lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Razia Kamar Hunian kembali dilaksanakan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjar sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan tersebut digelar pada Rabu (15/7/2026) di sejumlah kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Razia dilakukan secara intensif sebagai bentuk komitmen Lapas Banjar dalam mendukung Program Zero Halinar atau bebas dari telepon genggam, pungutan liar, dan narkotika di dalam lapas.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) bersama Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib) serta melibatkan seluruh jajaran pengamanan Lapas Banjar.
Razia Kamar Hunian Dilakukan Secara Humanis dan Terukur
Sebelum pelaksanaan penggeledahan, seluruh petugas terlebih dahulu menerima pengarahan terkait teknis pelaksanaan razia sesuai standar operasional prosedur pengamanan yang berlaku.
Petugas melakukan pemeriksaan secara teliti, terukur, dan humanis terhadap sejumlah kamar hunian warga binaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi deteksi dini untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan di dalam lapas.
Konsistensi pelaksanaan Razia Kamar Hunian juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya tertib dan disiplin di lingkungan pemasyarakatan.
Lapas Banjar Temukan Sejumlah Barang Terlarang
Dalam pelaksanaannya, petugas berhasil menemukan sejumlah barang yang tidak seharusnya berada di kamar hunian, yakni empat alat cukur, satu korek api gas, satu gelas aluminium, dan satu buah sendok.
Meski demikian, petugas memastikan tidak ditemukan narkotika, telepon genggam, maupun senjata tajam selama pelaksanaan razia berlangsung.
Seluruh barang temuan langsung diamankan untuk diinventarisasi dan akan dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku karena berpotensi disalahgunakan serta mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Program Zero Halinar Terus Diperkuat
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menegaskan bahwa Razia Kamar Hunian akan terus dilaksanakan secara rutin maupun insidental guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.
“Razia ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan langkah nyata dalam mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban sejak dini. Kami tidak akan memberikan ruang bagi peredaran maupun penyalahgunaan barang-barang terlarang di dalam lapas,” ujar Tutut Prasetyo.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi, serta menjalankan tugas pengamanan dengan penuh integritas dan tanggung jawab.
Dengan pengawasan yang ketat dan konsistensi pelaksanaan Program Zero Halinar, Lapas Banjar optimistis mampu mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta bebas dari telepon genggam, pungutan liar, dan narkotika.(AHOL)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
