Warga Cikajang Tolak Bergabung dengan Daerah Otonomi Baru Garut Selatan

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Penolakan sebagian besar warga Kecamatan Cikajang untuk bergabung dengan Daerah Otonomi Baru (DOB) Garut Selatan (Garsel) telah menjadi sorotan dalam diskusi pemekaran wilayah Kabupaten Garut.

Dari total 12 desa yang ada di Kecamatan Cikajang, sembilan desa dengan tegas menyatakan penolakan terhadap gagasan ini.

Warga berpendapat bahwa pemekaran ini, alih-alih membawa kemajuan, justru dianggap sebagai sebuah kemunduran. Mereka khawatir bahwa dengan bergabungnya Cikajang ke DOB Garsel, akses mereka terhadap layanan administrasi akan menjadi jauh lebih sulit.

Selama ini, Kecamatan Cikajang secara geografis lebih dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten Garut yang ada saat ini, sehingga warga merasa nyaman dan mudah mengakses layanan publik.

Salah satu tokoh masyarakat Cikajang, Gun Gumelar, yang juga mantan petinju profesional nasional, memberikan pandangannya mengenai penolakan ini. Gun menegaskan bahwa pemindahan pusat pemerintahan ke wilayah Garut Selatan akan memperpanjang jarak tempuh bagi warga Cikajang untuk mengurus berbagai keperluan administrasi.

“Selama ini, warga Cikajang merasa lebih dekat dan lebih mudah dalam mengurus administrasi di pusat pemerintahan Kabupaten Garut. Jika kita bergabung dengan DOB Garsel, justru kita akan semakin jauh dan repot,” ujar Gun.

Penambahan jarak dan waktu tempuh ini dinilai sebagai faktor utama yang membuat warga enggan bergabung dengan Garsel, terutama bagi mereka yang sering melakukan urusan administratif dan layanan publik lainnya.

Selain itu, warga Cikajang juga merasa bahwa pemekaran ini tidak menawarkan manfaat signifikan bagi mereka. Beberapa di antara mereka khawatir bahwa DOB Garsel mungkin tidak memiliki infrastruktur dan fasilitas yang memadai untuk memberikan pelayanan yang setara dengan yang mereka terima di Kabupaten Garut.

Kekhawatiran ini semakin diperparah oleh fakta bahwa banyak warga yang merasa terbantu oleh kemudahan akses ke layanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi yang selama ini disediakan oleh Kabupaten Garut. Pergeseran ke wilayah yang lebih jauh, menurut mereka, akan menambah beban baik secara waktu maupun biaya.

Dengan penolakan dari sembilan desa di Cikajang, kini tinggal 15 kecamatan yang menyatakan kesiapannya untuk bergabung dengan DOB Garsel.

Kecamatan-kecamatan tersebut mencakup wilayah-wilayah seperti Pamulihan, Bungbulang, Pakenjeng, Caringin, Cisewu, Talegong, Mekarmukti, Cikelet, Pameungpeuk, Cibalong, Cisompet, Cihurip, Banjarwangi, Peundeuy, dan Singajaya.

Sebagian besar dari kecamatan ini memang berada di wilayah selatan Kabupaten Garut, yang secara geografis lebih terpencil dan merasa bahwa pemekaran akan memberikan peluang untuk pengembangan wilayah yang lebih terfokus. Namun, bagi warga Cikajang, pemekaran ini justru dipandang sebagai potensi masalah yang akan merugikan mereka dalam jangka panjang.

Gun Gumelar menegaskan kembali bahwa warga Cikajang lebih memilih untuk tetap berada di bawah Kabupaten Garut induk karena mereka merasa puas dengan pelayanan yang ada saat ini.

Menurutnya, perubahan yang diusulkan akan mempersulit kehidupan sehari-hari warga, terutama yang harus sering mengurus berbagai kebutuhan administratif.

“Kita sudah terbiasa dan puas dengan pelayanan dari pemerintah Kabupaten Garut. Kalau harus ke Garut Selatan, itu akan menambah banyak beban bagi masyarakat, terutama yang harus bolak-balik untuk urusan administrasi,” tegas Gun.

