lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Indonesia Derby Pangandaran 2026 menyimpan situasi tak biasa. Dua kuda pemenang seri awal Triple Crown musim ini tidak tercantum dalam daftar 12 peserta utama final Kelas Derby yang akan berlangsung di Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa, Minggu, 26 Juli 2026.
Maxi of Khalim, pemenang Triple Crown Seri I, absen akibat kendala pada bagian kaki. Sementara itu, Saga Serumpun yang menjuarai Seri II gagal mengamankan tiket langsung dan hanya menempati urutan kedua daftar cadangan.
Kondisi tersebut memastikan final Indonesia Derby 2026 tidak akan melahirkan peraih Triple Crown. Namun, absennya dua pemenang seri awal justru membuat persaingan memperebutkan gelar Derby semakin terbuka.
Jalan Menuju Triple Crown Sudah Terputus
Triple Crown menuntut satu kuda memenangi seluruh rangkaian untuk kuda berusia tiga tahun. Maxi of Khalim membuka peluang tersebut setelah menjuarai Seri I.
Harapan Maxi berakhir ketika hanya finis di posisi keempat pada Seri II. Balapan itu dimenangi Saga Serumpun, disusul King Asva dan Nara Eclipse. PP Pordasi kemudian menyatakan kemenangan Saga memastikan tidak ada peraih Triple Crown pada 2026. Pordasi
Saga sempat memiliki kesempatan meraih dua mahkota dalam satu musim apabila mampu memenangi Indonesia Derby. Akan tetapi, jalannya menuju final terhenti pada babak penyisihan di Legok Jawa.
Dalam Heat 2, Saga menyelesaikan lomba dengan catatan 2 menit 34,39 detik dan finis ketujuh. Tiket final hanya diberikan kepada enam kuda terdepan pada masing-masing heat.
Posisi tersebut menempatkan Saga sebagai cadangan kedua, di belakang P. Kenangan Borneo. Saga baru dapat masuk ke perlombaan utama jika sedikitnya dua peserta final batal tampil. Dalam susunan lomba yang diterbitkan menjelang pertandingan, Saga ditempatkan di Kelas Derby Nonfinalis. Sarga
Maxi of Khalim Absen karena Kendala Kaki
Maxi of Khalim bahkan tidak mengikuti babak penyisihan. Joki Jemmy Runtu mengonfirmasi kepada Sarga bahwa kuda Jawa Barat tersebut mengalami kendala pada kaki sehari sebelum rencana keberangkatan menuju Pangandaran.
Laporan itu tidak merinci diagnosis medis maupun tingkat keparahan gangguan. Karena itu, kondisi Maxi lebih aman disebut sebagai “kendala pada kaki”, sesuai keterangan sumber, bukan cedera dengan jenis tertentu.
Absennya Maxi membuat Jawa Barat mengandalkan Aurora of Khalim dan King Asva pada final Derby. Keduanya berhasil melewati penyisihan dan masuk dalam daftar 12 peserta utama. Sarga
Dua Belas Kuda Berebut Gelar Derby
Berdasarkan hasil drawing, final Kelas Derby 3 Tahun jarak 2.000 meter dijadwalkan berlangsung pukul 13.50 WIB. Hadiah untuk kelas utama tersebut mencapai Rp250 juta.
Dua belas kuda yang tercantum sebagai peserta utama adalah Zilong Rimboka, Monochrome, Suntora Berjaya, Sun Power Nagari, Aurora of Khalim, King Asva, P. Putra Borneo, Emmera Sakti PM, Nara Eclipse, P. Putri Barbara, Fox Ranger, dan Melasti.
Aurora of Khalim mendapatkan gate pertama, sedangkan Monochrome akan memulai lomba dari gate 12. Susunan tersebut masih dapat berubah apabila ada peserta yang dinyatakan batal atau tidak memenuhi pemeriksaan akhir sebelum balapan. Tirto
Tanpa Maxi dan Saga dalam susunan utama, Derby tahun ini menjadi perebutan mahkota tersendiri. Pemenangnya akan menyandang gelar Indonesia Derby 2026, tetapi bukan gelar Triple Crown.
Bukan Sekadar Perebutan Gelar Individu
Indonesia Derby Pangandaran juga menjadi Seri I Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Pordasi ke-60. Sebanyak 154 kuda dari 13 daerah dijadwalkan mengikuti 18 kelas perlombaan dengan total hadiah Rp1 miliar.
Delapan di antaranya merupakan kelas utama yang menghasilkan poin bagi kontingen daerah. Poin dari Pangandaran nantinya digabungkan dengan hasil Kejurnas Seri II untuk menentukan juara umum peraih Piala Presiden Republik Indonesia.
Artinya, absennya peluang Triple Crown tidak mengurangi bobot pertandingan. Fokus persaingan bergeser dari pencapaian tiga mahkota oleh satu kuda menjadi perebutan gelar Derby dan poin antardaerah.
Jawa Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Jakarta, dan Jawa Timur sama-sama memiliki wakil dalam final. Sulawesi Utara membawa jumlah peserta terbanyak di kelas tersebut melalui Zilong Rimboka, Monochrome, Sun Power Nagari, Nara Eclipse, dan Melasti.
Jawa Barat menurunkan Aurora of Khalim, King Asva, dan Fox Ranger. Kalimantan Selatan diwakili P. Putra Borneo dan P. Putri Barbara, sementara Jakarta serta Jawa Timur masing-masing mengandalkan Suntora Berjaya dan Emmera Sakti PM. RRI
Dengan komposisi tersebut, Indonesia Derby Pangandaran bukan menjadi panggung penobatan Triple Crown. Balapan ini justru menjadi ujian bagi generasi baru untuk mengambil mahkota yang gagal dikuasai dua juara seri sebelumnya. (NS/AS)


