Distribusi MBG di Kota Tasikmalaya Menuai Sorotan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan di Kota Tasikmalaya menuai apresiasi karena dinilai mampu membantu pemenuhan gizi siswa dan meringankan beban ekonomi orang tua. Namun, di balik manfaatnya, muncul sorotan tajam terhadap sejumlah persoalan teknis yang mengiringi pelaksanaannya, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga dugaan persaingan tidak sehat antar-Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Tasikmalaya, Irfan Ramdhani, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, distribusi MBG belum berjalan optimal. Salah satu penyebabnya adalah jumlah dapur penyedia makanan yang terbatas sehingga tidak semua sekolah dapat terlayani secara merata. Beberapa sekolah bahkan belum tersentuh program karena terkendala jarak dan pemetaan wilayah kerja penyedia layanan.

Irfan juga menyoroti indikasi adanya SPPG yang saling berebut kerja sama dengan sekolah, tanpa mempertimbangkan kedekatan lokasi dapur produksi dengan sekolah yang bersangkutan. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi mengganggu tujuan awal program.
“Seolah-olah yang terjadi sekarang bukan lagi soal pemerataan wilayah, tapi siapa yang lebih dulu mendapatkan tanda tangan kepala sekolah. Hal ini bisa memicu ketegangan di lapangan,” ujar Irfan.

Menurutnya, jika praktik seperti ini dibiarkan, persaingan antar-SPPG akan semakin tajam dan dapat mengarah pada monopoli wilayah kerja. Akibatnya, distribusi makanan berisiko tidak tepat sasaran, baik dari segi kualitas maupun ketepatan waktu, sehingga berdampak pada efektivitas program MBG itu sendiri.

Irfan mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menekankan pentingnya membuat aturan teknis yang jelas, termasuk mekanisme pemetaan sekolah penerima manfaat, agar tidak terjadi tumpang tindih wilayah kerja dan semua pihak mendapat kesempatan yang adil.
“Harus ada keadilan bagi semua SPPG. Jika dibiarkan, persaingan tidak sehat ini akan mengganggu kelancaran program,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah siswa yang mendapatkan makanan, tetapi juga dari kualitas gizi, kelancaran distribusi, serta kondusivitas hubungan antara para pelaksana di lapangan. Tanpa pengawasan yang ketat, potensi konflik bisa meningkat dan berujung pada terhambatnya tujuan mulia program.

Program MBG sendiri merupakan kebijakan nasional yang diimplementasikan di berbagai daerah, termasuk Kota Tasikmalaya, dengan tujuan memastikan anak-anak sekolah mendapatkan asupan bergizi setiap hari. Meski secara konsep mendapat dukungan luas, realisasi di lapangan menunjukkan bahwa koordinasi dan pengaturan teknis memegang peran penting dalam keberlanjutannya. Pemerintah daerah kini dihadapkan pada tantangan untuk memastikan bahwa manfaat program ini bisa dirasakan secara merata, tanpa menimbulkan gesekan antar pelaksana. (Lintas Priangan/AA)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Kanaya Whu, Vokalis Emka 9, Meninggal Dunia di RSHS Bandung

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabar duka datang dari dunia musik...

Lowongan Kerja Tasikmalaya: Empat Posisi Tutup Pendaftaran 14 September

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Empat posisi lowongan kerja Tasikmalaya yang tercantum...

Benda Diduga Bom Tasikmalaya: Polisi Periksa Dua Pria, Asal-usul Masih Didalami

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polisi masih mendalami asal-usul benda diduga bom...

Sayembara Jaipong Ciamis Masuki Hari Terakhir, 300 Penari Priangan Timur Tampil

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sayembara Jaipong Ciamis bertajuk Ceta Ngajomantara memasuki...

Turbo Disebut Opsional, Ratusan Driver Maxim Tasikmalaya Tetap Minta Dihapus

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ratusan pengemudi ojek online (ojol) Maxim...

JAWA BARAT

Festival Tari Tradisional Jawa Barat Dijadwalkan Berlangsung 9 Jam Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Festival Tari Tradisional Jawa Barat dijadwalkan...

Jambore Relawan Kebencanaan 2026 Dijadwalkan Dibuka di Cimenyan Pagi Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jambore Relawan Kebencanaan 2026 dijadwalkan dibuka di...

KPK Geledah Rumah Anggota Polri, Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Suap Bupati Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan...

GIIAS Education Day di Bandung Masuki Hari Kedua, Pelajar Diajak Kenali Industri Otomotif

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. GIIAS Education Day memasuki hari kedua di...

PPAN Jawa Barat 2026 Dijadwalkan Umumkan Peserta Lolos Tahap Provinsi Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT.  Peserta PPAN Jawa Barat 2026 dijadwalkan...

1,96 Ton Beras Bantuan Pangan Cirebon Malah Menumpuk di Rumah Warga, Bantuan buat Siapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Beras bantuan pangan yang seharusnya berada...

Drama Sunda Palagan Bubat Tampil Lima Sesi di Bandung Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Drama Sunda Palagan Bubat dijadwalkan tampil dalam lima...

Sukabumi Expo 2026 Mulai 10 September, Job Fair Jadi Salah Satu Agenda

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sukabumi Expo 2026 dijadwalkan mulai berlangsung di Kabupaten...

Olahraga

Popular Categories