DAMKAR Diuji, 6 Kebakaran di Ciamis Terjadi dalam Belasan Hari

lintaspriangan.comBERITA CIAMIS. Enam kebakaran di Ciamis dalam belasan hari terakhir membuka sisi lain kerja pemadam kebakaran yang jarang terlihat publik. Di luar kabar rumah terbakar, pabrik kayu dilalap api, warga mengungsi, atau kerugian mencapai miliaran rupiah, ada cerita lain yang kerap luput dari sorotan: petugas Damkar Ciamis harus tetap bergerak cepat di tengah wilayah yang luas, jarak tempuh yang tidak selalu dekat, jalan yang ramai, dan biaya operasional yang membengkak.

Dalam rentang 14 sampai 30 Mei 2026, sedikitnya enam peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Ciamis. Rangkaian itu diawali kebakaran pabrik kayu di Banjaranyar pada 14 Mei. Dua hari kemudian, kebakaran kembali terjadi di Rancah. Setelah itu, api muncul lagi di Cisontrol, Pamarican, Panumbangan, hingga Kalijaya, Banjaranyar.

Jika dihitung dari kejadian pertama sampai kejadian keenam, rentangnya belum genap 17 hari.

Di atas kertas, angka itu mungkin terlihat seperti daftar kejadian. Namun di lapangan, setiap kebakaran selalu berarti kepanikan. Ada warga yang berteriak meminta pertolongan. Ada keluarga yang berlari menyelamatkan diri. Ada tetangga yang berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Ada petugas yang harus segera bersiap begitu laporan masuk.

Dalam kebakaran, waktu memang terasa berbeda. Bagi warga yang melihat api membesar, satu menit bisa terasa sangat panjang. Sirene yang belum terdengar dapat berubah menjadi kecemasan. Mobil pemadam yang belum tiba bisa langsung dianggap lambat.

Perasaan seperti itu tidak keliru. Warga sedang melihat rumah, harta benda, bahkan tempat tinggalnya terancam habis. Dalam keadaan panik, orang tidak sedang menghitung jarak. Mereka sedang berharap pertolongan datang secepat mungkin.

Namun, ada sisi lain yang juga perlu dilihat dengan jernih.

Pagi itu, redaksi Lintas Priangan tanpa sengaja melihat sebuah tayangan di TikTok. Isinya menyinggung komentar warga yang mengeluhkan mobil pemadam kebakaran karena dianggap lambat tiba di lokasi kebakaran Panumbangan. Keluhan itu kemudian direspons oleh pemilik akun dengan penjelasan sederhana: jarak menuju Panumbangan tidak dekat, sementara jalur jalan yang dilalui relatif ramai hampir setiap saat.

Penjelasan itu penting. Sebab, dalam banyak peristiwa kebakaran, publik sering hanya melihat hasil akhir: mobil sudah datang atau belum datang. Padahal, di belakangnya ada proses panjang yang tidak selalu terlihat. Ada laporan yang diterima. Ada armada yang disiapkan. Ada personel yang bergerak. Ada rute yang ditempuh. Ada jalan yang harus dilalui. Ada risiko yang menunggu di lokasi.

Ciamis bukan wilayah kecil. Kabupaten ini membentang lebih dari 1.400 kilometer persegi. Dari pusat kabupaten menuju sejumlah kecamatan, jaraknya bisa puluhan kilometer. Banjaranyar, Pamarican, Panumbangan, dan wilayah lain yang belakangan mengalami kebakaran bukan titik yang selalu bisa dijangkau dalam beberapa menit.

Artinya, ketika mobil pemadam bergerak, mereka tidak sedang melaju di halaman kantor sendiri. Mereka menempuh jarak yang nyata. Mereka membawa armada besar, melewati jalan raya, berhadapan dengan kendaraan lain, dan tetap harus tiba dalam kondisi siap bekerja.

Di sinilah empati perlu bekerja dua arah. Warga yang panik harus dipahami. Tetapi petugas damkar juga perlu dipahami. Mereka bukan datang membawa alasan. Mereka datang membawa selang, alat, kendaraan, tenaga, dan risiko. Mereka bergerak menuju api ketika orang lain justru berusaha menjauh dari api.

