lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Dapodik dibuka kembali mulai Rabu, 15 Juli 2026. Momentum ini menjadi alarm bagi sekolah untuk segera memeriksa data murid. Satu identitas yang belum diperbarui dapat membuat peserta didik berisiko tidak masuk ke dalam sistem pendaftaran Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional 2026.
Pembukaan Dapodik berjarak hanya 12 hari dari dimulainya pendaftaran TKA dan AN pada 27 Juli 2026. Pemerintah meminta sekolah tidak menunda pekerjaan hingga mendekati tenggat. Data yang rapi sejak awal bukan sekadar urusan administrasi, melainkan menyangkut hak murid mengikuti asesmen.
Dapodik Dibuka, Data Murid Harus Segera Diperiksa
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengatakan pembukaan kembali Dapodik memberi kesempatan kepada satuan pendidikan untuk melakukan verifikasi dan pemutakhiran data peserta didik.
Pemeriksaan menjadi penting karena data dari sistem tersebut akan digunakan dalam pelaksanaan TKA dan AN 2026. Apabila data murid belum diperbarui, tidak lengkap, atau belum masuk ke dalam sistem, murid yang sebenarnya berhak mengikuti asesmen berpotensi tidak terjaring.
“Kami ingin memastikan bahwa data yang digunakan dalam pelaksanaan TKA dan Asesmen Nasional benar-benar yang terbaru, sehingga tidak ada murid yang sebenarnya berhak justru tidak masuk sistem akibat datanya belum diperbarui,” ujar Toni dalam siaran pers resmi Kemendikdasmen.
Setelah Dapodik dibuka, operator sekolah perlu memprioritaskan pemeriksaan identitas dan status peserta didik. Nama, nomor induk kependudukan, tingkat kelas, rombongan belajar, status aktif, serta data kelulusan atau perpindahan perlu dipastikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Sekolah juga perlu memastikan murid baru telah tercatat dengan benar. Pemutakhiran ini menjadi semakin mendesak setelah dimulainya tahun ajaran 2026/2027, ketika terjadi perpindahan data dalam jumlah besar akibat penerimaan murid baru, kenaikan kelas, mutasi, dan kelulusan.
Operator tidak seharusnya menanggung pekerjaan tersebut sendirian. Wali kelas, tenaga administrasi, kepala sekolah, dan orang tua perlu dilibatkan ketika ditemukan perbedaan dokumen atau data kependudukan.
Dukungan itu penting, terutama bagi sekolah yang memiliki jumlah murid besar, kekurangan operator, atau menghadapi keterbatasan jaringan internet. Semakin lama koreksi ditunda, semakin sempit pula ruang untuk menyelesaikan masalah ketika data gagal diverifikasi.
Pendaftaran TKA dan AN Dimulai 27 Juli 2026
Kemendikdasmen memajukan masa pendaftaran TKA dan AN untuk jenjang SMA/MA/sederajat serta SMK/MAK. Pendaftaran yang sebelumnya direncanakan mulai 18 Agustus dimajukan menjadi 27 Juli hingga 27 September 2026.
Perubahan jadwal tersebut memberi sekolah waktu lebih panjang untuk menjaring peserta yang belum tercatat. Namun, tambahan waktu bukan alasan untuk menunda pemutakhiran setelah Dapodik dibuka.
Sekolah hanya memiliki waktu kurang dari dua pekan sebelum pendaftaran dimulai. Periode tersebut harus dimanfaatkan untuk memeriksa data, menyelesaikan ketidaksesuaian, melakukan sinkronisasi, dan memastikan pembaruan telah masuk ke server pusat.
Setelah pendaftaran berakhir, simulasi TKA dan AN dijadwalkan berlangsung pada 21–27 September 2026. Gladi bersih dilaksanakan pada 5–18 Oktober 2026.
Pelaksanaan utama TKA dan AN berlangsung bertahap pada 26 Oktober–8 November 2026 sesuai pembagian gelombang. Adapun pelaksanaan susulan dijadwalkan pada 16–29 November 2026.
Rangkaian tersebut mengacu pada Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang TKA, Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026 tentang Asesmen Nasional, serta Keputusan Mendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026.
Kemendikdasmen juga telah menerbitkan Surat Kepala BKPDM Nomor 0212/B/F/SK.02.02/2026 tertanggal 1 Juli 2026 sebagai acuan penyelenggaraan TKA, AN, dan Survei Lingkungan Belajar.
Kini, pekerjaan paling menentukan berada di tingkat satuan pendidikan. Ketika Dapodik dibuka, sekolah perlu memastikan tidak ada murid yang kehilangan kesempatan mengikuti asesmen hanya karena satu kolom data terlewat.
Ikuti Lintas Priangan melalui Google Follow dan kanal WhatsApp untuk memperoleh kabar pendidikan serta informasi nasional terbaru. (NS/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
