lintaspriangan.com,ย BERITA OLAHRAGA.ย Bandung Hattrick Juara akhirnya benar-benar menjadi kenyataan. Persib Bandung memastikan gelar Super League 2025/2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara pada laga pamungkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu, 23 Mei 2026.
Hasil Persib vs Persijap memang tidak melahirkan gol. Namun, skor kacamata itu sudah cukup untuk mengantar Maung Bandung mengunci gelar. Di hadapan GBLA yang penuh sesak oleh Bobotoh, Persib menutup musim dengan satu poin paling berharga: bukan poin yang meriah di papan skor, tetapi poin yang membuat sejarah kembali ditulis.
Skor 0-0 yang Berubah Jadi Pesta
Persib memasuki laga ini dengan posisi sangat menguntungkan. Maung Bandung hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan gelar juara. Tekanan tetap besar karena Borneo FC masih mengintai dari belakang, tetapi Persib memegang kendali nasib sendiri.
Sejak awal, laga Persib vs Persijap berjalan ketat. Kedua tim sama-sama turun dengan formasi 4-3-2-1. Persib membawa ambisi mengunci gelar di kandang sendiri, sementara Persijap datang tanpa beban besar dan justru mampu membuat pertandingan tidak berjalan mudah bagi tuan rumah.
Tidak ada gol tercipta pada babak pertama. Persijap menjadi tim pertama yang melakukan perubahan pemain. Pada menit ke-38, Saepul Rahman masuk menggantikan Indra Arya. Pergantian itu menjadi satu-satunya catatan besar pada paruh pertama yang berakhir 0-0.
Memasuki babak kedua, Persib langsung melakukan perubahan. Luciano Guaycochea masuk pada menit ke-46 menggantikan Kakang Rudianto. Pergantian ini menunjukkan Bojan Hodak mencoba memberi warna baru dalam permainan Maung Bandung.
Persijap mendapat kartu kuning melalui Tiri pada menit ke-52. Dua menit kemudian, tim tamu kembali melakukan pergantian. Ndom Aji masuk menggantikan Hamisi. Persib lalu merespons pada menit ke-68 dengan dua perubahan sekaligus: Ramon Tanque masuk menggantikan Beckham Putra, sementara Uilliam menggantikan Andrew Jung.
Laga tetap berjalan alot. Persijap memasukkan Lessy Bahar pada menit ke-70 menggantikan Hidayat R. Persib kembali mengubah komposisi pada menit ke-80 ketika Julio Cesar masuk menggantikan Berguinho. Namun, meski sejumlah pergantian dilakukan, gol yang ditunggu Bobotoh tidak kunjung datang.
Statistik Kejadian: Tensi Tinggi sampai Menit Akhir
Jika dilihat dari statistik kejadian pertandingan, laga ini lebih banyak diwarnai pergantian pemain dan kartu kuning ketimbang ledakan gol. Persijap mencatat dua kartu kuning melalui Tiri pada menit ke-52 dan Lessy Bahar pada menit ke-87. Di kubu Persib, Teja Paku Alam juga menerima kartu kuning pada menit 90+5.
Persib melakukan beberapa perubahan penting pada babak kedua. Selain masuknya Guaycochea, Ramon Tanque, Uilliam, dan Julio Cesar, Persib juga memasukkan Ramdani S. pada menit 90+1 untuk menggantikan Eliano Reijnders. Pergantian itu datang ketika laga sudah memasuki fase paling menegangkan.
Namun, sampai peluit panjang berbunyi, skor tetap 0-0. Di atas kertas, hasil ini mungkin terlihat biasa. Tetapi dalam konteks perebutan gelar, skor tanpa gol ini justru menjadi angka emas. Persib tidak menang, tetapi tidak juga terpeleset. Satu poin cukup untuk memastikan Maung Bandung Hattrick Juara.
Bagi Bobotoh, laga ini mungkin bukan pesta yang paling sempurna dari sisi permainan. Tidak ada gol dramatis. Tidak ada kemenangan besar. Tidak ada pesta skor di GBLA. Tetapi sepak bola kadang tidak selalu memberi kebahagiaan dalam bentuk paling bising. Kali ini, kebahagiaan datang lewat ketegangan yang tertahan sampai akhir.
Persijap layak mendapat catatan tersendiri. Laskar Kalinyamat tampil disiplin dan mampu meredam Persib di hadapan puluhan ribu Bobotoh. Mereka datang bukan sebagai pelengkap seremoni, melainkan sebagai lawan yang benar-benar membuat Maung Bandung harus bekerja hingga menit terakhir.
Namun, malam ini tetap menjadi milik Persib. Skor 0-0 cukup untuk mengantar Maung Bandung ke puncak. GBLA menjadi saksi bahwa gelar tidak selalu harus dikunci dengan pesta gol. Kadang, satu poin sunyi pun bisa berubah menjadi sejarah yang sangat nyaring.
Dengan hasil ini, Bandung Hattrick Juara bukan lagi sekadar harapan. Persib menutup musim dengan gelar, menjaga muruah di laga terakhir, dan memberi Bobotoh alasan untuk merayakan malam panjang yang telah lama mereka tunggu. (AS/AS)
Baca Berita Persib lainnya di Google





