Bagi petugas damkar, setiap panggilan adalah keadaan darurat. Tidak ada kebakaran yang dianggap kecil ketika api sudah menyala. Sebab, api bisa membesar dalam hitungan menit. Api bisa menjalar ke bagian rumah lain. Api bisa mengancam bangunan sekitar. Api bisa berubah dari kepulan asap menjadi kerugian besar hanya karena sedikit keterlambatan penanganan.

Karena itu, kritik terhadap layanan pemadam kebakaran memang tidak boleh ditutup. Kritik adalah bagian dari kontrol publik. Namun, kritik juga perlu diberi konteks agar tidak berubah menjadi penghakiman sepihak. Dalam wilayah yang luas dan jalur yang ramai, kecepatan pemadam tidak hanya ditentukan oleh kesiapan petugas. Ia juga ditentukan oleh jarak, akses jalan, kepadatan lalu lintas, titik sumber air, kondisi armada, dan koordinasi di lapangan.

Tantangan lain yang tidak kalah berat adalah biaya operasional. Berdasarkan keterangan yang dihimpun redaksi, harga solar yang semula berada di kisaran Rp14 ribu naik menjadi sekitar Rp29 ribu. Kenaikan ini bukan angka kecil bagi layanan darurat yang sangat bergantung pada kendaraan operasional.

Bagi pemadam kebakaran, solar bukan sekadar bahan bakar. Solar adalah jarak tempuh. Solar adalah mobil yang bisa berangkat. Solar adalah pompa yang bisa bekerja. Solar adalah kemampuan negara untuk hadir saat warga sedang menghadapi keadaan paling genting.

Ketika harga bahan bakar naik, yang terdampak bukan hanya catatan anggaran. Yang ikut terdampak adalah kemampuan operasional di lapangan. Armada tetap harus bergerak. Petugas tetap harus berangkat. Api tetap harus dipadamkan. Tidak mungkin warga yang sedang tertimpa musibah diminta menunggu karena perhitungan biaya sedang tidak mudah.

Di situlah beratnya kerja layanan darurat. Api tidak menunggu anggaran disesuaikan. Kebakaran tidak bertanya apakah solar sedang mahal. Warga yang panik juga tidak mungkin diminta memahami rumitnya operasional. Begitu laporan masuk, petugas harus tetap bergerak.

Rangkaian enam kebakaran di Ciamis ini seharusnya menjadi alarm bersama. Bagi masyarakat, penting untuk memastikan laporan kebakaran disampaikan secepat mungkin, akses jalan tidak terhalang, dan informasi lokasi diberikan dengan jelas. Dalam situasi darurat, hal-hal kecil seperti patokan jalan, titik kumpul warga, atau akses masuk kendaraan besar bisa sangat menentukan.

Bagi pemerintah daerah dan para pemangku kebijakan, rentetan kebakaran ini juga menjadi pengingat bahwa pemadam kebakaran bukan layanan yang boleh dianggap urusan pinggir. Mereka bekerja di garis depan saat warga berada dalam keadaan panik. Mereka membutuhkan armada yang terawat, bahan bakar yang cukup, personel yang memadai, serta dukungan operasional yang sepadan dengan risiko kerja.

Sebab ketika kebakaran terjadi, yang dicari warga bukan rapat panjang. Yang dicari warga adalah pertolongan. Yang ditunggu bukan alasan. Yang ditunggu adalah sirene. Yang diharapkan bukan sekadar prosedur. Yang diharapkan adalah api segera padam.

Namun, di balik sirene itu, ada manusia-manusia yang bekerja dalam tekanan. Mereka bisa lelah. Mereka bisa cemas. Mereka bisa terluka. Mereka juga bisa kecewa ketika perjuangan menuju lokasi hanya dibaca sebagai keterlambatan.

Petugas damkar sering berdiri di tempat yang paling tidak diinginkan orang lain: dekat api, dekat asap, dekat risiko. Mereka masuk ketika orang lain keluar. Mereka mendekat ketika orang lain menjauh. Dan setelah semua selesai, setelah api padam dan warga mulai menghitung kerugian, kerja mereka kerap kembali sunyi.

Yang paling menampar, tidak semua petugas damkar itu PNS. Ada pula PPPK paruh waktu yang tetap berangkat ketika sirene memanggil, meski apresiasi negara belum sepenuhnya sepadan dengan risiko yang mereka pikul.

