Ketika Seni Merasa Diabaikan dalam 1 Tahun Kepemimpinan Viman

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Satu tahun adalah waktu yang cukup untuk membaca arah. Bukan untuk menghakimi secara serampangan, melainkan untuk menilai apakah sebuah kepemimpinan berjalan dengan kepekaan, atau justru melaju kencang tanpa menoleh kiri-kanan. Di Kota Tasikmalaya, evaluasi 1 tahun kepemimpinan Viman mulai disuarakan, dan seni—yang kerap berada di pinggir panggung kebijakan—kembali menuntut untuk didengar.

Dalam wawancara khusus Jumat kemarin (31/01/2026), Cepi Sultoni, Direktur Lembaga Seni Mahasiswa Islam Tasikmalaya, menyampaikan kritik yang tenang namun tajam. Ia tidak mempersoalkan selera pribadi. “Negara tidak pernah mewajibkan pejabat publik menyukai seni,” ujarnya. Namun, ketika seseorang memegang amanah sebagai Wali Kota Tasikmalaya, selera personal semestinya berhenti menjadi alasan.

Bagi Cepi Sultoni, seni bukan sekadar aktivitas rekreatif segelintir orang. Seni adalah wajah peradaban—ruang tempat jeritan sosial yang tak terdengar di birokrasi menemukan bahasa, tempat ingatan kolektif dirawat agar tak mudah terhapus oleh kepentingan sesaat. Ketika seni diabaikan, yang tergerus bukan hanya panggung dan galeri, melainkan kepekaan kebijakan itu sendiri.

- Advertisement -

Tasikmalaya memiliki sejarah dan tradisi seni yang hidup di tengah masyarakat. Namun dalam evaluasi satu tahun kepemimpinan Viman, Cepi Sultoni melihat keberpihakan itu belum hadir secara nyata. Ia menyoroti bagaimana seni kerap diperlakukan sebagai properti acara: dipanggil saat dibutuhkan, lalu dilupakan setelahnya. Anggaran kebudayaan dipinggirkan, ruang ekspresi menyempit, sementara seniman bertahan hidup dari panggung-panggung kecil yang nyaris tak terdengar gaungnya.

“Seorang wali kota tidak harus paham estetika,” kata Cepi Sultoni, “tetapi ia wajib paham tanggung jawab.” Jabatan publik, lanjutnya, bukan ruang untuk mengekspresikan preferensi pribadi, melainkan amanah untuk melayani seluruh warga, termasuk mereka yang hidup dari karya, dari kata, dari nada, dari lukisan yang sering tidak menghasilkan apa-apa selain kebahagiaan dan kejujuran.

Di sinilah seni menjadi indikator arah kepemimpinan. Pembangunan yang abai pada seni, menurut Cepi Sultoni, adalah pembangunan tanpa nurani. Kota mungkin tampak maju di atas kertas: jalan diperlebar, gedung ditinggikan. Namun manusia di dalamnya kehilangan ruang untuk berpikir, merasakan, dan mengkritik. Padahal, seni berfungsi sebagai salah satu alat kontrol sosial, penjaga agar kekuasaan tidak berjalan sewenang-wenang.

Apakah Tasikmalaya ingin dibangun sebagai kota yang beradab dan berbudaya, atau sekadar kota administratif yang kering imajinasi? Bagi Cepi Sultoni, ketidakpedulian terhadap seni bukan perkara kecil. Ini soal arah.

Sejarah, katanya, selalu jujur mencatat. Ia tidak hanya mengingat berapa banyak proyek yang dibangun, tetapi juga apa yang dihancurkan secara diam-diam. Pemimpin yang membiarkan seni mati di kotanya, pada akhirnya akan dikenang bukan karena keberhasilannya, melainkan karena kehilangannya.

Dalam rentang satu tahun kepemimpinan Viman, kritik semacam ini semestinya dibaca sebagai pengingat. Bahwa di balik angka-angka capaian pembangunan, ada denyut kebudayaan yang perlu dirawat. Karena kota yang besar bukan hanya yang tumbuh secara fisik, melainkan yang memberi ruang bagi warganya untuk tetap menjadi manusia yang berpikir, berkarya dan bersuara. (HS)

PRIANGAN TIMUR

Aksi Solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya, Ketua MUI Ajak Kota Santri Bergerak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ajakan aksi solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya...

Tiang WiFi Roboh Timpa Kabel Listrik di Ciamis, Tiga Pekerja Tersengat

LintasPriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemasangan tiang jaringan internet di...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis Berubah, Kick-off Jam Berapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

JAWA BARAT

Atlet Muaythai Kota Cirebon Dilaporkan Raih Emas Perdana Porprov Jabar 2026

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Muaythai Kota Cirebon dilaporkan menyumbangkan medali...

Nasib Pedagang Bundaran Cibiru Usai 48 Bangunan Ditertibkan, Boleh Jualan tetapi Tanpa Relokasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penertiban 48 bangunan di kawasan Bundaran...

Banjir dan Longsor Jawa Barat: 197 Kejadian Tercatat hingga November 2026

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ancaman banjir dan longsor Jawa Barat...

Hujan Es di Kuningan Terjang Luragung, Angin Kencang Rusak Sejumlah Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hujan es di Kuningan disertai angin...

Video Viral Puskesmas Bantarujeg, Bupati Majalengka Datangi Pasien dan Siapkan Evaluasi

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Video viral Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka,...

Berulangnya Insiden Gas Pindo Deli Karawang, Sejauh Mana Pengawasan Keselamatan Industri?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Insiden paparan bahan kimia di PT...

BMKG Perbarui Peringatan Cuaca Cianjur, Pasirkuda Masuk Wilayah Waspada Hujan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Olahraga

Kategori Populer