Perempuan & Tugas Menjaga Generasi dari Paham Neo-Nazi

lintaspriangan.com, OPINI. Berita tentang puluhan anak Indonesia yang terpapar paham neo-Nazi dan white supremacy sepanjang 2025 cukup membuat dada saya terasa sesak. Bukan hanya karena jumlahnya, tetapi karena subjeknya adalah anak-anak. Mereka yang seharusnya sedang sibuk dengan pelajaran sekolah, pertemanan, dan mimpi-mimpi sederhana, justru bersentuhan dengan ideologi kebencian yang bahkan banyak orang dewasa pun belum tentu memahaminya secara utuh.

Kasus ini memang berhasil ditangani aparat. Ancaman dicegah, rencana kekerasan tidak sempat terjadi. Namun jujur saja, bagi saya pribadi, ada kegelisahan yang tertinggal. Sebab yang dihadapi bukan semata persoalan keamanan, melainkan persoalan generasi. Pertanyaannya bukan lagi siapa yang salah, tetapi di mana kita absen.

Ancaman hari ini tidak selalu datang dengan wajah menakutkan. Ia jarang hadir dalam bentuk yang langsung kita kenali. Justru sebaliknya, ia sering masuk perlahan, melalui percakapan daring, komunitas virtual, atau konten yang dibungkus seolah-olah sebagai ruang kebersamaan. Anak-anak kita yang terpapar dalam peristiwa ini bukan pelaku kejahatan. Mereka korban. Korban dari ruang kosong nilai, korban dari kurangnya pendampingan, dan korban dari dunia digital yang terlalu luas untuk dijelajahi sendirian.

Sulit untuk dipungkiri, jika selama ini kita sering tergoda menyalahkan gawai. Padahal, masalahnya tidak sesederhana itu. Gawai hanyalah alat. Yang lebih menentukan adalah siapa yang hadir menemani anak ketika ia bertanya, ragu, atau merasa tersesat. Di banyak rumah hari ini, ruang keluarga justru terasa lebih sunyi dari sebelumnya. Bukan karena tidak ada orang, tetapi karena masing-masing sibuk dengan layar di tangan.

Di titik inilah peran perempuan menjadi penting. Bukan dalam arti heroik atau sloganik. Saya menulis ini bukan sebagai orang yang paling tahu, melainkan sebagai perempuan yang berkali-kali menyaksikan betapa seringnya tugas menjaga anak jatuh pada kerja-kerja yang tidak terlihat. Mendengar cerita anak sepulang sekolah. Menyadari perubahan nada bicara. Menangkap kegelisahan yang tidak diucapkan. Hal-hal kecil, tetapi menentukan.

Perempuanโ€”sebagai ibu, pengasuh, pendidik, maupun penggerak di lingkungan sosialโ€”sering berada paling dekat dengan proses tumbuh kembang anak. Kedekatan ini bukan soal kodrat, melainkan realitas sosial. Dan realitas ini membawa tanggung jawab yang tidak ringan. Tanggung jawab yang jarang disebut, jarang dihitung, dan hampir tidak pernah diberi ruang apresiasi.

Anak belajar bukan hanya dari apa yang diajarkan secara formal. Ia belajar dari apa yang ia lihat setiap hari. Dari cara orang dewasa menyikapi perbedaan. Dari cara keluarga berdialog saat tidak sepakat. Dari bagaimana emosi dikelola di rumah. Lingkungan yang memberi ruang aman untuk bertanya akan membentuk anak yang lebih tahan terhadap ajakan kebencian dibanding lingkungan yang membungkam rasa ingin tahu.

Nilai-nilai Pancasila sebenarnya hidup dalam praktik sederhana semacam itu. Soekarno pernah mengatakan bahwa Pancasila digali dari kepribadian bangsa Indonesia. Kalimat ini sering kita dengar, tetapi jarang kita renungkan. Jika Pancasila adalah kepribadian, maka ia tumbuh dari kebiasaan sehari-hari, bukan dari hafalan. Dari rumah, bukan hanya dari podium.

Ketika nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan tidak hadir dalam keseharian anak, jangan heran jika ideologi lain mencoba mengisi ruang kosong itu. Ideologi ekstrem selalu datang menawarkan kepastian. Masalahnya, kepastian itu sering dibangun di atas kebencian dan kekerasan.

