lintaspriangan.com, BERITA GARUT. PDAM Tirta Intan tidak cukup hanya memiliki jaringan pipa, instalasi pengolahan, dan pelanggan. Bagi warga Garut, ukuran keberhasilannya jauh lebih sederhana: air mengalir saat dibutuhkan, kualitasnya aman, tekanannya cukup, dan tarifnya masih sanggup dibayar.
Karena itu, setiap penambahan modal kepada perusahaan air minum harus berujung pada perubahan yang dapat dirasakan. Modal tersebut bukan hadiah untuk perusahaan. Sumbernya berasal dari kekayaan daerah yang pada akhirnya harus kembali kepada warga dalam bentuk pelayanan air bersih.
Modal Daerah Harus Berubah Menjadi Layanan
Perumda Air Minum Tirta Intan merupakan Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Garut. Sebagai BUMD, perusahaan ini memiliki dua tanggung jawab yang harus berjalan bersamaan.
Pertama, perusahaan harus dikelola secara sehat. Pendapatannya harus mampu membiayai pegawai, listrik, bahan pengolahan, perawatan instalasi, penggantian pipa, dan pengembangan jaringan.
Kedua, PDAM Tirta Intan memikul fungsi pelayanan publik. Air bukan barang dagangan biasa. Air merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan, kebersihan, pendidikan, produktivitas, dan kehidupan keluarga.
Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD memungkinkan pemerintah daerah menempatkan modal pada perusahaan daerah. Modal itu dapat berbentuk uang maupun barang milik daerah, seperti tanah, bangunan, jaringan perpipaan, reservoir, dan instalasi pengolahan air.
Perbedaan tersebut penting diketahui publik. Nilai penyertaan modal yang terlihat besar belum tentu seluruhnya berupa uang segar. Bisa jadi sebagian berasal dari pencatatan aset yang sebelumnya sudah dibangun pemerintah.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Garut dan manajemen PDAM Tirta Intan perlu membuka informasi tentang bentuk modal, nilainya, sumber anggarannya, aset yang diserahkan, serta target pelayanan yang harus dicapai.
Warga berhak mengetahui apakah modal tersebut akan dipakai untuk menambah sumber air baku, mengganti pipa bocor, membangun reservoir, memperluas sambungan, atau memperbaiki pelayanan di daerah yang selama ini sering mengalami gangguan.
Ukuran keberhasilannya tidak boleh berhenti pada bertambahnya aset di laporan keuangan. Pertanyaan terpenting justru muncul setelah modal diberikan: berapa rumah baru yang memperoleh sambungan air?
Data lain juga perlu dibuka. Berapa jam rata-rata air mengalir setiap hari? Wilayah mana yang masih mengalami penggiliran? Berapa banyak air yang hilang akibat kebocoran? Berapa lama keluhan pelanggan diselesaikan?
Tanpa target tersebut, penambahan modal akan sulit dinilai. Publik hanya mengetahui uang atau aset telah masuk, tetapi tidak mengetahui pelayanan apa yang seharusnya keluar.
Masalah kehilangan air juga layak mendapat perhatian. Air yang sudah diambil, diolah, dan dialirkan dapat hilang akibat kebocoran pipa, meter yang tidak akurat, sambungan ilegal, atau pencatatan yang bermasalah.
Jika kebocoran masih tinggi, penambahan kapasitas produksi belum tentu membuat air lebih banyak sampai ke rumah pelanggan. Kondisinya seperti mengisi ember yang berlubang: air terus ditambah, tetapi sebagian tidak pernah sampai ke tujuan.
Hak Warga Bukan Berarti Air Harus Gratis
Hak warga atas air bersih tidak berarti seluruh air harus diberikan secara gratis. Pelanggan tetap mempunyai kewajiban membayar rekening sesuai pemakaian dan menjaga fasilitas yang berada di lingkungannya.
Namun, negara dan pemerintah daerah berkewajiban memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap air yang cukup, aman, dapat dijangkau, dan terjangkau.
Prinsip tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. Pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari ditempatkan sebagai prioritas dalam penggunaan sumber daya air.
Penyelenggaraan layanan air minum juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum. Pelayanan tidak cukup diukur dari keberadaan pipa. Kualitas, kuantitas, kontinuitas, serta keterjangkauannya harus diperhatikan.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menjelaskan bahwa layanan air minum yang dikelola secara aman setidaknya harus tersedia saat dibutuhkan, berada dalam jangkauan, dan bebas dari kontaminasi.
Bagi pelanggan PDAM Tirta Intan, prinsip tersebut dapat diterjemahkan menjadi sejumlah hak yang nyata. Pelanggan berhak memperoleh informasi tarif dan perhitungan tagihan. Mereka juga berhak mendapatkan penjelasan ketika aliran dihentikan, mengajukan pemeriksaan meter, menyampaikan pengaduan, dan memperoleh tindak lanjut atas gangguan.
Kualitas air juga harus dapat dibuktikan. Air yang terlihat jernih belum tentu terbebas dari kontaminasi mikrobiologi atau bahan kimia tertentu. Karena itu, hasil pengujian laboratorium seharusnya menjadi informasi yang mudah diakses masyarakat.
Pengambilan sampel idealnya tidak hanya dilakukan di sumber dan instalasi pengolahan. Pemeriksaan juga diperlukan pada reservoir, jaringan distribusi, serta titik pelanggan. Kualitas air dapat berubah ketika melewati pipa yang bocor, tua, atau terkontaminasi.
Satu persoalan lain adalah keterjangkauan tarif. Perusahaan memang membutuhkan pendapatan agar operasionalnya tidak terganggu. Namun, tarif juga harus mempertimbangkan kemampuan rumah tangga berpenghasilan rendah.
Modal yang diberikan pemerintah daerah seharusnya memperkuat infrastruktur sekaligus mengurangi tekanan biaya investasi yang langsung dibebankan kepada pelanggan. Oleh sebab itu, setiap rencana kenaikan tarif perlu disertai penjelasan mengenai kondisi keuangan, kebutuhan biaya, dan perbaikan layanan yang akan diterima warga.
Pada akhirnya, PDAM Tirta Intan tidak dapat dinilai hanya dari laba, pendapatan, atau dividen yang disetorkan kepada pemerintah daerah. Perusahaan juga harus dinilai dari banyaknya warga yang mendapat air, berkurangnya gangguan, membaiknya kualitas, dan semakin cepatnya penanganan keluhan.
Modal boleh tercatat di laporan keuangan. Namun, bagi warga Garut, bukti keberhasilannya tetap berada di rumah masing-masing: ketika keran dibuka, air yang aman benar-benar mengalir. (NS/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
