lintaspriangan.com, HIBURAN. Komedian Sule akhirnya angkat bicara setelah pernyataan putranya, Rizwan Fadilah atau yang akrab disapa Njan, viral di media sosial. Dalam sebuah podcast, Njan sempat mengaku ayahnya, komedian Sule pernah lempar rapor anaknya karena nilai sekolah yang jelek.
Pengakuan tersebut langsung menjadi perbincangan publik. Banyak warganet mengira Sule benar-benar meluapkan amarah kepada anaknya saat menerima hasil belajar di sekolah.
Namun, Sule menegaskan cerita yang beredar tidak menggambarkan kejadian sebenarnya.
Sule Tegaskan Momen Lempar Rapor Hanya Konten
Saat menjadi bintang tamu di program Pagi Pagi Ambyar, Sule membantah pernah melempar rapor ke arah putranya.
Menurutnya, adegan yang sempat terekam dalam vlog di kanal YouTube miliknya merupakan bagian dari konten yang dibuat untuk kebutuhan hiburan.
“Enggak, itu kan ngevlog,” kata Sule.
Ia menjelaskan bahwa rapor tersebut dilempar ke arah meja, bukan kepada Njan.
“Enggak lah, masa lempar ke Njan. Lempar ke meja. Ngevlog, namanya juga broadcast,” ujarnya.
Sule juga menyebut putranya mengetahui bahwa momen tersebut hanya bagian dari konten dan bukan kemarahan yang sesungguhnya.
“Njan juga tahu, itu enggak ada bahan obrolan aja sama Raditya,” ucapnya.
Sule: Nilai Bukan Segalanya, Adab Lebih Penting
Di balik viralnya cerita tersebut, Sule mengaku tidak pernah menjadikan nilai akademik sebagai tolok ukur utama dalam mendidik anak-anaknya.
Menurut mantan personel grup lawak SOS itu, ia lebih menekankan pentingnya adab, etika, dan kemampuan anak untuk bertanggung jawab atas kehidupannya kelak.
“Enggak perlu marah, diemin aja, yang penting udah kasih tahu, ‘nilai kamu jelek’,” ujar Sule.
Ia menambahkan bahwa setiap anak memiliki jalan hidup masing-masing.
“Ya udah enggak apa-apa, yang penting bisa nyari duit nantinya. Adab dan juga etika yang dijaga. Ngapain ribet harus marah sama anak,” tuturnya.
Berawal dari Podcast Raditya Dika
Cerita mengenai rapor itu kembali mencuat setelah Njan hadir sebagai bintang tamu dalam podcast Raditya Dika.
Dalam perbincangan tersebut, Njan menceritakan kebiasaan Sule yang selalu datang saat pembagian rapor sambil merekam kegiatan untuk vlog.
Ia juga mengungkap bahwa guru sempat memberi tahu ayahnya mengenai penurunan nilai di sekolah. Potongan cerita itulah yang kemudian viral dan memunculkan berbagai persepsi di media sosial.
Setelah memberikan klarifikasi, Komedian Sule Sutisna berharap publik tidak salah memahami konteks video yang beredar karena momen tersebut merupakan bagian dari konten hiburan, bukan tindakan kekerasan terhadap anak.
Penonton Kritis, Kreator Lebih Bijak
Di era media sosial, potongan video berdurasi beberapa detik bisa dengan cepat membentuk opini publik. Karena itu, masyarakat perlu lebih bijak dengan tidak langsung menghakimi hanya berdasarkan cuplikan yang viral.
Di sisi lain, para kreator konten juga dituntut lebih bertanggung jawab dalam menyajikan materi yang dipublikasikan. Demi mengejar perhatian atau viralitas, sebuah konten sebaiknya tidak dibuat dengan cara yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman atau merugikan pihak lain. Memeriksa konteks, menghadirkan penjelasan yang utuh, serta mengedepankan fakta menjadi langkah penting agar ruang digital tetap sehat dan tidak dipenuhi kesimpulan yang keliru. (HS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
