lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Argentina vs Spanyol akhirnya menjadi final impian yang selama dua tahun terakhir hanya hidup dalam wacana. Lionel Messi dan Lamine Yamal akan berdiri di sisi berlawanan, bukan dalam laga persahabatan atau Finalissima, melainkan pada pertandingan terbesar dalam sepak bola dunia.
Pertandingan ini mempertemukan juara bertahan Piala Dunia dengan juara Eropa. Namun, daya tariknya melampaui nama kedua negara. Final Piala Dunia 2026 juga menjadi titik temu antara seorang legenda yang mendekati ujung perjalanan dan pemain muda yang baru memulai pendakian.
Final yang Sempat Gagal Terwujud
Pertemuan Messi dan Lamine Yamal sebenarnya direncanakan berlangsung lebih awal melalui Finalissima 2026. Pertandingan tersebut disiapkan untuk mempertemukan Argentina sebagai juara Copa América 2024 dengan Spanyol sebagai juara Euro 2024.
Rencana itu tidak terwujud setelah pertandingan yang semula dijadwalkan berlangsung di Qatar dibatalkan di tengah persoalan keamanan dan kesulitan menentukan lokasi pengganti.
Kegagalan tersebut justru membuat pertemuan Argentina vs Spanyol hadir dalam bentuk yang jauh lebih besar. Keduanya menembus final Piala Dunia 2026 setelah melewati jalur berbeda, tetapi sama-sama meyakinkan.
Argentina mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal. Albiceleste tertinggal lebih dahulu sebelum Enzo Fernández menyamakan kedudukan dan Lautaro Martínez mencetak gol kemenangan pada masa tambahan waktu. Messi terlibat dalam proses kedua gol tersebut. Reuters
Spanyol melangkah ke final setelah menaklukkan Prancis 2-0. Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro menjadi pencetak gol yang membawa La Roja kembali ke partai puncak untuk pertama kalinya sejak menjuarai Piala Dunia 2010.
Argentina memenangi seluruh tujuh pertandingannya dan telah mencetak 19 gol. Spanyol datang dengan enam kemenangan dan satu hasil imbang. Pertahanannya baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Associated Press
Angka tersebut membentuk pertarungan yang menarik. Tim paling produktif dalam urusan mencetak gol akan menghadapi pertahanan paling sulit ditembus.
Messi dan Yamal, Cerita yang Melampaui Sepak Bola
Hubungan simbolis Messi dan Lamine Yamal dimulai jauh sebelum keduanya mengetahui bahwa suatu hari mereka akan bertemu di final Piala Dunia.
Pada 2007, Messi yang masih berusia 20 tahun mengikuti sesi foto kalender amal bersama keluarga Yamal. Dalam foto yang kemudian kembali menjadi perhatian dunia, Messi terlihat membantu memandikan Lamine Yamal yang masih bayi.
Foto tersebut awalnya tidak dianggap sebagai peristiwa istimewa. Messi ketika itu baru menuju puncak kariernya bersama Barcelona. Yamal bahkan belum dapat berjalan. Hampir dua dekade kemudian, keduanya menjadi wajah utama dua negara yang memperebutkan trofi Piala Dunia.
Kisah mereka juga terhubung melalui Barcelona. Messi menjadi simbol terbesar dalam sejarah modern klub tersebut. Ia tumbuh dari akademi La Masia, memecahkan berbagai rekor, dan membawa Barcelona melewati salah satu periode tersuksesnya.
Yamal muncul setelah era Messi berakhir. Ia juga dibentuk La Masia, menembus tim utama dalam usia sangat muda, lalu berkembang menjadi tumpuan serangan Spanyol.
Meski memiliki latar yang sama, mereka tidak pernah bermain bersama di tim senior Barcelona. Messi meninggalkan klub pada 2021, sedangkan Yamal baru menjalani debut bersama tim utama pada 2023. Final ini menjadi pertemuan kompetitif pertama mereka pada level senior.
Messi memasuki laga tersebut pada usia 39 tahun. Ia telah mengoleksi delapan gol dan empat assist sepanjang Piala Dunia 2026. Final ini juga berpotensi menjadi pertandingan terakhirnya di panggung Piala Dunia.
Yamal berada pada sisi yang berlawanan. Ia datang bukan hanya sebagai simbol masa depan, tetapi sebagai pemain penting dalam tim Spanyol yang sudah menjadi juara Eropa dan kini hanya berjarak satu kemenangan dari gelar dunia.
Karena itu, Argentina vs Spanyol bukan sekadar pertarungan dua tim terbaik. Pertandingan tersebut membawa tiga lapis cerita sekaligus: juara dunia menghadapi juara Eropa, serangan terbaik bertemu pertahanan terbaik, serta seorang legenda berhadapan dengan pewaris generasi berikutnya.
Messi dan Lamine Yamal tidak perlu dibuat saling membenci untuk menjadikan final ini menarik. Keduanya berdiri pada dua titik perjalanan yang berbeda. Satu ingin menutup kisah dengan kejayaan. Satu lainnya ingin memulai era baru dengan merebut panggung terbesar. (AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
