lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Perjalanan Argentina menuju final Piala Dunia 2026 berlangsung sempurna sekaligus menegangkan. Sang juara bertahan menyapu tujuh pertandingan dengan kemenangan, mencetak 19 gol, dan memperlihatkan kemampuan bangkit ketika berada di ambang kekalahan.
La Albiceleste memulai turnamen dengan dominasi, tetapi memasuki fase gugur melalui ujian berat hingga perpanjangan waktu. Kemenangan dramatis atas Inggris akhirnya membawa Lionel Messi dan kawan-kawan ke partai puncak untuk menghadapi Spanyol.
Sapu Bersih Tiga Pertandingan Fase Grup
Argentina membuka Grup J dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Aljazair. Lionel Messi mencetak ketiga gol sekaligus menyamai rekor 16 gol Miroslav Klose di Piala Dunia. Laga tersebut menjadi penegasan bahwa usia 38 tahun saat turnamen dimulai tidak menghilangkan ketajamannya.
Austria menjadi lawan berikutnya. Argentina kembali menang tanpa kebobolan dengan skor 2-0. Messi memborong dua gol setelah sempat gagal mengeksekusi penalti. Hasil tersebut memastikan pasukan Lionel Scaloni lolos ke babak 32 besar meski masih menyisakan satu pertandingan grup.
Scaloni melakukan sembilan perubahan ketika menghadapi Yordania pada laga terakhir. Rotasi besar tidak mengurangi kekuatan Argentina. Gol Giovani Lo Celso dan penalti Lautaro Martinez membawa mereka unggul sebelum Yordania memperkecil kedudukan melalui Mousa Al-Tamari.
Messi kemudian masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol tendangan bebas untuk mengunci kemenangan 3-1. Argentina menutup fase grup dengan sembilan poin, delapan gol, dan hanya satu kali kebobolan.
Tiga Drama Gugur Sebelum Menaklukkan Inggris
Perjalanan Argentina mulai dipenuhi tekanan pada babak 32 besar. Tanjung Verde memaksa sang juara bertahan bermain hingga perpanjangan waktu. Argentina akhirnya menang 3-2 berkat gol bunuh diri pada menit ke-111. Kemenangan itu menjadi peringatan bahwa status favorit tidak menjamin jalan mudah.
Ujian lebih berat datang dari Mesir pada babak 16 besar. Argentina tertinggal 0-2 hingga pertandingan menyisakan 11 menit. Ketika peluang tersingkir terlihat semakin besar, Cristian Romero membuka kebangkitan pada menit ke-79. Messi menyamakan kedudukan empat menit berselang, lalu Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan pada masa tambahan waktu.
Comeback 3-2 tersebut memperlihatkan kekuatan mental yang menjadi ciri utama tim Scaloni. Argentina tidak kehilangan organisasi meski berada dalam tekanan, kemudian meningkatkan tempo pada saat paling menentukan. (Associated Press)
Pada perempat final, Argentina kembali membutuhkan perpanjangan waktu untuk mengalahkan Swiss 3-1. Alexis Mac Allister membawa Argentina unggul lebih dahulu, tetapi Dan Ndoye membuat skor kembali imbang. Julián Álvarez memecah kebuntuan pada menit ke-112 sebelum Lautaro Martinez memastikan tiket semifinal. (Reuters)
Inggris menunggu pada babak empat besar dan sempat unggul melalui Anthony Gordon. Namun, Argentina kembali menunjukkan kemampuan membalikkan keadaan. Enzo Fernandez menyamakan skor pada menit ke-85, disusul sundulan Lautaro Martinez pada masa tambahan waktu. Messi memberikan assist untuk kedua gol tersebut.
Kemenangan 2-1 melengkapi perjalanan Argentina dengan tujuh kemenangan beruntun dan membawa mereka ke final Piala Dunia untuk dua edisi berturut-turut. Kini hanya Spanyol yang memisahkan La Albiceleste dari gelar keempat serta sejarah sebagai tim pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu mempertahankan trofi. (AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
