lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Asap kebakaran Kanada mengganggu persiapan Timnas Spanyol menjelang final Piala Dunia 2026. La Roja tetap menjalani latihan di East Hanover, New Jersey, Kamis, 16 Juli 2026 waktu setempat, ketika langit kawasan tersebut diselimuti asap dan kualitas udara memburuk.
Situasi ini menghadirkan tantangan yang tidak terlihat di papan skor. Spanyol memang sudah berada dekat dengan lokasi final, tetapi mereka harus beradaptasi dengan panas, kelembapan, dan udara tercemar. Pertandingan melawan Argentina akan digelar di New York New Jersey Stadium yang tidak memiliki atap.
Latihan Spanyol Tetap Berlangsung di Luar Ruangan
Associated Press melaporkan sesi latihan Spanyol berlangsung selama sekitar satu jam. Awak media hanya diperbolehkan menyaksikan 15 menit pertama ketika asap membuat sinar matahari terlihat redup di wilayah utara New Jersey.
Asap tersebut berasal dari kebakaran hutan di Kanada yang terbawa angin menuju wilayah timur laut Amerika Serikat. Kualitas udara di sejumlah lokasi dilaporkan berada pada kategori tidak sehat, bahkan berbahaya.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan karena latihan berintensitas tinggi membuat pemain menghirup udara lebih banyak. Partikel halus dari asap kebakaran dapat masuk jauh ke saluran pernapasan ketika seseorang berlari dan bernapas lebih cepat.
Pakar kesehatan yang diwawancarai Associated Press menyebut aktivitas fisik di tengah asap kebakaran berisiko menimbulkan iritasi saluran pernapasan serta peradangan pada tubuh. Kandungan pencemar di dalam asap juga dibandingkan dengan racun yang ditemukan pada emisi kendaraan diesel dan rokok.
Latihan di dalam ruangan dinilai sebagai pilihan yang lebih aman jika kualitas udara terus memburuk. Namun, belum terdapat keterangan bahwa FIFA atau Federasi Sepak Bola Spanyol memindahkan sesi latihan ke fasilitas tertutup. Associated Press
Bagi Spanyol, berlatih di lapangan terbuka tetap dianggap penting. Sebagian besar pertandingan La Roja selama Piala Dunia 2026 berlangsung di stadion beratap dengan pengendalian suhu. Final akan menghadirkan kondisi berbeda karena digelar di arena terbuka pada sore hari.
Hujan Bisa Membersihkan Udara Sebelum Final
Ancaman asap kebakaran Kanada diperkirakan mulai berkurang menjelang pertandingan. Reuters melaporkan hujan deras pada Sabtu dan masuknya udara dingin pada Minggu pagi berpeluang membersihkan sebagian besar asap dari New York dan New Jersey.
Meski demikian, perkiraan tersebut belum sepenuhnya menghapus risiko. Arah angin, kepadatan asap, suhu, dan kelembapan dapat berubah menjelang pertandingan. Sekitar 80.000 penonton diperkirakan memenuhi stadion, sedangkan puluhan ribu lainnya akan berkumpul di kawasan fan zone.
Kelompok paling rentan adalah penonton yang memiliki penyakit asma, gangguan jantung, masalah pernapasan, atau penurunan sistem kekebalan tubuh. Mereka dianjurkan terus memantau informasi kualitas udara dan mempertimbangkan penggunaan masker apabila kondisi kembali memburuk.
Kombinasi udara tercemar dan cuaca panas juga dapat meningkatkan beban pada sistem kardiovaskular. Pemain mungkin membutuhkan hidrasi lebih banyak, pemantauan medis, dan waktu pemulihan yang tepat sebelum bertanding. Reuters
Argentina untuk sementara masih menjalani persiapan di kawasan Atlanta yang tidak terdampak asap separah New Jersey. Kondisi tersebut memberi Argentina lingkungan latihan yang lebih bersih, meskipun mereka mempunyai waktu pemulihan lebih pendek setelah tampil pada semifinal sehari lebih lambat.
Kini, persiapan final tidak hanya ditentukan oleh strategi dan kebugaran pemain. Asap kebakaran Kanada menjadi faktor eksternal yang harus diperhitungkan sampai hari pertandingan. Jika hujan gagal membersihkan udara, FIFA dan panitia harus memastikan kesehatan pemain serta puluhan ribu penonton tidak dikorbankan demi mempertahankan agenda. (NS/AS)
