lintaspriangan.com. BERITA BANJAR. Ratusan jamaah memadati Lapang Ekadaya, Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Sabtu malam (25/4/2026). Mereka mengikuti tabligh akbar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-42 Desa Neglasari yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Sejak sore, warga dari berbagai wilayah sudah berdatangan. Suasana religius terasa kuat ketika rangkaian acara diisi lantunan doa dan tausiyah, sekaligus menjadi ajang silaturahmi masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Banjar, DR. H. Supriana, M.Pd., yang datang langsung menyapa warga. Kehadirannya disambut hangat oleh jamaah yang memadati lapangan.
Tabligh akbar semakin hidup dengan tausiyah yang disampaikan Ustadz Anton Wartono, penceramah yang dikenal luas dengan gaya dakwah yang ringan dan komunikatif.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Banjar menyampaikan selamat Hari Jadi ke-42 kepada masyarakat Desa Neglasari. Ia mengapresiasi peringatan yang diisi dengan kegiatan bernuansa religius dan memperkuat nilai kebersamaan.
“Peringatan hari jadi seperti ini bukan sekadar seremoni. Ini ruang untuk memperkuat ikatan sosial, mempererat silaturahmi, dan meneguhkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Supriana.
Ia menilai, kegiatan tabligh akbar menjadi bagian penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang terus berkembang.
“Ketika masyarakat berkumpul dalam suasana religius seperti ini, yang tumbuh bukan hanya keimanan, tetapi juga rasa saling memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan,” katanya.
Supriana juga menyinggung tema peringatan tahun ini sebagai pijakan dalam pembangunan desa ke depan.
“Semangat berkarya dengan inovasi dan kebersamaan harus benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Desa yang maju bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga kuat dalam nilai, aman, dan guyub,” tegasnya.
Baca Juga : Ribuan Warga Padati Anniversary Komunitas Otomotif di Banjar Dongkarak Ekonomi dan Seni Lokal
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Banjar terus mendorong penguatan peran desa sebagai basis pembangunan.
“Kalau desa kuat, kota juga akan kuat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat harus terus dijaga, termasuk melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.
Peringatan Hari Jadi ke-42 Desa Neglasari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan warga, sekaligus meneguhkan arah pembangunan yang berlandaskan nilai religius dan gotong royong.
