Ternyata Ini Penyebab Longsor Cisarua Kata Dedi Mulyadi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya mengungkap faktor penting di balik tragedi Longsor Cisarua yang menewaskan delapan orang dan menyebabkan puluhan warga diduga masih tertimbun material longsor. Saat meninjau langsung lokasi bencana di Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (24/1/2026), Dedi menyoroti perubahan fungsi lahan sebagai salah satu penyebab utama longsor mematikan tersebut.

Kehadiran Dedi Mulyadi di lokasi bencana dilakukan untuk memastikan proses penanganan korban berjalan optimal sekaligus melihat langsung kondisi wilayah terdampak. Dalam peninjauan itu, Dedi bahkan menyaksikan secara langsung proses evakuasi korban meninggal dunia yang dilakukan oleh tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan.

Tragedi Longsor Cisarua sendiri terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras selama hampir dua hari berturut-turut. Tebing di kaki Gunung Pasir Cikanang runtuh dan menimbun puluhan rumah warga di bawahnya. Namun menurut Dedi, curah hujan tinggi bukan satu-satunya faktor pemicu.


Alih Fungsi Lahan Jadi Sorotan Utama

Dedi Mulyadi secara tegas menyoroti perubahan besar pada tata guna lahan di kawasan Pasirlangu. Ia menyebut, wilayah yang sebelumnya merupakan kawasan hutan dan pegunungan kini telah berubah menjadi lahan pertanian intensif.

โ€œLokasinya berubah, asalnya areal hutan, pegunungan, semuanya jadi kebun. Semuanya jadi kebun sayur dan kebun bunga,โ€ kata Dedi di lokasi kejadian, sebagaimana dilaporkan Mulyono, wartawan Lintas Priangan di Bandung.

Baca berita lainnya: Longsor Cisarua Renggut 8 Jiwa, Puluhan Korban Diduga Tertimbun

Menurut Dedi, alih fungsi lahan tanpa pengelolaan yang tepat berpotensi besar meningkatkan risiko bencana, khususnya di wilayah rawan longsor seperti kawasan pegunungan di Cisarua. Vegetasi hutan yang sebelumnya berfungsi menahan air dan mengikat tanah telah berkurang, sehingga struktur tanah menjadi lebih mudah bergerak saat diguyur hujan deras.

Ia menilai, kondisi ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat. Pengelolaan lahan di kawasan rawan bencana tidak bisa hanya berorientasi pada produktivitas ekonomi jangka pendek, tetapi juga harus mempertimbangkan daya dukung lingkungan.


Penyebab Longsor Cisarua Bukan Sekadar Faktor Alam

Pernyataan Dedi Mulyadi memperkuat dugaan bahwa Penyebab Longsor Cisarua tidak bisa semata-mata disederhanakan sebagai bencana alam akibat hujan. Faktor manusia, khususnya perubahan fungsi lahan yang masif, dinilai ikut memperparah dampak longsor.

Kawasan Cisarua dan sekitarnya dikenal sebagai wilayah perbukitan dengan kemiringan lereng yang tinggi. Dalam kondisi alami, kawasan ini relatif stabil karena ditopang oleh vegetasi hutan. Namun, ketika lahan dibuka dan diolah tanpa sistem konservasi tanah dan air yang memadai, risiko longsor meningkat drastis, terutama saat intensitas hujan tinggi.

Dedi juga menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang wilayah pegunungan di Jawa Barat. Ia mendorong agar ke depan tidak ada lagi pembiaran alih fungsi lahan di kawasan rawan longsor tanpa kajian lingkungan yang ketat.

Sementara itu, proses evakuasi korban Longsor Cisarua masih terus berlangsung. Berdasarkan data sementara, delapan orang telah dinyatakan meninggal dunia, sementara puluhan warga lainnya masih dalam pencarian. BNPB mencatat ratusan jiwa terdampak langsung akibat bencana ini.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah daerah Kabupaten Bandung Barat memastikan penanganan darurat, bantuan logistik, serta tempat pengungsian bagi warga terdampak tetap berjalan. Namun, Dedi menekankan bahwa penanganan pascabencana harus dibarengi dengan langkah pencegahan serius agar tragedi serupa tidak terus berulang.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa Penyebab Longsor Cisarua tidak hanya datang dari langit dalam bentuk hujan, tetapi juga dari keputusan manusia dalam memperlakukan alam. Jika pengelolaan lingkungan di kawasan pegunungan terus diabaikan, risiko bencana serupa diperkirakan akan terus mengintai wilayah-wilayah rawan di Jawa Barat. (HS)

