lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat. Badan Geologi resmi menaikkan status gunung api yang berada di Selat Sunda tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) mulai Kamis (2/7/2026) pukul 16.30 WIB. Kenaikan status ini membuat masyarakat pesisir, nelayan, wisatawan, hingga kapal yang melintasi Selat Sunda diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi.
Keputusan menaikkan status diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah menegaskan kondisi tersebut harus direspons dengan kesiapsiagaan, meski masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan peningkatan status dilakukan berdasarkan hasil analisis menyeluruh terhadap aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Dengan status Level III (Siaga), masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pihak lain dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif karena berpotensi terdampak lontaran material pijar maupun bahaya erupsi lainnya.
PVMBG juga memastikan perkembangan aktivitas gunung akan terus dipantau secara intensif dan status dapat dievaluasi sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan kondisi vulkanik.
BPBD Pandeglang Imbau Warga Pesisir Tetap Tenang
Menindaklanjuti kenaikan status tersebut, BPBD Kabupaten Pandeglang langsung menyampaikan imbauan kepada masyarakat pesisir hingga aparat desa agar meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pandeglang, Acep Firmansyah, mengatakan kondisi wilayah pesisir hingga kini masih relatif aman dan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.
Kita sudah menyampaikan peringatan waspada erupsi Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat, aparatur kecamatan hingga desa,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD Pandeglang Acep Firmansyah di Pandeglang, dilansir Antara, Sabtu (4/7/2026).
Selanjutnya, warga juga diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau karena dikhawatirkan terdampak material vulkanik apabila terjadi erupsi lebih besar.
“Kami minta nelayan, wisatawan, dan warga agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Rekomendasi saat ini adalah menjaga jarak minimal lima kilometer dari kawah aktif,” ujarnya.
Kapal yang Melintas Selat Sunda Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau juga menjadi perhatian bagi dunia pelayaran.
Kapal-kapal yang melintasi Selat Sunda diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan abu vulkanik maupun material erupsi yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran.
Nahkoda kapal diimbau terus memantau informasi resmi dari otoritas terkait serta mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik sebelum melintas di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Terpengaruh Hoaks
Selain meningkatkan kesiapsiagaan, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan Badan Geologi, PVMBG, BPBD, maupun instansi pemerintah lainnya sebagai rujukan utama terkait perkembangan aktivitas gunung api.
Dengan status Siaga yang kini diberlakukan, pemerintah berharap seluruh masyarakat, pelaku wisata, nelayan, serta operator kapal dapat mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan demi menghindari risiko yang tidak diinginkan selama aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih tinggi. (HS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