Perasaan nyaman dan familiar dengan kondisi yang ada membuat banyak warga enggan untuk mengambil risiko dengan perubahan yang mereka anggap tidak menguntungkan.

Penolakan ini juga dipicu oleh kurangnya sosialisasi mengenai manfaat pemekaran.

Banyak warga Cikajang merasa bahwa informasi yang mereka terima mengenai DOB Garsel sangat terbatas dan tidak cukup meyakinkan mereka tentang dampak positif dari pemekaran tersebut.

Beberapa di antaranya bahkan merasa bahwa proses pemekaran lebih didorong oleh kepentingan politik daripada kepentingan warga setempat.

Kekhawatiran ini menciptakan ketidakpastian di kalangan warga tentang masa depan jika mereka memutuskan untuk bergabung dengan Garsel.

BACA JUGA: Patroli Malam di Tasikmalaya: Penanganan Pesta Miras oleh Polisi

Secara keseluruhan, meskipun banyak kecamatan lain di selatan Garut yang mendukung pemekaran wilayah, penolakan dari warga Cikajang mencerminkan adanya kekhawatiran mendalam terkait dampak pemekaran terhadap aksesibilitas dan layanan publik.

Bagi mereka, pemekaran ini tidak menawarkan keuntungan yang jelas, dan justru dapat memperburuk kualitas hidup sehari-hari, terutama dalam hal akses terhadap layanan yang vital. Dengan alasan-alasan tersebut, Cikajang tetap memilih untuk menjadi bagian dari Kabupaten Garut yang ada saat ini.

[td_block_2 limit="7" offset="1" category_id=""]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Kemarau Lebih dari Lima Bulan, 5.000 Jamaah di Ciamis Gelar Salat Istisqa

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kemarau yang berlangsung lebih dari...

18 Nama Punya Jejak Digital, Berpotensi Meramaikan Pilkada Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pilkada Ciamis berikutnya memang masih jauh....

Mahasiswa Universitas Galuh Ciamis Dikabarkan Hilang, Keluarga Minta Bantuan Warga

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Seorang mahasiswa Universitas Galuh Ciamis...

SAPMA PP Soroti Dewas RSUD dr. Soekardjo: Kalau Bukan Ahlinya, Lebih Baik Menolak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polemik Dewas RSUD dr. Soekardjo Kota...

Anggaran Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran, Adakah Penjelasannya?

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Polemik anggaran Milangkala ke-14 Kabupaten...

JAWA BARAT

Petani Pebayuran Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Bekasi Prioritaskan Normalisasi Irigasi BKG 22–38

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pemerintah Kabupaten Bekasi memprioritaskan normalisasi irigasi...

Warga Lima Kecamatan di Majalengka Kekurangan Air Bersih, 26 Truk Tangki Dikerahkan

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Warga di lima kecamatan Kabupaten Majalengka,...

Kecelakaan Tol Cipularang Libatkan 15 Kendaraan, Satu Orang Luka Berat dan Seluruh Lajur Sempat Tertutup

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kecelakaan Tol Cipularang yang melibatkan 15...

Jabar Kabisa 2026 Digelar 8–9 Oktober di Bandung, Warga Bisa Akses Layanan Publik Gratis

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui...

25 Ribu Mahasiswa Tangani Sampah Bandung Raya, Pemprov Jabar Targetkan Pengurangan 1.000 Ton per Hari

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan 25...

Pekerja Majalengka di Batam Diduga Dianiaya, 2 Terduga Pelaku Diamankan

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Sejumlah pekerja asal Jawa Barat, termasuk...

Kadis DLH Kabupaten Bekasi Disorot Usai Video Dugaan Pengusiran Wartawan Beredar

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)...

Kemenimipas Ungkap Temuan dalam kasus Lapas Cibinong, Bagaimana status Indra Kenz?

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mengungkap...

Olahraga

Popular Categories