lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Di tengah upaya daerah meningkatkan pendapatan tanpa membebani masyarakat, sebuah inovasi unik muncul dari Kabupaten Ciamis. Warga kini bisa membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) menggunakan sampah bernilai ekonomis.
Terobosan ini digagas di Kelurahan Sindangrasa dan langsung mendapat perhatian dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis. Program tersebut memungkinkan warga menukar sampah yang telah dipilah dengan nilai tertentu untuk kemudian dikonversi sebagai pembayaran pajak.
Sekretaris Badan (Sekban) Bapenda Kabupaten Ciamis, Dr. Angga Yusman, menilai langkah ini sebagai inovasi berbasis masyarakat yang menjawab dua persoalan sekaligus: ekonomi dan lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah ini. Inovasi ini bukan hanya membantu masyarakat, tetapi juga mendorong kesadaran membayar pajak dengan cara yang lebih ringan dan relevan,” katanya, Rabu (06/05/2026).
Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Ciamis yang menekankan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa memberikan tekanan berlebih kepada masyarakat.
Dengan memanfaatkan sampah sebagai alat tukar, masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi tetap dapat memenuhi kewajiban pajaknya.
Di sisi lain, program ini juga berdampak pada pengurangan volume sampah serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
Konsep ini dinilai sebagai bentuk nyata penerapan ekonomi sirkular di tingkat lokal, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan memiliki nilai ekonomi. “Inilah kekuatan inovasi daerah. Sederhana, tetapi berdampak luas,” ujar Angga.
Bapenda Ciamis pun membuka peluang agar inovasi serupa dapat dikembangkan di wilayah lain, dengan tetap memperhatikan regulasi yang berlaku.
Baca Juga : Sekda Ciamis Minta NakesTak Tertinggal Teknologi
Langkah Kelurahan Sindangrasa ini kini mulai dilirik sebagai praktik baik (best practice) yang berpotensi direplikasi di daerah lain di Indonesia.
Di tengah tantangan ekonomi dan persoalan sampah yang kian kompleks, inovasi dari Ciamis membuktikan bahwa solusi bisa lahir dari tingkat lokal sederhana, kreatif, dan berdampak nasional. (NID)



