Ramadhan di Mabdaul Ulum Bungursari: “25 Hari Menempa Santri”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Langit Bungursari pagi itu belum sepenuhnya terik ketika ratusan santri mulai memenuhi halaman Ponpes Mabdaul Ulum Leuwikidang, Kamis (19/2/2026). Di sudut Kota Tasikmalaya itu, suasana terasa berbeda, lebih tertata, lebih hening, namun sarat semangat.

Sebanyak 250 santri dari jenjang SD/MI, SMP/MTs hingga SMA sederajat resmi memulai Diklat Ramadhan 1447 Hijriah. Mereka dibagi ke dalam empat kelompok, bukan sekadar untuk efisiensi teknis, tetapi sebagai bagian dari sistem pembinaan yang terstruktur.

Di hadapan para santri, pimpinan pesantren, H. Aslim, menegaskan bahwa Ramadhan adalah ruang pendidikan karakter yang tidak tergantikan oleh ruang kelas mana pun.

Menurut beliau, diklat ini bukan hanya tentang menambah hafalan atau memperbanyak materi, melainkan membentuk kebiasaan baik yang konsisten. Disiplin waktu, adab terhadap guru, tanggung jawab terhadap tugas, serta pengendalian diri menjadi inti pembinaan selama 25 hari ke depan.

Bukan Sekadar Agenda Tahunan

H. Aslim memandang Ramadhan sebagai “bulan latihan total”—latihan spiritual sekaligus latihan karakter. Ia menekankan bahwa pembinaan selama hampir satu bulan ini dirancang untuk menanamkan nilai yang menetap, bukan hanya euforia musiman.

Dalam arahannya, ia menggambarkan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan akhlak. Ilmu tanpa akhlak, menurutnya, akan kehilangan arah. Sebaliknya, akhlak tanpa ilmu akan kehilangan pijakan. Karena itu, materi keislaman yang diberikan selama diklat disusun untuk berjalan seiring dengan pembiasaan sikap.

Ia juga menekankan pentingnya disiplin sebagai fondasi. Bagi beliau, disiplin bukan sekadar datang tepat waktu, tetapi kemampuan menjaga komitmen dalam situasi apa pun—termasuk ketika tidak ada yang mengawasi.

Selama 25 hari ke depan, para santri akan digembleng dalam ritme kegiatan yang terjadwal. Pembinaan dilakukan secara bertahap, dengan pengawasan sesuai kelompok masing-masing.

Di tengah era serba cepat, ketika distraksi datang dari berbagai arah, pesantren memilih pendekatan klasik yang tetap relevan: pembiasaan, keteladanan, dan kedisiplinan.

Bagi H. Aslim, tujuan akhirnya sederhana namun mendasar—membentuk pribadi santri yang berakhlak mulia dan mampu menjaga nilai-nilai itu di luar lingkungan pesantren.

Sebab Ramadhan, di mata beliau, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah laboratorium karakter. Dan 25 hari adalah waktu yang cukup untuk menanam benih kebiasaan baik—asal dijaga dan dirawat setelahnya.

Di Leuwikidang pagi itu, 250 anak memulai prosesnya. Mungkin mereka belum menyadari sepenuhnya, tetapi langkah kecil hari pertama itu bisa menjadi pijakan panjang dalam perjalanan hidup mereka. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Perempuan-Perempuan LASWI di Balik Bandung Lautan Api

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Malam 23 Maret 1946, Bandung tidak sedang...

Bandung Lautan Api: Saat Kota Dibakar demi Republik

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Malam itu, Bandung tidak sedang kalah. Kota...

Ketika Bahasa Sunda Menolak Negara Boneka

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada Mei 1947, Belanda mencoba...

PRIANGAN TIMUR

Mulai Hari Ini RSIA Sayang Bunda Tasikmalaya Layani BPJS, Bagaimana Alur Rujukannya?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. RSIA Sayang Bunda Tasikmalaya mulai melayani peserta BPJS...

Konser Besar di Cilembang, Lalu Lintas hingga Sampah Diuji

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Konser musik berskala besar akan berlangsung di kawasan...

Galunggung untuk Pemula: Pilih 510 atau 620 Anak Tangga?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Akhir pekan pada Minggu, 2 Agustus 2026,...

38 Tahun Tirta Galuh Ciamis, Menjaga Air Tetap Mengalir

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Perumda Air Minum Tirta Galuh Ciamis memasuki...

Hilang Sejak Sore, Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Bendungan Panawangan Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Harapan keluarga untuk menemukan Eman (81)...

JAWA BARAT

Satu Tahun Buaya Muara Teror Situ Habibie Sukabumi, Warga Desak Penanganan Segera

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Teror kawanan buaya muara di Situ...

Farhan Geram Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung, Ancam Bawa Kasus ke Ranah Pidana

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan geram...

Agustus Jadi Puncak Kemarau, Daerah Mana di Jabar Paling Rawan?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Memasuki Sabtu, 1 Agustus 2026, Jawa Barat...

Sekolah Rakyat Cirebon Resmi Beroperasi, 540 Anak dari Empat Daerah Mulai Tempati Asrama

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Program Sekolah Rakyat Cirebon resmi memasuki...

127.206 Mahasiswa PTS Nonaktif, Alarm Serius Jabar-Banten

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Sebanyak 127.206 mahasiswa PTS nonaktif masih...

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabar Hari Ini, Mana Saja?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hujan lebat dan angin kencang di Jabar...

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Olahraga

Popular Categories