๐Ÿ† Tebak Final 2026 โ€ข Masih dibuka

Kuis Piala Dunia 2026

Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

โฑ๏ธ Deadline: 2026-07-19 23:59:00 WIB ๐Ÿ›ก๏ธ Anti duplikat ๐Ÿ“Š Ranking otomatis
Gabung Channel WhatsApp Lintas Priangan
Dapatkan update berita terbaru, isu lokal penting, dan informasi pilihan langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Channel WhatsApp โžœ

Berita lainnya:

Farhan Gagalkan Begal di Bandung, Satu Pelaku Diamankan Polsek Kiaracondong

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG.ย Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menggagalkan upaya begal saat melakukan patroli dini hari bersama aparat keamanan. Peristiwa itu terjadi...

38 UMKM Bandung Mejeng di Ciwalk, Ternyata Produk Ini yang Paling Jadi Sorotan

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Sebanyak 38 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM Bandung tampil di Cihampelas Walk atau Ciwalk,...

Pemuda Cimahi Hilang di Waduk Saguling, Aksi Salto Berujung Petaka

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Libur akhir pekan di Waduk Saguling berubah menjadi kepanikan. Seorang pemuda asal Kota Cimahi dilaporkan hilang setelah...

Terbaru

Relawan MBG Garut Bawa 8 Tuntutan, DPRD Siap Teruskan ke DPR RI

lintaspriangan.com,ย BERITAย GARUT. Relawan Makan Bergizi Gratis atau MBG di Kabupaten...

Operasi Pajak Kendaraan Pangandaran Dimulai Hari Ini, STNK dan Bukti PKB Diperiksa

lintaspriangan.com,ย BERITAย PANGANDARAN. Pengendara di Kabupaten Pangandaran perlu lebih teliti sebelum...

Buang Sampah ke Sungai di Tasikmalaya Siap-Siap Kena Denda, Viman: Biar Ada Efek Jera

lintaspriangan.com,ย BERITAย TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai mengambil langkah lebih keras...

KASMi Perumdam Tirta Galuh Bertambah, Kini Air Minum Gratis Ada di Alun-Alun Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. KASMi Perumdam Tirta Galuh Bertambah, pengunjung...

Terungkap! Tower Maut Banjar Sudah Dilelang, Pemkot Tegaskan Bukan Lagi Aset Daerah

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Fakta baru terungkap di balik tragedi...

Piala Dunia 2026

Prediksi Skor Swiss vs Kolombia: Siapa Akhiri Dahaga Lolos ke Perempat Final Piala Dunia?

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Prediksi Skor Swiss Vs Kolombia...

Hasil Amerika Serikat Vs Belgia: Tuan Rumah Merana, Tuah Kartu Merah?

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Hasil Amerika Serikat vs Belgia,...

Kiprah Mbappe di Piala Dunia 2026, ada Rekor yang Belum Pernah Diraih Siapapun

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Ketika banyak orang masih...

Argentina vs Mesir: Panggung Besar Messi dan Salah

lintaspriangan.com,ย PIALA DUNIA 2026. Argentina vs Mesir di babak 16...

Amerika Serikat vs Belgia: Luka 2014 Dibuka Lagi

lintaspriangan.com,ย PIALA DUNIA 2026. Amerika Serikat vs Belgia di babak...

Daerah lainnya

Farhan Gagalkan Begal di Bandung, Satu Pelaku Diamankan Polsek Kiaracondong

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG.ย Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menggagalkan upaya begal...

Hari Ke-3 Pencarian, Pemuda Tenggelam di Waduk Saguling Berakhir Duka

lintaspriangan.com, BANDUNG BARAT. Harapan keluarga agar Deni Kurniawan (19)...

Kerusakan Jembatan CBL Bekasi Disorot Lagi, Warga Swadaya Patungan Rp10 Juta

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Lebih dari satu dekade menunggu perbaikan,...

Sebanyak 15 Sekolah Rawan Bencana Cianjur , Dua SD Direlokasi

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR โ€“ Bel berbunyi, siswa masuk kelas,...

Perspektif

Popular Categories