Berbagai kajian sosial menunjukkan bahwa anak dan remaja yang merasa didengar dan dipahami cenderung lebih tahan terhadap propaganda ekstrem. Sebaliknya, anak yang tumbuh tanpa ruang dialog akan mencari pengakuan di tempat lain. Dunia digital menyediakan itu dengan cepat, meski dengan harga yang mahal.

Karena itu, membicarakan peran perempuan dalam menjaga generasi bukanlah romantisasi peran domestik. Ini soal pengakuan terhadap fungsi strategis yang selama ini luput dari perencanaan kebijakan. Ketahanan ideologi bangsa tidak hanya dibangun melalui regulasi dan penindakan, tetapi juga melalui relasi manusiawi yang berlangsung setiap hari, di ruang-ruang paling sederhana.

Kita tentu patut mengapresiasi kerja aparat dan negara dalam mencegah ancaman. Namun refleksi tetap perlu dilakukan. Sudahkah rumah benar-benar menjadi tempat aman bagi anak untuk bertanya? Sudahkah kita cukup hadir, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional? Ataukah kita terlalu sering baru menyadari ketika masalah sudah terlanjur besar?

Menjaga generasi tidak selalu berarti melakukan hal besar. Ia sering dimulai dari hal yang tampak sepele: duduk bersama, mendengarkan tanpa menghakimi, dan memberi teladan tanpa banyak ceramah. Dalam tugas-tugas sunyi itulah, perempuanโ€”bersama seluruh elemen masyarakatโ€”sebenarnya sedang menjaga masa depan bangsa. Pelan, konsisten, dan sering kali tanpa tepuk tangan.


Penulis: Senny Apriani, S.IP., M.Si.
โ€œSaat ini penulis bekerja sabagai Analis PEP di Badan Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya. Sebelum bekerja sebagai ASN, penulis dikenal aktif di organisasi, antara lain: sebagai Ketua Umum HMI Kabupaten Ciamis, Presiden Mahasiswa Universitas Galuh, Pendiri Yayasan Pemberdayaan Perempuan Dyah Pitaloka.โ€

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Lowongan Kerja Tasikmalaya: Empat Posisi Tutup Pendaftaran 14 September

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Empat posisi lowongan kerja Tasikmalaya yang tercantum...

Benda Diduga Bom Tasikmalaya: Polisi Periksa Dua Pria, Asal-usul Masih Didalami

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Polisi masih mendalami asal-usul benda diduga bom...

Sayembara Jaipong Ciamis Masuki Hari Terakhir, 300 Penari Priangan Timur Tampil

lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS. Sayembara Jaipong Ciamis bertajuk Ceta Ngajomantara memasuki...

Turbo Disebut Opsional, Ratusan Driver Maxim Tasikmalaya Tetap Minta Dihapus

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ratusan pengemudi ojek online (ojol) Maxim...

KPK Geledah Rumah Guru SMA di Tasikmalaya, Diduga Jadi Pengepul Maba Unsoed

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di...

JAWA BARAT

Festival Tari Tradisional Jawa Barat Dijadwalkan Berlangsung 9 Jam Hari Ini

lintaspriangan.com,ย BERITA JAWA BARAT. Festival Tari Tradisional Jawa Barat dijadwalkan...

Jambore Relawan Kebencanaan 2026 Dijadwalkan Dibuka di Cimenyan Pagi Ini

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Jambore Relawan Kebencanaan 2026 dijadwalkan dibuka di...

KPK Geledah Rumah Anggota Polri, Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Suap Bupati Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan...

GIIAS Education Day di Bandung Masuki Hari Kedua, Pelajar Diajak Kenali Industri Otomotif

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. GIIAS Education Day memasuki hari kedua di...

PPAN Jawa Barat 2026 Dijadwalkan Umumkan Peserta Lolos Tahap Provinsi Hari Ini

lintaspriangan.com,ย BERITA JAWA BARAT.ย  Peserta PPAN Jawa Barat 2026 dijadwalkan...

1,96 Ton Beras Bantuan Pangan Cirebon Malah Menumpuk di Rumah Warga, Bantuan buat Siapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Beras bantuan pangan yang seharusnya berada...

Drama Sunda Palagan Bubat Tampil Lima Sesi di Bandung Hari Ini

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG.ย Drama Sunda Palagan Bubat dijadwalkan tampil dalam lima...

Sukabumi Expo 2026 Mulai 10 September, Job Fair Jadi Salah Satu Agenda

lintaspriangan.com,ย BERITA SUKABUMI.ย Sukabumi Expo 2026 dijadwalkan mulai berlangsung di Kabupaten...

Olahraga

Popular Categories