lintaspriangan.com. BERITA BANJAR — Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Banjar menjadi lebih dari sekadar agenda internal partai dengan dihadiri digelar Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, di Aula Toserba Padjajaran, Sabtu (18/4/2026),
Forum tersebut menjelma sebagai panggung refleksi tentang relasi kekuasaan, arah demokrasi lokal, hingga peran strategis partai politik dalam pembangunan daerah.
Selain Wali Kota turut hadir hadir Wakil Wali Kota Dr. H. Supriana, M.Pd., serta jajaran pengurus DPC PKB Kota Banjar, anggota DPR RI Fraksi PKB, dan unsur Forkopimda melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjar.
Dalam suasana yang kental nuansa konsolidasi politik, Sudarsono menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kekuasaan eksekutif dan peran partai politik sebagai representasi aspirasi masyarakat. Ia menegaskan, hubungan keduanya bukan relasi yang saling mendominasi, melainkan saling menguatkan.
“Pemerintah dan partai politik itu bukan dua kutub yang berseberangan, melainkan dua kekuatan yang harus berjalan beriringan. Dalam sistem demokrasi, sinergi keduanya menjadi kunci untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan demokrasi tidak hanya berhenti pada mekanisme elektoral, tetapi harus terus hidup melalui partisipasi aktif masyarakat. Dalam konteks ini, partai politik memiliki peran penting sebagai penghubung antara suara rakyat dan kebijakan publik.
Menurut Sudarsono, keberadaan partai politik dalam kerangka trias politica menjadi bagian dari “nadi demokrasi” yang menjaga keseimbangan sistem bernegara. Karena itu, Muscab dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat kapasitas kelembagaan partai sekaligus memperbarui arah perjuangan politiknya.
Momentum Konsolidasi dan Regenerasi
Muscab DPC PKB Kota Banjar juga dipandang sebagai titik krusial dalam proses regenerasi kepemimpinan di tubuh partai.
Selain memilih struktur kepengurusan baru, for juga diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan segar yang adaptif terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan politik di tingkat lokal.
Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari penguatan basis kader, peningkatan partisipasi politik masyarakat, hingga peran PKB dalam mendukung program pembangunan daerah.
Pemerintah Kota Banjar, kata Sudarsono, membuka ruang kolaborasi yang luas dengan seluruh partai politik, termasuk PKB, dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami berharap hasil Muscab ini tidak hanya memperkuat internal partai, tetapi juga melahirkan pemikiran konstruktif yang bisa bersinergi dengan program pemerintah daerah,” katanya.
Di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks, stabilitas politik menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan.
“Muscab, dalam konteks ini, memiliki peran strategis sebagai ruang konsolidasi untuk menjaga soliditas internal partai sekaligus memperkuat komitmen terhadap stabilitas daerah,” terang Sudarsono.
Baca Juga : Bapenda Ciamis Uji Cara Baru Tarik Pajak
Sudarsono menilai, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh dukungan dan peran aktif partai politik dalam mengawal serta mengkritisi kebijakan secara konstruktif.
Muscab DPC PKB Kota Banjar diharapkan dapat menghasilkan keputusan terbaik, baik dalam hal kepemimpinan maupun arah kebijakan partai ke depan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjar, saya mengucapkan selamat melaksanakan Musyawarah Cabang. Semoga melahirkan kepemimpinan yang amanah dan mampu membawa kemajuan bagi masyarakat Kota Banjar,” pungkas Sudarsono.

