lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS – Pemerintah Desa Beber, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, terus mengembangkan berbagai inovasi pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, desa ini menghadirkan sedikitnya enam program unggulan yang mencakup bidang pendidikan, pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, keagamaan, hingga sosial. Seluruh program tersebut dirancang sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi warga sekaligus mendorong pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat.
Berbagai inovasi tersebut lahir dari kebutuhan riil masyarakat yang dihimpun melalui musyawarah desa. Pemerintah Desa Beber menilai pembangunan akan lebih berdampak apabila tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Jawara Gemas Tekan Angka Putus Sekolah
Kepala Desa Beber, Abdul Wahid Miftah Sofa, mengatakan salah satu program yang menjadi perhatian adalah Jawara Gemas (Jaring Warga Gerakan Masyarakat Ayo Sekolah).
Program yang mulai berjalan sejak 2023 itu mendorong masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan untuk mengikuti program pendidikan kesetaraan.
Hingga tahun 2025, sekitar 300 peserta berhasil menyelesaikan pendidikan Paket B dan Paket C melalui program tersebut.
Semua inovasi ini berangkat dari kebutuhan masyarakat. Kami ingin pembangunan desa tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi warga,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Anak Masuk SD Dapat Kambing untuk Tabungan Pendidikan
Inovasi lain yang cukup unik adalah Menak Bersanggul Emas.
Melalui program tersebut, setiap anak yang mulai bersekolah di tingkat sekolah dasar mendapatkan seekor anak kambing yang dipelihara sebagai tabungan pendidikan.
Harapannya, hasil pengembangbiakan ternak tersebut dapat membantu biaya pendidikan anak ketika memasuki jenjang sekolah berikutnya.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya menabung sekaligus memperkenalkan sektor peternakan sejak usia dini.
Layanan Jemput Pasien Hingga Bantuan Pemakaman
Di bidang pelayanan publik, Desa Beber menghadirkan Pelayanan Spesial Masyarakat (PSM).
Selain mempermudah pengurusan administrasi melalui layanan digital dan sistem jemput bola, program tersebut juga menyediakan layanan antar-jemput warga yang sakit menuju fasilitas kesehatan secara gratis.
Tak hanya itu, pemerintah desa juga membentuk tim sosial yang membantu penyediaan perlengkapan pemakaman bagi warga yang membutuhkan.
Kami ingin masyarakat merasakan bahwa pemerintah desa hadir bukan hanya di kantor, tetapi juga ketika warga membutuhkan bantuan secara langsung,” kata Miftah.
Rumput Diolah Jadi Ketahanan Pangan
Untuk memperkuat ekonomi masyarakat, Pemerintah Desa Beber mengembangkan kelompok peternakan kambing di setiap dusun.
Program tersebut dipadukan dengan inovasi Melak Jukut Jadi Daging, yakni bank pakan yang dikelola Karang Taruna bersama BUMDes.
Melalui program ini, rumput hasil tanaman warga dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun ikan sehingga mampu menekan biaya produksi sekaligus mendukung ketahanan pangan desa.
Kompetisi Antar Dusun Bangun Semangat Gotong Royong
Pemerintah Desa Beber juga menggagas program Bewara Dusun (Beber Ngawangun Rasa Duduluran Sauyunan).
Program ini berupa kompetisi pembangunan antar dusun yang tidak hanya menilai hasil pembangunan fisik, tetapi juga kreativitas, perencanaan, partisipasi masyarakat, dan semangat gotong royong.
Melalui kompetisi tersebut, setiap dusun didorong berlomba menghadirkan inovasi terbaik bagi lingkungannya masing-masing.
Program Spiritual dan Orang Tua Asuh Anak Yatim
Di bidang keagamaan, Desa Beber secara rutin menggelar berbagai kegiatan spiritual, mulai dari riyadhoh aparatur desa, doa bersama, hingga ziarah ke makam para pendiri desa sebagai bagian dari pelestarian sejarah dan penguatan nilai religius.
Sementara itu, inovasi terbaru adalah Berayat (Beber Raiyah Asuh Yatim).
Program sosial tersebut menghubungkan anak-anak yatim dengan para orang tua asuh melalui dukungan para donatur yang disalurkan secara rutin setiap bulan.
Menurut Miftah, keberhasilan setiap inovasi desa tidak hanya bergantung pada Pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat.
Inovasi bukan sekadar menciptakan program baru, tetapi bagaimana masyarakat merasa memiliki, ikut terlibat, dan bersama-sama menjaga keberlanjutannya. Dari situlah desa bisa terus berkembang,” pungkasnya. (FSL/HS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
