Perbincangan Wartawan dengan Raja Tazmalaya Jelang Akhir Tahun

lintaspriangan.com, DIALOG IMAJINER. Petang selepas maghrib di bulan Desember memang punya selera yang khas. Hujan deras turun lebih dari satu jam, mengubah jalan-jalan Tazmalaya menjadi sungai musiman. Kabut tipis menempel di pepohonan, dan udara lembap membawa aroma tanah yang baru disiram. Di tengah suasana itu, saya melangkah ke rumah baru Raja Tazmalaya, rumah megah yang sedang dibangun, dan konon akan menjadi simbol kejayaan. Setidaknya begitu kata baliho.

Tapi malam itu, bangunannya justru tampak seperti maket raksasa yang lupa diberi finishing. Beberapa tembok masih ditutupi terpal. Lampu-lampu belum terpasang semua. Sebagian sudut bergantung pada senter pekerja yang ditinggalkan. Beranda tempat kami bertemu hanya diterangi lampu kuning temaram, cukup terang untuk melihat wajah Raja, namun cukup redup untuk membuat suasana seperti adegan film investigasi.

Akhir tahun memang waktu yang aneh. Orang-orang sibuk mengevaluasi diri, sementara raja biasanya sibuk membuka laporan kinerja yang disusun agar terlihat manis. Tapi malam itu berbeda, ia memanggil saya yang ia kenala sebagai wartawan. Atau lebih tepatnya, ia mengizinkan saya datang. Di Tazmalaya, itu dua hal yang sangat berbeda.

โ€œTuan Wartawan, apa kabar? Malam ini, mari kita berbincang,โ€ ujar Raja sambil merapikan letak kacamatanya. Usianya masih muda, tapi aura kekuasaannya membuatnya tampak lebih muda, atau mungkin memang belum terlalu matang untuk beban yang ia pikul.

โ€œSaya baik, Baginda. Hujannya saja yang bikin agak kaget. Sudah kayak tradisi akhir tahun, turun tanpa kompromi,โ€ jawab saya sambil menepuk-nepuk jaket yang masih basah.

Raja tertawa pelan. โ€œBegitulah Desember. Laluโ€ฆ apa kabar di luar sana? Apa yang ramai tentang saya?โ€

Ah, akhirnya pertanyaan itu muncul. Pertanyaan yang tidak muncul dari keberanian, melainkan dari rasa penasaran seorang pemimpin yang terlalu lama tinggal di lapisan paling halus dari istana, lapisan yang kedap terhadap kritik.

Saya menarik napas. โ€œKalau Baginda benar-benar ingin tahu, izinkan saya menyampaikan apa adanya. Saya akan fokus pada hal-hal yang selama ini tidak Baginda respons.โ€

Raja menyesap teh yang masih hangat. โ€œSilakan. Saya akan dengarkan.โ€


โ€œYang pertama, Bagindaโ€ฆ tentang orang-orang dekat Baginda. Itu tuh, tiga orang yang selalu menempel. Dari ikut-ikutan ngatur penempatan jabatan abdi kerajaan, sampai menentukan siapa pelaksana pekerjaan. Di luar sana, citra mereka buruk. Banyak yang menyebut mereka Trio Gei. Mereka dianggap penghasut, mendorong Baginda ke arah yang salah.โ€

Raja membuka mulut, hendak bicara, tapi menutupnya lagi. Seperti seseorang yang sedang menghitung risiko dalam pikirannya.

โ€œSaya yakin Baginda sudah dengar, minimal dari laporan-laporan informal. Tapi kenapa Baginda tidak pernah menyentuh isu ini? Itu yang membuat rakyat bertanya.โ€

Hujan mengetuk atap dengan ritme lebih cepat, seolah menjadi efek dramatis.

โ€œYang kedua,โ€ lanjut saya, โ€œsoal seleksi abdi kerajaan. Nada sumbang banyak terdengar. Tidak hanya dari rakyat, tapi dari internal abdi kerajaan. Ceritanya macam-macam: ada yang punya rekam jejak asusila tapi malah dapat jabatan. Ada yang jelas-jelas naik tapi disulap jadi bergeser. Ada yang diangkat jadi adipati padahal saat saat tes sempat ketiduran. Ada juga yang naik dua tingkat karena dia anak mantan pacar seseorang.โ€

Raja langsung batuk kecil.
Saya pura-pura tidak melihat.

โ€œBanyak yang meminta agar hasil seleksi dibuka, setidaknya untuk para penasehat kerajaan. Transparansi, Baginda. Itu obat paling murah, tapi paling sering ditolak para penguasa.โ€

Saya biarkan kalimat itu menggantung sebentar.

โ€œLalu soal para adipati. Banyak yang merasa tidak dekat dengan Baginda. Padahal meski dulu bukan pendukung, mereka ini sudah ditempa untuk selalu setia pada siapa pun raja yang sedang berkuasa. Mereka hanya butuh sedikit dirangkul.โ€

Raja menatap jauh ke luar, ke arah hujan yang memantul di halaman.

โ€œSelanjutnya, tentang banjir. Di beberapa kampung, setiap hujan menjadi genangan besar. Padahal anggaran infrastruktur tiap tahun besar. Tapi, alih-alih membuat nyaman, anggaran besar itu malah mendatangkan bencana. Rakyat bingung, Baginda.โ€

Raja menghela napas tipis, mungkin menyadari ke mana arah kalimat saya.