Mereka berdiri paling dekat dengan api, tetapi sering kali berada paling jauh dari apresiasi. (AS)

Gabung Channel WhatsApp Lintas Priangan
Dapatkan update berita terbaru, isu lokal penting, dan informasi pilihan langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Channel WhatsApp

Berita lainnya:

Berani Lawan Bullying, Ketua DWP Ciamis Ajak Pelajar Tak Lagi Diam

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pesan tentang pentingnya Berani Lawan Bullying disampaikan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Ciamis, Hj. Sarifah Andang Firman,...

Duta PUTRI BERANI Disiapkan Jadi Garda Terdepan Pencegahan Bullying di SMP Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Program Duta PUTRI BERANI menjadi salah satu inovasi unggulan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis dalam membangun sekolah yang aman...

Gugatan Eks Kades Cicapar Kandas Lagi, PTTUN Jakarta Kuatkan Kemenangan Bupati Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sengketa hukum terkait pemberhentian Kepala Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, kembali berakhir dengan hasil yang...

Konten Premium

20 Persen Keuntungan Koperasi Merah Putih Jadi PADes: Aturan dan Cara Pengawasan

lintaspriangan.com, KONTEN PREMIUM. Bayangkan Koperasi Desa Merah Putih di sebuah desa...

Penyalahgunaan Dapur MBG: Panduan Warga Mengawasi SPPG dan Melaporkan Kejanggalan

lintaspriangan.com, KONTEN PREMIUM. Dari mencocokkan alamat dapur dan sekolah penerima hingga...

Nekat! Pemda di Priatim Ini Menyalahgunakan Anggaran Miliaran Rupiah Secara Berulang

lintaspriangan.com, KONTEN PREMIUM. Badan Pemeriksa Keuangan menemukan dana bertujuan khusus...

Bandara Husein Kembali Dibuka: Panduan Lengkap Akses, Rute, dan Transportasi

lintaspriangan.com, KONTEN PREMIUM. Bandara Husein kembali dibuka membawa kabar...

Terbaru

Indikasi Korupsi di Kota Banjar: Legislatif Sudah, Eksekutif Layak Dibedah

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Indikasi korupsi di Kota Banjar tidak hanya muncul...

Berani Lawan Bullying, Ketua DWP Ciamis Ajak Pelajar Tak Lagi Diam

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pesan tentang pentingnya Berani Lawan Bullying disampaikan Ketua...

Duta PUTRI BERANI Disiapkan Jadi Garda Terdepan Pencegahan Bullying di SMP Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Program Duta PUTRI BERANI menjadi salah satu inovasi...

Gugatan Eks Kades Cicapar Kandas Lagi, PTTUN Jakarta Kuatkan Kemenangan Bupati Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sengketa hukum terkait pemberhentian Kepala Desa...

Kebakaran TPA Ciamis Jadi Potensi Ancaman Musim Kemarau, DPRKPLH Perkuat Mitigasi

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Ancaman Kebakaran TPA Ciamis menjadi perhatian serius Pemerintah...

Piala Dunia 2026

Dua Penerbangan Khusus Argentina ke New York Ludes Terjual

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Penerbangan khusus Argentina menuju New York ludes...

Petisi Usir Argentina Tembus 16 Juta Tanda Tangan, FIFA Akhirnya Buka Suara?

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Gelombang protes terhadap Timnas Argentina...

Tiket Final Piala Dunia Termurah Tembus Rp142 Juta

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Tiket final Piala Dunia 2026 antara Argentina...

Asap Kebakaran Kanada Kepung Latihan Spanyol Jelang Final

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Asap kebakaran Kanada mengganggu persiapan Timnas Spanyol...

Hadiah Juara Piala Dunia 2026 Tembus Rp903 Miliar

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026.  Hadiah juara Piala Dunia 2026 menjadi...

Daerah lainnya

Begal di Bandung Makin Nekat! Beraksi Pagi Hari, Satu Pelaku Tertangkap

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Aksi begal di Bandung kembali meresahkan...

Ibu di Subang Jadi Tersangka Usai Kuburkan Bayi yang Dilahirkannya.

lintaspriangan.com, BERITA SUBANG. Kasus penemuan jasad bayi yang dikubur...

Wajib Pajak Cirebon Dikejar Tenggat Hari Ini, 49 Sudah Ditegur Keras

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Jumat, 17 Juli 2026, menjadi batas akhir...

Menguji Manfaat untuk Warga: Program Besutan 9 ASN Inovatif Sumedang 2026

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Di atas panggung, semuanya tampak selesai. Sembilan nama...

Perspektif

Popular Categories