lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Wakil Wali Kota Banjar, Supriana melakukan kunjungan langsung monitoring dan tinjau pembangunan Rumah Layak Huni milik warga di Lingkungan Cikabuyutan Timur, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Selasa (28/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Supriana memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
Ia juga berdialog dengan penerima manfaat guna mengetahui secara langsung kondisi serta kebutuhan warga.
“Monitoring ini penting untuk memastikan bahwa program berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya di sela kegiatan.
Program Rumah Layak Huni merupakan salah satu upaya strategis yang digagas Baznas Kota Banjar dalam mendukung pengentasan kemiskinan.
Melalui program ini, pemerintah daerah bersama Baznas berupaya memperbaiki kondisi hunian warga yang tidak layak menjadi lebih sehat dan aman.
Pada tahun 2026, program tersebut ditargetkan dapat menjangkau antara 150 hingga 180 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai wilayah Kota Banjar.Supriana menyampaikan apresiasi kepada Baznas Kota Banjar atas kontribusinya dalam membantu pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami mengapresiasi peran Baznas yang telah berkontribusi nyata. Sinergi seperti ini sangat dibutuhkan agar program penanganan kemiskinan bisa berjalan lebih optimal,” katanya.
Ia menegaskan, penyediaan rumah layak huni tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Rumah yang layak akan berdampak pada kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas warga. Ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga : Unitas Bentuk Satgas PPKPT Perkuat Komitmen Kampus Bebas Kekerasan
Lebih lanjut, Supriana mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mendukung program-program sosial, termasuk melalui kepedulian dan gotong royong.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan pemerintah. Ada peran ulama dengan keilmuannya, pemimpin dengan keadilannya, para dermawan dengan kedermawanannya, serta doa dari masyarakat yang membutuhkan. Semua itu menjadi kekuatan dalam membangun daerah,” tuturnya.
Pemerintah Kota Banjar berharap, melalui kolaborasi yang terus terjalin antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat, program Rumah Layak Huni dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam memutus mata rantai kemiskinan di daerah. (NID)