Saya melanjutkan dengan nada lebih tenang, โ€œDan terakhirโ€ฆ hubungan antara adipati dan wartawan. Banyak dari mereka sulit diajak bicara. Pesan tidak dijawab, surat dibiarkan menguap. Padahal mereka hidup enak dari upeti rakyat. Tapi sikapnyaโ€ฆ angkuh sekali, Baginda.โ€

Kali ini Raja benar-benar diam cukup lama. Saya sempat mengira ia ketiduran juga.

Akhirnya ia bersuara,
โ€œHmmโ€ฆ lumayan banyak juga ya masalah di luar sana.โ€

Saya tersenyum kecil.
โ€œDesember memang bulan yang jujur, Baginda. Banyak yang terungkap.โ€


Percakapan lalu mengalir ke hal-hal ringan, tentang pembangunan rumah barunya, tentang rencana tahun depan, tentang hujan yang seolah sedang unjuk gigi. Suasana perlahan mencair, meski tidak sepenuhnya nyaman.

Saya meneguk teh yang sejak tadi mendingin, lalu berdiri perlahan.

โ€œBaginda, sebelum saya pamitโ€ฆ ada satu hal yang hampir saya lupakan.โ€

Raja menatap saya. โ€œApa itu?โ€

โ€œSaya lupa bahwa Baginda masih muda. Masih butuh waktu, pengalaman, dan mungkin sedikit keberanian untuk menjadi pemimpin yang lebih tegas, lebih bijak, dan lebih dewasa. Tahun pertama selalu kacau, Baginda. Yang penting jangan terbiasa.โ€

Raja terdiam. Entah mengerti, entah hanya menunggu kalimat itu selesai agar ia bisa bernapas lega.

Hujan masih turun ketika saya melangkah pergi, seolah sedang memberi tepukan di pundak:
Sudah. Besok tahun baru sebentar lagi. Siap-siap evaluasi yang lebih nyata.


Rubrik #DIMAJI adalah dialog rekaan. Tidak ada wawancara sungguhan, tidak ada sumber resmi, dan tidak ada pintu yang benar-benar kami ketuk. Seluruh percakapan disusun secara imajinatif untuk bahan refleksi, tentang beragam fenomena yang sulit diungkap dalam berita faktual.
Jika ada yang merasa tersentil, itu tandanya refleksi ini sedang bekerja.

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Kapolres Tasikmalaya Tekankan Akhlak Rasulullah dalam Pelayanan Publik

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW...

SDN 1 Gerba Ciamis Terbakar, Api Muncul Saat Anak Bermain Layangan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Bangunan SDN 1 Gerba di Dusun...

Penetapan Calon Ketua KONI Banjar Dijadwalkan Hari Ini, 8 Bacalon Sebelumnya Ambil Formulir

lintaspriangan.com,ย BERITA BANJAR. Tahapan pemilihan Ketua KONI Banjar periode 2026โ€“2030...

Rektor ITG Baru Dorong Pemanfaatan AI untuk Pembelajaran dan Inovasi

lintaspriangan.com,ย BERITA GARUT.ย Memasuki Senin, 24 Agustus 2026, Rektor ITG periode...

Porseni Madrasah Jabar Masuki Hari Terakhir, 174 Siswa Kota Tasikmalaya Berlaga

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Porseni Madrasah Jabar 2026 memasuki hari terakhir...

JAWA BARAT

Eagle Fight Championship Digelar di Cirebon 23 Agustus, 80 Petarung Dijadwalkan Berlaga

lintaspriangan.com,ย BERITA CIREBON. Eagle Fight Championship dijadwalkan digelar di Wahaha...

Sumedang Swimming Sprint Masuki Hari Terakhir 23 Agustus, 1.556 Atlet Berlaga

lintaspriangan.com,ย BERITA SUMEDANG. Sumedang Swimming Sprint KA IV dijadwalkan memasuki...

Pameran Alutsista Bekasi Berlanjut 23 Agustus, Panser Anoa Bisa Dilihat Warga

lintaspriangan.com,ย BERITA BEKASI. Pameran alutsista Bekasi masih dijadwalkan berlangsung di...

Bandung Art Month 9 Mulai 23 Agustus, Berlangsung Sebulan di Berbagai Ruang Seni

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG.ย Bandung Art Month 9 memasuki periode penyelenggaraan mulai...

Gempa M5,8 Guncang Sumur Banten, Disusul M3,8: Warga agar Waspada

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,8...

Bandung Great Sale Mulai 21 Agustus, Lebih dari 700 Pelaku Usaha Terlibat

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Bandung Great Sale 2026 dijadwalkan mulai Jumat,...

Warga Perbatasan Kuningan-Cirebon Siaga Kebakaran Bentuk MPA

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Masyarakat di kawasan perbatasan Kabupaten Kuningan...

Pemuda Kabupaten Bogor Punya Usaha? Kesempatan Emas Program Inkubasi, Kuota Terbatas

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kabar baik bagi pemuda Kabupaten Bogor...

Olahraga

Popular Categories