“KH Miftah Fauzi dan Ribuan Pedagang Cikurubuk Tunggu Sikap Pemkot Tasik”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tokoh ulama dan masyarakat Tasikmalaya, KH Miftah Fauzi, menyatakan dirinya bersama ribuan pedagang Pasar Cikurubuk saat ini masih menunggu sikap konkret Pemerintah Kota Tasikmalaya terkait persoalan pasar tradisional yang kian tertekan. Penantian itu muncul setelah komunikasi langsung dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya yang disebut telah memberikan respons positif, namun belum terlihat realisasi kebijakan di lapangan.

Informasi tersebut disampaikan KH Miftah Fauzi saat ditemui Lintas Priangan di kediamannya, Kamis (29/1/2026). Beliau menegaskan, komunikasi dengan pimpinan daerah sudah terbuka, tetapi pedagang masih menunggu kepastian langkah nyata.

“Saya sudah berkomunikasi langsung dengan wali kota dan wakil wali kota. Responsnya baik dan positif. Tapi sampai hari ini, kami masih menunggu bagaimana sikap dan langkah konkret pemerintah di lapangan,” ujar KH Miftah Fauzi.

Menurutnya, penantian itu bukan hanya datang dari dirinya sebagai tokoh masyarakat, melainkan dari ribuan pedagang Pasar Cikurubuk yang berharap negara benar-benar hadir menyelesaikan persoalan pasar rakyat.


Sikap KH Miftah Fauzi sebelumnya juga mencuat lewat status di akun Facebook pribadinya, yang menyinggung praktik usaha ritel Toko Sen Sen. Unggahan tersebut menyedot perhatian publik karena dinilai merepresentasikan keresahan pedagang kecil yang semakin hari semakin terdesak oleh persaingan usaha yang tidak seimbang.

Sejumlah media lokal kemudian mengangkat pernyataan KH Miftah Fauzi, terutama terkait desakan agar pemerintah segera turun tangan menyelamatkan Pasar Cikurubuk. Dalam berbagai pemberitaan, ia menyoroti maraknya kios kosong, ketimpangan tata ruang, serta lemahnya kepastian pengelolaan pasar tradisional.

“Saya sudah menerima informasi dari para pedagang. Bukan hanya Sen Sen, ada beberapa grosir dan distributor yang justru main eceran. Kasihan pedagang kecil, dan ini jelas-jelas melanggar regulasi,” tegasnya.

Karena itu, KH Miftah Fauzi menilai, persoalan itu tidak bisa dipandang sebagai urusan bisnis semata, melainkan menyangkut keadilan sosial dan keberpihakan negara kepada masyarakat kecil.


Dalam wawancara terbarunya, KH Miftah Fauzi menyebut sikapnya kini adalah menunggu, dan tidak akan mundur. Ia berharap Pemkot Tasikmalaya segera menunjukkan langkah terukur yang menyentuh akar masalah.

“Saya bersama ribuan pedagang Pasar Cikurubuk saat ini menunggu. Menunggu bagaimana Pemkot Tasikmalaya bersikap dan hadir menyelesaikan persoalan pasar ini,” katanya.

Ia mengingatkan, keterlambatan negara berisiko memperpanjang krisis pasar tradisional dan memicu gesekan sosial antar pedagang.


Dari sisi regulasi, praktik grosir yang menjual secara eceran sejatinya bertentangan dengan semangat pengaturan perdagangan nasional. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan menegaskan peran negara dalam menciptakan iklim usaha yang adil serta melindungi pelaku usaha kecil. Prinsip ini kemudian dipertegas dalam Peraturan Menteri Perdagangan tentang perizinan dan penataan usaha, yang membedakan fungsi distributor/grosir dengan pengecer.

Dalam kerangka kebijakan tersebut, grosir didesain sebagai simpul distribusi, bukan pemain langsung di pasar eceran. Ketika grosir turun menjual eceran, terjadi distorsi pasar: harga menjadi tidak sehat, persaingan tidak seimbang, dan pedagang kecil kehilangan ruang hidup. Karena itu, pemerintah daerah memiliki kewenangan melakukan pengaturan zonasi, penertiban perizinan, serta pengawasan fungsi usaha demi menjaga ekosistem pasar rakyat.

Inilah konteks yang menguatkan sikap KH Miftah Fauzi. Ia tidak sedang menolak usaha besar, melainkan menuntut keadilan struktur pasar agar pedagang kecil tidak dilindas oleh kekuatan modal dan distribusi.


KH Miftah Fauzi menegaskan, dirinya akan terus berdiri bersama pedagang Pasar Cikurubuk sembari mengawal janji dan komunikasi yang telah terbangun dengan pimpinan daerah. Ia berharap Pemkot Tasikmalaya segera menunjukkan sikap yang jelas, humanis, dan berpihak pada pasar rakyat.

“Kalau negara benar-benar hadir, persoalan pasar ini bisa diselesaikan. Sekarang tinggal bagaimana keseriusan dan keberanian pemerintah,” ujarnya.

Untuk saat ini, ulama dan ribuan pedagang Pasar Cikurubuk masih menunggu sikap negara, yang diharapkan segera menjelma menjadi kebijakan nyata, bukan sekadar respons di layar smartphone. (AS)

PRIANGAN TIMUR

Tiga Lowongan Kerja Ciamis Terbaru, Kurir hingga Customer Service

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Tiga lowongan kerja Ciamis masih membuka jalur lamaran...

Dua Juara Seri Triple Crown Tak Masuk Final Indonesia Derby Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Indonesia Derby Pangandaran 2026 menyimpan situasi tak biasa....

4 Kawasan Ini Pernah Jadi Pusat Kabupaten Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabupaten Tasikmalaya mencapai usia 394 tahun pada...

Kemenhaj Pangandaran Kawal Haji Inklusif 2027: Jangan Ada Jemaah yang Merasa Sendirian

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Perjalanan menuju Tanah Suci tidak selalu ditempuh dengan...

1.062 KK di 5 Desa Terdampak Kekeringan di Ciamis, BPBD Salurkan 50 Ribu Liter Air Bersih

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Musim kemarau mulai menunjukkan dampak kekeringan...

JAWA BARAT

Videotron Maut Majalengka Sudah Goyang 32 Jam, Penanganan Lambat?

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Tragedi Videotron Maut Majalengka di Bundaran Cigasong...

Berani Lumpuhkan Begal? Dedi Mulyadi Siapkan Sayembara Begal Jabar Hadiah hingga Rp50 Juta

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan...

Klinik Berobat Unik di Cianjur, Pasien Tetap Dilayani Meski Tak Punya Uang

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Di tengah biaya pelayanan kesehatan yang...

Come See Mie Fest 2026 Bandung Hadirkan Barasuara hingga J-Rocks

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Come See Mie Fest 2026 memasuki hari...

Waspada, Prakiraan Angin Kencang di Jawa Barat Mulai Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasukkan Jawa...

Ini Pesan Kiai Sumedang untuk Presiden Prabowo

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Kiai asal Sumedang, KH Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir...

Kebakaran di Sukabumi, 3 Anak Meninggal Dunia

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Kebakaran di Sukabumi menewaskan tiga anak kakak-beradik di...

Pencarian Berakhir Duka, Korban Tenggelam di Waduk Jatiluhur Ditemukan Meninggal Dunia

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Operasi pencarian terhadap seorang pemuda yang...
spot_img

Olahraga

Popular Categories

spot_imgspot_img