledang-Pasir Jaya di Kota...

2.300 Lowongan Kerja Subang Dibuka, Pendaftaran Operator BYD Berakhir 4 Oktober

lintaspriangan.com, BERITA SUBANG. Sebanyak 2.300 lowongan kerja Subang tersedia...

Gempa Sukabumi M 4,2 Terasa hingga Cianjur, Pusat Gempa di Laut

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Gempa Sukabumi bermagnitudo 4,2 terjadi pada...

PT Wemade Indonesia Jaya di Bongas Kulon, Dari Lapangan Kerja Lokal hingga Pasar Amerika

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Di tengah berkembangnya kawasan industri di...

Olahraga

Popular Categories